Beauty

Tren Gaya Rambut Fall / Winter 2018-2019

  by: Astriana Gemiati       28/10/2018
  • Tak hanya soal busana saja, panggung runway memang selalu menjadi salah satu sumber inspirasi gaya. Mulai dari natural wave, center part, hingga braids, Cosmo telah mengurasi tren gaya rambut musim fall / winter 2018 yang cocok untuk kamu coba! 


    Chop Short



    Credit: Matteo Valle/IMAXtree.com

    Meskipun wanita identik dengan gaya rambut panjang, beberapa waktu belakangan ini gaya rambut cepak pun makin banyak diminati. Tak hanya praktis dan mudah, gaya rambut model ini pun membuat kamu selalu menjadi on trend! Cukup dengan bantuan wax atau gel untuk penataannya. Kamu pun siap gaya dalam waktu kurang dalam lima menit.


    Center Part


    Credit: Gregory Scaffidi/IMAXtree.com, Blumarine bbt F18 006 Matteo Valle/IMAXtree.com

    Gaya rambut ini sebenarnya sangat sederhana namun memberikan hasil akhir yang luar biasa. Belahan rambut yang hadir tahun 90an ini telah hadir pada tahun 2017 berkat bantuan Nicky Minaj, Selena Gomez, dan Kylie Jenner. Siapa sangka ternyata popularitasnya terus meningkat dan kian diminati hingga musim ini? Agar maksimal, cobalah berteman dengan warna rambut yang menarik seperti teknik balayage atau pun melting yang membuat gradasi alami pada rambut dan menghasilkan warna dan pantulan berbeda.


    Natural Waves


    Credit: Alessandro Zeno/IMAXtree.com, Matteo Valle/IMAXtree.com



    Gaya rambut lurus dinilai membosankan musim ini. Sebagai gantinya, gaya rambut ikal bahkan cenderung keriting makin dicari. Agar beda, kamu memberi sentuhan warna menarik pada rambut Anda untuk mempertegas setiap teksturnya. Jangan lupa, menata rambut ikal pun perlu perhatian ekstra seperti menjaganya agar tidak mudah kering. Gunakan serum rambut terutama pada ujung rambut untuk menatanya.


    Playing Braids


    Credit: Matteo Valle/IMAXtree.com

    Siapa bilang kepang rambut hanya diperuntukkan bagi anak kecil saja? Kamu masih bisa bermain dengan jalinan rambut yang kini makin banyak variasinya. Kuncinya adalah bereksperimen sekreatif mungkin untuk menghasilkan gaya baru yang sama sekali beda. 



    ( Image: Imaxtree.com / Layout: S. Dewantara )