Career

Cara Menghadapi Berbagai Tipe Bos yang Menyebalkan

  by: Alvin Yoga       19/10/2017
  • Setiap bos memiliki sifat dan perilaku yang berbeda-beda. Ada yang sangat sibuk hingga tak punya waktu luang, ada juga yang punya "anak emas" di kantor. Ingin menghadapi perilaku mereka yang terkadang tricky? Ini caranya.

     

    Bos Anda Tak Pernah Bisa Meluangkan Waktu Untuk Berbincang Berdua



    Kim Scott, pengarang Radical Candor: Be a Kick-Ass Boss Without Losing Your Humanity, mengatakan bahwa Anda harus mencari tahu terlebih dahulu alasan mengapa ia begitu sibuk sehingga tidak punya waktu luang untuk berbicara dengan para bawahan. Setelah itu, tanyakan apa ada pekerjaannya yang bisa Anda bantu selesaikan, menangani pekerjaan tersebut jelas bisa menambah pengalaman baru untuk Anda – it's a win-win!

     

    Sang Bos Tak Mau Membantu Saat Anda Memiliki Masalah

    Truth is, jangan sampai Anda melemparkan masalah pada bos tanpa memiliki saran untuk jalan keluarnya. Sebelum berbicara dengan atasan atau membahas masalah tersebut di rapat, persiapkan dengan baik apa yang ingin Anda bicarakan. Cari tiga alternatif jalan keluar yang berbeda dan minta bos Anda memilih mana yang terbaik, atau jika ia memiliki saran lain yang lebih baik, catat hal tersebut. Jika bos Anda masih bersikap acuh, tak ada salahnya untuk bertanya pada rekan kerja Anda yang lebih senior untuk membantu.

     

    Sang Bos Sepertinya Tak Pernah Membaca E-mail Anda

    Lihat kembali e-mail Anda. “Membaca surat yang cukup panjang membuat atasan Anda tak punya waktu lebih untuk berbicara mengenai masalah yang Anda hadapi dan mencari tahu apa yang Anda inginkan,” ujar Kim.

     

    Bos Anda Punya "Anak Emas" Di Kantor



    Jika bos Anda selalu memberikan proyek yang paling menarik pada orang tertentu, sah-sah saja jika Anda merasa tidak dihargai. Pertama-tama, cobalah untuk tetap berpikir positif dengan menganggap bahwa mungkin bos Anda tidak berniat untuk melakukan hal tersebut. Setelah itu, pastikan bahwa ia memang tahu pekerjaan apa saja yang bisa Anda tangani, dan selesaikan setiap pekerjaan Anda sebelum deadline. Still stuck? Katakan, “Saya menyadari bahwa (nama rekan Anda) sering mendapat kesempatan proyek yang luar biasa. Kalau boleh, saya ingin tahu bagaimana caranya supaya saya bisa mendapat kesempatan yang sama.” Atau, minta si bos melakukan review soal pekerjaan Anda – hal ini merupakan cara yang paling efektif untuk bertukar pikiran dan membicarakan hal tersebut tanpa saling menyinggung.

     

    Bos Meminta Anda Menyelesaikan Urusan Pribadinya

    Terkadang bisa saja atasan Anda merasa putus asa saat harus menyelesaikan masalah pribadinya, dan tak ada salahnya untuk sesekali membantu atau memberi masukan ketika ia curhat. Tapi, kecuali pekerjaan Anda adalah personal assistant-nya, Anda harus membuat batasan. Kali berikutnya ia meminta Anda membantu soal tugas sekolah anaknya, katakan “Saya bisa saja melakukannya, namun sepertinya (sebut pekerjaan yang harus Anda selesaikan) tak bisa selesai tepat waktu.” Menunjukkan prioritas akan membuatnya menyadari apa tugas utama Anda. Jika ia tetap memaksa, well, tak ada salahnya untuk mencari pekerjaan di kantor baru.

     

    Bos Gemar Mengritik Anda Di Depan Rekan Kerja yang Lain

    Saat bos Anda melakukannya, remember dear, stay calm, jangan terlihat takut atau melemparkan kalimat yang membuat Anda terkesan defensif. Begitu ada waktu luang, minta waktu untuk berbicara secara empat mata. Katakan pada atasan Anda, “Terima kasih atas masukannya, saran Anda sangat membantu. Bisakah kita berbincang berdua seperti ini lagi kali berikutnya saya butuh masukan? Saya lebih nyaman dengan cara seperti ini.”

    (Alvin Yoga / SW / Image: Dok. Outnow.ch)