Love & Sex

5 Alasan Mengapa Hubungan Asmara Berakhir

  by: Salli Sabarrang       11/10/2017
  • Banyak hal yang menjadi penyebab berakhirnya hubungan asmara antara sepasang kekasih. Lima diantaranya diungkapkan Cosmo melalui artikel ini. 

    Selingkuh

    Selingkuh adalah alasan utama sebuah hubungan berakhir. Pria secara terprogram akan memutuskan hubungan ketika Anda selingkuh secara fisik. Menurut hasil studi dari Saint Louis University, pria merasa terancam ketika dia tahu tidak dapat meneruskan gennya kepada pasangan. Sedangkan bagi wanita, selingkuh secara emosional menjadi alasan kuat untuk memutuskan hubungan. Wanita biasanya akan menjauhi pria yang mulai memiliki keterikatan emosi dengan wanita lain.



    Terlalu Sering Bertengkar

    Sewaktu masa PDKT, dia tampak begitu manis bahkan tidak pernah ada masalah yang membuat Anda bertengkar. Sekarang? Ada masalah kecil sedikit, dia marah. Lalu Anda jadi terbawa emosi dan bang! Akhirnya pertengkaran itu terjadi. Rasa capai karena terlalu sering cekcok membuat salah satu pihak menyerah.

    Bosan

    Rasa bosan dalam hubungan yang sudah terjalin lama adalah hal yang wajar. Tapi jangan pernah menganggap sepele perihal kebosanan dalam hubungan. Jika Anda mendiamkannya dalam waktu yang lama, justru secara perlahan hal ini akan memicu kandasnya hubungan Anda dan pasangan. Bertemu setiap hari, berkomunikasi hampir setiap waktu, dan malas melakukan variasi tentu menjadi awal kehancuran.



    Beda Tujuan

    Si dia masih ingin bebas dan tidak mau terikat dengan hubungan seperti pernikahan. Sedangkan Anda sudah ingin hidup settle membangun sebuah keluarga. Perbedaan padangan dan tujuan seperti ini akan memicu retaknya hubungan asmara Anda. Mengenyampingkannya hanya akan membuat salah satu pihak merasa tertekan dan hubungan tidak akan berjalan bahagia.

    Gaya Hidup Berbeda

    Si dia suka party, sedangkan Anda adalah anak rumahan yang lebih senang menikmati popcorn sambil nonton DVD. Meski Anda menikmati kehadiran satu sama lain, terkadang kalian memiliki cara pandang dan gaya hidup sehari-hari yang berbeda. Awalnya, kalian mungkin akan berkompromi dalam menentukan cara untuk menghabiskan waktu bersama, di mana Anda mencoba untuk ikut kegiatan dia dan sebaliknya. Namun terkadang hal tersebut tidak bisa dipaksakan, apalagi jika Anda merasa tidak nyaman melakukannya.

    (Salli Sabarrang/ Image: Peter Bernik / Shutterstock / Clickphotos)