Pregnancy

Ketahui 4 Fakta Menarik Tentang Air Susu Ibu!

  by: Sky Drupadi       19/10/2017
  • Mungkin bagi Anda, Air Susu Ibu atau ASI merupakan zat yang cukup simpel. Namun ternyata, susu alami ini bukan sekadar makanan untuk sang buah hati. Beberapa fakta berikut membuktikkan kehebatan tubuh wanita, lebih tepatnya tubuh seorang ibu.

     



    Tidak Seperti Susu Lainnya

    Susu sapi, susu kambing, susu kuda, Anda pasti mengenalnya. Namun susu ibu jauh lebih kompleks dibandingkan yang lain. Bahkan, sebuah penelitian di tahun 2010 menunjukkan bahwa ada lebih dari 200 jenis gula atau oligosaccharides yang terkandung dalam ASI. Bandingkan dengan 30-50 jenis untuk susu sapi. Wow!

    Selain gula, ASI mengandung protein bernama alpha-lactalbumin. Para peneliti telah mengonversikan protein ini menjadi zat yang disebut HAMLET (Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumour cells). Benar saja, sebuah penelitian di tahun 2010 menunjukkan bahwa zat ini berhasil membunuh lebih dari 40 sel kanker. Walau zat ini masih dalam tahap uji, HAMLET diharapkan dapat menjadi solusi penderita kanker di kemudian hari.

     

    Melindungi Anak DAN Ibu

    ASI sering dianggap sebagai standar tertinggi untuk nutrisi bayi. Menurut Thierry Hennet, penulis jurnal Breastfed at Tiffany, risiko cacat merupakan salah satu keuntungan jangka pendek dari ASI. Untuk jangka panjangnya, ASI dapat mengurangi risiko obesitas pada anak.



    Bukan untuk sang buah hati saja, menyusui pun dapat berdampak positif untuk si ibu. Sebuah penelitian di tahun 2009 yang dipublikasikan oleh Archives of Internal Medicine menunjukkan pengaruhnya terhadap kanker payudara. Melibatkan lebih dari 60 ribu wanita, hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker berkurang bagi keluarga yang membudidayakan penyusuan.

     

    Kandungannya Berubah Seiring Waktu

    Thierry menjelaskan, sejak melahirkan, ASI berlimpah dengan antibodi dan molekul yang berguna untuk memperlambat pertumbuhan bakteri berbahaya dalam sistem imun si bayi. Setelah satu bulan, sang bayi akan memiliki sistem imunnya sendiri. Hebatnya, ASI juga mengubah kandungannya seiring perubahan tubuh bayi. Tingkat antibodi dalam ASI berkurang secara signifikan, sedangkan lemak dan nutrisi lainnya meningkat untuk memenuhi kebutuhan si bayi. Like magic!

     

    Merupakan Superfood

    Mungkin Anda familier dengan superfood seperti salmon, bluberi, dan acai. Namun ASI pun sedang menjadi pertimbangan bagi banyak industri superfood. Faktanya, kandungan gula sebenarnya tidak bisa dicerna oleh si bayi. Melalui sistem pencernaan, gula tersebut menjadi makanan untuk bakteri sehat yang dapat menutrisi, melindungi anak dari alergi, serta mendukung perkembangan otak. Maka dari itu, industri superfood ingin mengetahui dampaknya bila diaplikasikan pada orang dewasa. Hmm, apa Anda mau mengonsumsi ASI demi kesehatan? Why not! (Sky Drupadi / SW / Image: Doc. Evgeny Atamanenko / shutterstock / clickphotos)