Career

Trik Bicarakan Hal Sensitif Dalam Pekerjaan ke Atasan

  by: Silvya Winny       3/10/2017
  • Sama halnya seperti relationship, hubungan kerja pun adalah jalanan dua arah. Anda pun berhak untuk menyuarakan opini jika punya ganjalan dalam pekerjaan. The trick is, Anda harus tahu kata-kata yang tepat untuk menyampaikannya. Berikut beberapa kiat yang bisa Anda contek.

     

    1. Anda Terlalu Banyak Pekerjaan
    Pilih momen: Jangan membuat bos Anda stres dengan tiba-tiba mengatakan, “Duh, saya tidak sanggup mengerjakan tugas ini!”, apalagi di depan seluruh tim dan mendekati deadline. That's a big NO. Coba minta bertemu dengan bos untuk membahas pekerjaan ketika Anda sudah lebih tenang (dan saat si bos tenang).
    Katakan: “Saya sudah tidak bisa lagi memikul pekerjaan yang ada saat ini, yang membuat saya khawatir karena saya tidak ingin mengecewakan Anda.”



     

    2. Anda akan cuti hamil
    Pilih momen: Mayoritas dokter kandungan akan menyarankan Anda untuk menunggu setelah scan 12 minggu sebelum Anda memberitahukan si bos. Mengalami morning sickness? Maka beritahu lebih cepat.
    Katakan: “Saya baru mengetahui kalau saya hamil. Saya memberitahukan Anda hal ini supaya saya bisa mulai memikirkan rencana ke depannya.”
    Strategi Pintar: Cari tahu tentang policy perusahaan Anda tentang sistem kerja setelah Anda mengambil cuti hamil. Siapa tahu Anda bisa mendapatkan keringanan jam kerja sehingga Anda bisa menyeimbangkan waktu antara karier dan mengurus anak.

     



    3. Anda ingin kenaikan gaji
    Pilih momen: Waktu terbaik untuk meminta kenaikan gaji adalah setelah Anda baru saja dipuji oleh sang bos.
    Katakan: “Saya sangat menghargai waktu dan perhatian yang telah Anda berikan untuk melatih saya dan saya merasa potensi saya saat ini telah berkembang cukup signifikan, tapi gaji saya masih tergolong rendah. Oleh karena itu, saya ingin meminta kenaikan gaji (sebutkan nominal KENAIKAN yang Anda inginkan).”
    Strategi Pintar: Bawa portofolio yang menunjukkan prestasi dan testimonial dari klien/kolega (e-mail, surat, evaluasi kerja). Tambahkan juga ide inovatif untuk perusahaan sehingga mengingatkan sang bos akan betapa indispensable-nya Anda bagi perusahaan.

     

    4. Anda berhenti kerja
    Pilih momen: Tunggu sampai Anda telah menandatangani kontrak kerja yang baru sebelum Anda menyerahkan surat pengunduran diri. Atau jika Anda masih ingin menetap di kantor lama, tunggu sampai tahap wawancara terakhir (yang memberi kemungkinan Anda sudah pasti akan diterima), lalu komunikasikan dengan atasan apakah ia memberi tawaran yang menarik.
    Katakan: “Saya sangat suka bekerja di kantor ini dan berada di bawah kepemimpinan Anda, tapi saya mendapatkan tawaran kerja yang tidak bisa saya tolak, maka dari itu saya menyerahkan surat pengunduran diri ini.”
    Strategi Pintar: Tetap tunjukkan kegigihan Anda dalam bekerja sampai akhir supaya Anda keluar dari pekerjaan lama secara baik-baik. Ini akan menjamin Anda mendapatkan surat referensi yang positif dan mungkin saja ke depannya Anda masih bisa bekerja sama dengan si bos. (Silvya Winny / Image: g-stockstudio / Shutterstock / Clickphotos)