Love & Sex

Si Dia Anak Mami? Berarti Anda Harus Baca Artikel Ini!

  by: Hana A. Devarianti       28/10/2016
  • Tidak ada yang salah kok kalau si dia punya hubungan yang sangat dekat dengan ibunya. Namun, di satu sisi ini bisa bikin Anda merasa tidak nyaman, bahkan menimbulkan pertanyaan: sebenarnya Anda menjalin hubungan dengan siapa sih, si dia atau ibunya? Kalau memang sudah sampai pada titik itu dan ingin membicarakannya dengan pasangan, ini tips dari Cosmo untuk menghadapi si Anak Mami!

     

    Pertama, Tulis Dulu Pendapat Anda



    Sangat mudah untuk berbicara, malah terkadang bisa termakan emosi saat melakukannya. Agar obrolan Anda dan si dia tidak berakhir dengan adu argumen, coba tulis dulu hal-hal yang ingin disampaikan. Ini dapat memberikan perspektif baru dan gambaran yang berbeda, sehingga yang disampaikan lebih kepada masa depan hubungan bukan hanya rasa frustasi Anda.

     

    Yup, Dia Pasti Akan Bersikap Defensif

    Family always comes first, darling. Dan kali ini Anda sedang mengeluhkan keluarganya. Jadi, tidak heran kalau si dia akan bersikap defensif. Cara terbaik untuk mengatasi sikap dia adalah dengan memberi pengertian dan menjelaskan mengapa ada hal-hal tertentu mengganggu Anda. Hati-hati pula dalam memilih kata, jangan sampai Anda malah menyakiti hatinya.

     



    Dorong Si Dia untuk Lebih Bertanggung Jawab

    Anda mungkin akan bingung juga khawatir melihat si dia yang bahkan tidak bisa membuat appointment dengan dokter, memeriksa keuangannya, atau mencuci bajunya sendiri. Akan tetapi, mengeluhkan sikapnya tersebut bukan hal yang tepat. Ini justru dapat menyinggung perasannya. Alih-alih dorong si dia dengan membantunya untuk lebih bertanggung jawab dan puji dia ketika berhasil melakukannya.

     

    Beri Si Dia Waktu

    Tidak ada kata instan dalam menghadapi hal ini. Well, kenyataannya si dia sudah sangat bergantung pada ibunya seumur hidupnya. Namun, beri dia pemahaman kalau pada akhirnya hubungan ini adalah hubungan Anda dan si dia, bukan Anda, si dia, dan ibunya. Sampaikan padanya bahwa akan ada saatnya dimana orangtua hanya bisa memberi saran dan tidak membuat keputusan. (Hana Devarianti/VP/Image: outnow.ch)