Celebrity

Cinta Laura Berbagi Kisah Soal Cinta, Karier & New York

  by: Alvin Yoga       9/10/2018
  • Perjalanannya dimulai sejak melangkahkan kaki sebagai seorang mahasiswi di Big Apple, berlanjut dengan menancapkan karier di Hollywood, hingga kerap menghadiri New York Fashion Week. Di umur 25 tahun, Cinta Laura Kiehl sudah berhasil membuktikan banyak hal – beberapa di antaranya mungkin belum pernah Anda tahu. Dengarkan kisahnya mengenai New York yang fantastis, pertemuannya dengan Selena Gomez, serta kebiasaannya mengemil pizza cauliflowers. Oh, dan jangan lewatkan: Cinta berbicara soal cinta.


    Hai Cinta, ini bukan kali pertama Anda berada di New York. Hal apa yang membuat Anda terus jatuh cinta dengan Big Apple?

    Setiap kali berada di New York, saya pasti jatuh cinta dengan suasana kota ini yang penuh dengan semangat. Layaknya kehidupan Big Apple yang serba-cepat, saya juga tipikal orang yang sangat menghargai waktu dan efisiensi, inilah mengapa saya merasa nyaman dengan kota ini.



    Selain itu, alasan terbesar saya menganggap New York seperti rumah sendiri adalah karena saya sempat menghabiskan tiga tahun sebagai mahasiswi di Columbia University. Banyak sahabat dekat selama kuliah yang masih berada di sini, membuat kota ini tak pernah terasa membosankan untuk dikunjungi agar kami bisa saling bertegur sapa.


    Kali ini Anda kembali ke New York untuk New York Fashion Week (NYFW). Sudah berapa kali Anda menghadiri pagelaran NYFW?

    Sebetulnya sejak 2014 saya sudah bolak-balik mengunjungi New York setiap kali ada Fashion Week. NYC is always a blast during Fashion Week! Namun untuk benar-benar hadir mengikuti NYFW sendiri, saya baru sempat datang dua kali, dan keduanya untuk show dari Coach. Saya percaya betul dengan brand tersebut, terutama sejak mereka rebranded tahun lalu. They have become much edgier, more youthful and chic over the years!


    Apa yang paling menarik dari pengalaman menghadiri pagelaran New York Fashion Week tahun ini?

    Desain set untuk fashion show tahun ini benar-benar keren. Bayangkan, mereka membangun sebuah replika tulang raksasa dari T-Rex, serta membuat seakan-akan Anda sedang berada di padang gurun – seluruhnya terasa begitu nyata! Tak cuma itu, saya juga merasa bahwa formasi para model ketika sedang berjalan di runway membuat fashion show ini terasa begitu mewah dan terkomposisi.

    Hasilnya, show ini terasa begitu memikat dan menarik untuk terus dinikmati. Hebatnya lagi, saya juga sempat bertemu dengan Stuart Vevers untuk kedua kalinya, dan ia mengingat saya (dari NYFW tahun lalu). Ia benar-benar orang yang menyenangkan dan saya mengaguminya atas apa yang sudah ia lakukan pada Coach belakangan ini.


    Ada yang memorable dari NYFW dua tahun terakhir ini?

    Saya rasa ketika saya bertemu dengan Selena Gomez tahun lalu. Obviously, kita semua tahu bahwa ia adalah seorang international superstar dengan jumlah pengikut terbanyak di Instagram. Namun di balik ketenarannya, saya tak menyangka bahwa ternyata ia memiliki sifat yang manis, baik hati dan tulus. Walaupun ada banyak orang yang mungkin harus ia temui (ketika NYFW), namun ia tidak tampak terburu-buru untuk menyelesaikan percakapan, atau berpura-pura terlihat tertarik dengan perbincangan kami.

    Selena bersikap seakan-akan ia memiliki seluruh waktu di dunia, dan membuat saya merasa nyaman ketika bersamanya. Pertemuan tersebut menyadarkan saya bahwa kesuksesannya yang luar biasa pasti ia dapatkan berkat attitude-nya yang luar biasa – yang mungkin sulit ditemui dari orang lain seusianya.


    Kalau untuk pagelaran tahun ini, koleksi mana yang menjadi favorit Anda di NYFW?

    Saya suka sekali dengan Spring/Summer 2019 Collection dari Coach. Mereka merilis beberapa tas yang cool – di mana Anda bisa membuatnya lebih personal dan unik dengan tambahan tags dan beads yang bisa Anda personalized sendiri. Menggandengnya membuat Anda seakan-akan bisa menampilkan selera dan karakter pribadi. Oh, dan saya juga jatuh cinta dengan outfit yang mereka siapkan untuk saya selama Fashion Week. Saya jadi terlihat sangat edgy dan muda. Which is exactly how I wanted to present myself.


    Cinta Laura di New York Fashion Week, exclusive interview dengan Cosmopolitan Indonesia


    Kalau begitu, apakah Anda selalu menggunakan tampilan yang edgy dalam keseharian?

    I’m honestly very moody! Hahaha. Gaya berpakaian saya seringkali bergantung pada apa yang saya rasakan pagi itu serta seberapa banyak usaha yang perlu saya berikan untuk berdandan. Di hari-hari biasa, kebanyakan saya mengenakan pakaian athleisure. Legging yang fit, serta atasan dan sport bra yang cute bisa membuat tampilan terlihat stylist dan menarik. Saya suka sekali menggunakan legging dari Lululemon dan atasan Alo Yoga.

    Di musim panas, saya lebih condong menggunakan bohemian dress. Di samping nyaman digunakan, gaun tersebut secara tidak langsung juga membuat saya terlihat seksi. Kalau untuk musim dingin, saya biasa mengenakan high-waist jeans atau legging hitam, dengan high-heeled boots atau sock boots, serta atasan yang cool dan tak lupa leather jacket. Satu hal yang tak pernah berubah, saya senang menggunakan beragam aksesori mulai dari cincin, gelang hingga moon necklaces – throughout all seasons.


    Item fashion apa saja yang tidak pernah lepas dari Anda?

    Terutama di musim gugur seperti sekarang, saya tak pernah meninggalkan rumah tanpa leather jacket cokelat dari Coach. Saya suka warnanya yang berbaur dengan warna rambut saya, juga aksesoris emas saya. Belum lama ini, Coach juga merilis varsity jacket yang cool, dan cukup sering saya gunakan… bahkan di musim panas! Can’t begin to tell you how many compliments I’ve received for the jacket! Terakhir, saya tak pernah meninggalkan rumah tanpa sunglasses. They’re absolute lifesavers!


    Bicara mengenai karier Anda sebagai aktris, sudah cukup lama Anda tidak muncul di layar lebar perfilman Indonesia, hingga kemudian Anda kembali dalam film Target. Bagaimana rasanya kembali bermain di perfilman Indonesia?

    It was nostalgic. Setelah mengambil rehat panjang selama delapan tahun dari industri perfilman Indonesia, saya rasa saya perlu menunjukkan sesuatu yang baru (Cinta yang berumur 15 tahun tentu sangat berbeda dengan Cinta yang berumur 24 tahun, hahaha). Selain itu, saya juga jadi punya kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan saya untuk melakukan adegan aksi. Therefore, saya merasa Target merupakan proyek yang tepat untuk saya untuk menunjukkan kembali diri saya sebagai seorang aktris di Indonesia.


    Menyandang predikat artis Hollywood, tentu sebuah prestasi. Apa ini juga menghadirkan perasaan tertekan karena harus "membuktikan lebih"? Bagaimana Anda mengatasinya?

    It is a huge honor to be labeled as a Hollywood actress. It truly means a lot to me. Bicara soal tekanan, tentu saya mendapatkannya dari sana sini. Apapun yang saya lakukan, semua bisa dengan mudah dikomentari oleh orang lain. Namun sebenarnya tekanan tersebut memotivasi saya untuk terus menjadi lebih baik dan membuat saya ingin melakukan sesuatu yang lebih. Saya jadi bekerja lebih keras untuk terus menjaga momentum tersebut. Pressure can be a good thing! Anda hanya perlu mengganti cara pandangnya saja.


    Apa perbedaan terbesar saat bermain film di industri Hollywood dan tanah air?

    Industri film di Indonesia sudah semakin meluas dan terus bertumbuh selama beberapa tahun terakhir. Saya percaya bahwa segala sesuatunya – mulai dari sinematografi hingga plotline – telah menjadi lebih baik. Tapi perbedaan terbesar yang saya lihat, terletak pada aturan dan regulasi mengenai kondisi dan jam kerja. Menurut union laws, kebanyakan industri film Hollywood memiliki jam kerja sebanyak 12 jam. Jika produksinya berlanjut lebih dari tenggat waktu tersebut, seluruh kru dan pemain akan mendapatkan overtime. Tak cuma itu, para aktor juga biasanya mendapatkan mobil trailer atau ruangan tersendiri untuk beristirahat. Fasilitas yang tersedia pun sangat bersih dan catering menyediakan opsi makanan sehat.

    Sayangnya, ketentuan dan hukum yang sama seputar jam kerja belum bisa diterapkan sepenuhnya di Indonesia. Hal tersebut sangat merugikan para kru dan aktor yang terlibat karena seringkali mereka harus bekerja hingga sangat lelah. Dan lagi, fasilitasnya pun kurang maksimal. Criticisms aside, I strongly believe that this will change in the near future!


    Cinta Laura di New York Fashion Week, exclusive interview dengan Cosmopolitan Indonesia


    Apa proyek Anda berikutnya?

    Saya sudah memiliki rencana untuk satu film baru, dan mungkin akan segera meluncurkan bisnis saya di bidang health and exercise! Belakangan saya sedang mengembangkan sebuah aplikasi workout. So stay tuned!


    Apa arti fun fearless female menurut Anda?

    Seorang perempuan yang tidak takut untuk menjadi pemimpin dan meraih apa yang ia mau. Perempuan yang berani mengatakan apa yang ia pikirkan, serta mau mendengarkan pendapat orang lain dan terbuka untuk segala kemungkinan. Terakhir, perempuan tersebut nyaman menjadi dirinya sendiri serta mau menggunakan kelebihannya tersebut untuk membantu yang lain.




    Mari bicara mengenai hal lain. Anda sepertinya cukup aktif di media sosial. Apakah Anda membaca komentar di akun media sosial Anda?

    Tentu saja! Saya bahkan berusaha meluangkan waktu setiap harinya untuk mengirim like pada beberapa komentar dari penggemar. Saya ingin mereka tahu bahwa saya menghargai dukungan mereka dan mencintai mereka. Saya mau para fan menyadari bahwa saya peduli dengan mereka meski tidak bisa meluangkan waktu dengan mereka satu persatu.


    Bagaimana cara Anda menghadapi haters di media sosial?

    Jujur, saya tidak ambil pusing dengan para haters. Rasanya tidak perlu ya, “menyelimuti” diri sendiri dengan hal-hal negatif. Berbeda halnya dengan kritik yang membangun, saya biasanya menerima kritik tersebut dengan terbuka karena hal itu penting bagi saya agar bisa terus memperbaiki diri dan berkembang. Bagaimanapun, saya merasa bersyukur dengan banyaknya komentar positif dan membangun dari media sosial saya. So… I’m hoping that’s a good sign? Hahaha. 


    Apa yang menurut Anda belum diketahui penggemar di Indonesia mengenai sosok Cinta Laura Kiehl?

    Saya lebih suka memasak makanan saya sendiri dibanding membeli makanan dari luar. Meskipun pilihan menunya memang kurang bervariasi, namun saya tahu bagaimana caranya supaya tidak bosan. Saya memasak semuanya sendiri, mulai dari filet mignon sampai udang dan scallops! Saya juga senang membuat pizza cauliflower jika rasanya ingin cheat day. Selain kalori yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, pizza itu juga gluten free dan tinggi serat!


    Cinta Laura di New York Fashion Week, exclusive interview dengan Cosmopolitan Indonesia


    Anda sempat mengunggah beberapa foto yang menunjukkan #bodygoals. Banyak yang bertanya, bagaimana cara Anda mendapatkan bentuk tubuh tersebut? 

    I’ve been an athlete all my life. To be honest, fisik saya bahkan belum banyak berubah dalam 10 tahun terakhir. Namun belakangan, perlu diakui saya memang lebih sering mengunggah rutinitas workout tersebut di media sosial, termasuk foto-foto atletis saya. Mungkin inilah sebabnya mereka baru menyadari kondisi tubuh saya serta seberapa aktif saya dalam hal berolahraga, terutama animo masyarakat Indonesia terhadap tren workout dan diet memang sedang tinggi. And yes, tentu saja saya akan berusaha mempertahankan cara hidup serta bentuk tubuh ini selama memungkinkan. Thank you for regarding me as someone who possesses the qualities of social media’s #bodygoals. HAHAHA.


    Apa olahraga favorit Anda? Ada cara khusus menjaga kebugaran tubuh?

    Saya tumbuh sebagai seorang perenang yang kompetitif, saya juga menyukai permainan basket dan gemar berlari. I generally participated in all activities involving sports. Seiring bertambahnya pengetahuan saya mengenai olahraga dan diet, saya jadi terbiasa untuk melatih diri saya sendiri. Ketika berusaha untuk mempertahankan bentuk tubuh, saya biasanya pergi ke personal gym empat kali seminggu dan menciptakan program circuit-training sendiri – termasuk di antaranya elastic bands, dumbbells, cable machine, row machine, bosu ball serta beberapa peralatan dasar gym lainnya. Untuk menyeimbangkannya, saya juga mengikuti spin class dan boxing class sekali seminggu, sehingga total working out saya menjadi enam hari seminggu.

    Namun, ketika sedang mempersiapkan diri untuk acara-acara spesial seperti photo shoot atau Fashion Week, saya biasa menyewa seorang personal trainer dan berlatih empat kali seminggu bersamanya, lalu mengambil workout class tambahan seperti boxing untuk menyeimbangkannya. Di hari berikutnya, saya biasa melakukan rutinitas workout di rumah dan mengambil spin class. Untuk hari-hari yang lebih spesial, saya bisa saja menghabiskan waktu untuk workout sepuluh kali seminggu.

    Catatan: Anda tak bisa mendapatkan hasil maksimal hanya dengan berolahraga, imbangi juga dengan diet sehat. Di saat-saat tertentu, saya membatasi diri untuk hanya mengonsumsi protein, buah-buahan serta sayur-sayuran. Clean eating is 90% of what helps you reach your goals!


    Let's talk about your love-life. Menurut Anda, apa kunci keberhasilan sebuah relationship?

    A successful relationship requires trust, freedom, compassion and solid communication. Menurut saya, masing-masing individu harus terlebih dahulu merasa nyaman dengan dirinya sendiri sebelum memutuskan untuk saling berkomitmen. Selain itu, keduanya juga perlu memiliki kebebasan dalam mengejar tujuan hidupnya sendiri-sendiri, serta saling mendukung tujuan yang lainnya. Ikut bahagia ketika pasangannya sukses, dan hindari keinginan untuk mengontrol pasangan. Terakhir, bicarakan semuanya dengan pasangan Anda – anything and everything – dan biasakan untuk mendengarkan si dia ketika ia membutuhkan Anda, hal ini penting dalam membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan kalian.


    Apa tipe kencan favorit Anda?

    Saya senang menghabiskan waktu untuk makan malam di sebuah restoran, lengkap dengan berbagai makanan yang lezat di atas meja serta suasana yang romantis, di mana kami bisa saling mengobrol untuk waktu yang lama. I also LOVE going on ice cream dates, tentunya sambil menikmati pemandangan matahari terbenam di sebuah rooftop.


    Love is blind. Setuju tidak dengan pernyataan ini?

    It’s true and there’s nothing wrong with it. HOWEVER, it is important that you don’t let it blind you forever. Sebuah hubungan yang sehat adalah ketika Anda menikmati saat-saat bersama si dia. Jika Anda terjebak dalam sebuah fantasi – terutama di awal hubungan – it’s fine. Setiap orang berhak mendapatkan momen tersebut. Namun, seiring bertumbuhnya hubungan antara kalian berdua, penting bagi Anda untuk bersikap objektif dalam mengevaluasi makna sebuah hubungan. Banyak orang yang terjerat dalam toxic relationship karena “menutup mata” untuk hal-hal yang terjadi pada mereka. Penting untuk menyadari, apakah hubungan yang Anda jalani membantu Anda menjadi pribadi yang lebih baik, atau justru rasa cinta tersebut “mengganggu” kehidupan Anda dan justru lebih banyak memberikan kerugian di kemudian hari.


    Di antara Anda dan pasangan, siapa yang lebih romantis? Dan hal paling romantis apa yang pernah Anda atau si dia lakukan?

    Percaya tidak jika saya katakan si dia lebih romantis dari saya? Sejujurnya, sulit menentukan apa hal paling romantis yang pernah ia lakukan untuk saya. Hahaha. Saya rasa yang paling romantis adalah ketika kami berada di Paris untuk Fashion Week tahun lalu. Saya baru saja tiba di kamar hotel, dan di situ tergeletak sebuket mawar putih serta sekotak coklat. Ternyata si dia menghabiskan seharian untuk menelepon florist yang berbeda di Paris – all the way from New York – hanya untuk memastikan bahwa saya telah menerima hadiah tersebut. Saya benar-benar mengapresiasi usahanya, terutama karena saya tahu bahwa ia melakukannya ketika ia tengah sibuk bekerja – di zona waktu yang berbeda. Sejujurnya, ada banyak cerita-cerita seperti ini. Ia tak pernah bosan mengirimkan saya berbagai bunga dan juga setumpuk hadiah untuk hari-hari tertentu. A real sweetheart I must say!


    Lastly, what's your next #lifegoals?

    Way too many to narrow down! Salah satu goal terbesar dalam waktu dekat ini adalah memproduksi film saya sendiri – yang tentu saja membutuhkan kolaborasi yang luar biasa antara industri film Indonesia dan Amerika. Yes, I know it sounds very vague, but just stayed tuned!



    Stylist: Michael Pondaag

    Fotografer: Wong Sim

    Makeup and Hairdo: Bubah Alfian

    Seluruh Busana dan Aksesori: Coach

    Lokasi: New York

    (Alvin Yoga/Filisya Thunggawan)