Love & Sex

11 Hal Yang Ada di Pikiran Pria Saat Sesi Blow Job

  by: Adya Azka       28/10/2017
  • Ketika Anda sedang memberikan sang pasangan sebuah blow job, ternyata ada banyak hal yang berlalu dalam pikirannya. Bukan sekadar “uh nikmat” saja (kalau ini sudah pasti), tapi berbagai hal lain yang tidak bisa ia kontrol. Berikut 10 hal yang ada di pikirannya saat Anda sedang memberikan dia blow job. Tenang saja, semuanya harmless, kok!

     



    “Hore, saya akan diberikan blow job!” Seperti baru menang lotere, seorang pria pasti langsung bahagia ketika tahu bahwa Anda akan memberikannya “hadiah.”

    Apa ia akan menyelesaikannya atau melanjutkan ke sesi seks?” Kadang ia tidak bisa menebak apakah Anda sedang melakukan foreplay atau sedang berbaik hati saja. Well, apapun hasil akhirnya, ia tidak akan keberatan, kok.

    Saya harus berkontribusi sesuatu...Terbiasa mengambil alih, kali ini ia tidak berdaya (in a good way). Namun ia pun ingin “membantu” Anda, bagaimana pun caranya. Bila ia bisa menggapai payudara atau mengelus punggung Anda, he will do it.

    YES!” Namun jangan khawatir jika Anda tidak bisa merasakan sentuhannya, karena kemungkinan besar, tangannya sedang menari-nari di atas kepalanya sebagai bentuk perayaan.

    Bagaimana ya agar saya bisa dapat pemandangan yang lebih bagus?” Walaupun si dia menikmati sesi oral, ia pun ingin menyaksikannya juga. Bagi si dia, ini seperti menonton sebuah film biru berkualitas HD di kursi paling depan. So, ketika dia menyingkirkan rambut Anda yang menghalangi, ia bukan hanya bersikap manis saja, tapi juga memastikan agar ia bisa melihat gerakan hot dari Anda. Ehem, tidak ada salahnya lho jika Anda menatap matanya ketika sedang beraksi.

    "Kapan terakhir kali saya merapikan rambut?" Ia tidak mau Anda tersedak oleh rambut-rambut privatnya.



    Semoga ia tidak mencium aroma tidak sedap!” Dan ia pun juga tidak mau Anda merasa terganggu oleh aroma tubuhnya. Terutama jika si dia belum mandi setelah berolahraga, atau habis berjemur di bawah matahari terik. Sorry!

    “Sudah berapa lama ya?" Menjadi seorang pria sejati, ia ingin memastikan bahwa rahang Anda tidak keram sebelum ia bisa “melepaskan” semuanya.

    "Stop! Stop! Sebelum terlambat!" Jika ini adalah sebuah foreplay, maka jangan berlarut terlalu lama pada Mr. Happy. Sedikit lebih lama lagi, ia akan mencapai the big O dan Anda harus menunggu sebelum bisa melanjutkan sesi panas yang sebenarnya. Mood killer...

    "Kapan terakhir kali saya memberikan dia oral?" Oral seks merupakan sebuah persembahan yang spesial bagi sang pasangan. Ini merupakan salah satu cara untuk berkata “terima kasih.” Maka dari itu, ketika Anda memberikannya blow job, ia mencatat dalam otaknya, “oke, saya berhutang satu padanya.”

    Do... Not... Bite...Yah, mau bagaimana lagi? Pada akhirnya, Mr. Happy adalah kesayangannya yang berharga dan (super)sensitif. So please, handle with care ;)

     

    (Sky Drupadi / SW / Image: Doc. Randall Stevens / Shutterstock / Clickphotos)