Beauty

Review Skinda Dermatology Jakarta

  by: Ainjia Phioltia Paat       30/10/2018
  • Bahas tentang Korea dan dunia kecantikannya memang tak ada matinya. Tak hanya skincare dan tren makeup, namun klinik kecantikan asal Korea pun sekarang banyak dibuka di Indonesia. Selain karena kualitasnya yang terjamin, teknologi yang ditawarkan pun berbeda dengan klinik kecantikan lainnya. Salah satu klinik kecantikan Korea yang telah membuka cabangnya di Indonesia adalah SKINDA Medical Skin Care & Dermatology Center, atau biasa disebut dengan SKINDA Dermatology. Berikut review tim Beauty Cosmo yang baru saja mencoba treatment di SKINDA Dermatology!  


    Tentang SKINDA Dermatology:

    Klinik yang didirikan tahun 2014 di Korea Selatan ini hadir di Jakarta sejak September lalu, tepatnya di Jl. Iskandar Muda no 19 Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan. SKINDA Dermatology diprakarsai oleh Dr. Lee Kyung Real M.D., Ph.D., Dermatologist yang merupakan spesialis dermatologi, CEO dari Korea Dermatology Research Institute serta Honorary Board Member dari Korean Dermatologist Association dan telah memiliki pengalaman belasan tahun dalam dunia dermatologi. 



    SKINDA Dermatology menangani semua permasalahan kecantikan namun fokus pada perawatan acne, hiperpigmentasi dan scar. Menurut Cosmo, ini menarik karena kebanyakan klinik kecantikan Korea di Indonesia memusatkan pada penanganan antiaging treatment hingga operasi plastik yang dibutuhkan oleh wanita dewasa berumur 40an ke atas. Sedangkan untuk kamu yang seperti Cosmo, masih berumur 20an hingga 30an, belum membutuhkan treatment pengencangan kulit wajah atau pun kerutan di wajah namun memiliki masalah jerawat, baik yang masih meradang, atau pun ingin menghilangkan nodanya sekaligus mencerahkan kulit wajah, maka SKINDA sesuai untuk kamu masukan ke jadwal facial selanjutnya!  

    Perawatan yang ditawarkan banyak ragamnya. Dari facial hingga botoks, semua tertera jelas pada buku menu yang ada di ruang tunggu klinik. Ada 5 jenis peeling, 4 jenis RII (Regional Intralesional Injection), yaitu suntik untuk mengatasi jerawat atau pun bekasnya, 4 jenis facial untuk jenis kulit berbeda yaitu oily skin, sensitive skin, brightening dan antiaging, berbagai macam laser untuk berbagai macam kebutuhan, dari yang berguna untuk mengekstraksi jerawat hingga untuk menghilangkan bulu, filler, botoks, hingga lipolysis atau sedot lemak untuk mengurangi double chin atau pipi tembam.

    SKINDA menggunakan alat medis dengan teknologi dari ILOODA. ILOODA adalah salah satu produsen alat kesehatan terbesar dan paling terkenal di Korea Selatan. Semua alat telah diregistrasi pada DEPKES RI. Sedang, semua produk skincare yang digunakan adalah produk dari brand ternama Korea Selatan, thermoCEUTICAL, yang sudah terjamin dan digunakan oleh klinik besar dan terpercaya. Personally, Cosmo suka sunscreen-nya yang amat ringan, tak beraroma, cepat meresap dan tak berminyak sama sekali.

    Harga treatment-nya dari Rp200.000,- untuk RII, hingga Rp2.000.000,- untuk laser treatment. Sedang untuk facial, menurut Cosmo cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp350.000,-. 


    The Review:

    Siang itu, Cosmo bergegas mendorong pintu kaca untuk memasuki ruangan tunggu dari SKINDA Dermatology. Cosmo tak mendapat kesulitan mencapai klinik ini. SKINDA Dermatology berada di kiri jalan, sekitar 2km dari Pondok Indah Mall, bila kamu dari Jl. Metro Pondok Indah. Sedang, kalau kamu dari arah sebaliknya, maka SKINDA ada di kanan jalan, sekitar 500m dari Gandaria City. 

    SKINDA Dermatology cabang Jakarta mencakup dua lantai. Di lantai bawah, selain ada ruang tunggu dimana ada sofa nyaman lengkap dengan colokan listrik di pinggir senderan duduk agar bisa leluasa men-charge alat elektronik seraya menunggu, ada ruangan Clinic Manager, powder room dan toilet. Sedang, di lantai dua, ada ruangan dokter, beberapa ruangan facial, ruangan treatment dan toilet



    Resepsionis dengan ramah dan cekatan menyapa dan menawarkan minuman hangat sembari Cosmo menunggu mbak Dian, Clinic Manager SKINDA Dermatology muncul. FYI, di SKINDA Dermatology, para calon pasien dipersilahkan untuk berdiskusi dengan Clinic Manager dulu sebelum bertemu dan konsultasi dengan dokter spesialis. Setelah menjabarkan keluhan Cosmo, yaitu komedo, kulit kusam dan jerawat, Cosmo kembali dipersilahkan kembali ke ruang tunggu sebelum akhirnya diantar naik ke lantai 2 untuk menemui dokter spesialis yang telah ditunjuk. 

    Cosmo mendapat kesempatan untuk ditangani oleh dr. Erika Zoulba, Sp.KK. Selain dr. Erika, SKINDA Dermatology Jakarta memiliki 2 dermatologis lainnya yaitu dr. Sammy Yahya, Sp.KK dan dr. Siti Nurani Fauziah, Sp.KK. Setelah berbincang dengan Cosmo, dr. Erika pun menjelaskan proses yang akan dijalankan pada treatment pertama Cosmo, yaitu RII Acne, peeling dan cuRAS.

    Langkah pertama, wajah Cosmo dibersihkan dulu di ruang facial. Setelah bersih, wajah Cosmo difoto dulu di ruang dengan kamera khusus. Lalu, Cosmo pindah ke ruang treatment di mana dr. Erika sudah menunggu. RII Acne di dua bagian, yaitu pinggir pipi kiri dan tengah pipi kanan. Setelahnya, proses cuRAS dilaksanakan. CuRAS adalah laser treatment untuk mencegah terciptanya noda pada kulit, mengikis noda yang telah terjadi pada kulit wajah dan bantu mencerahkan tone kulit. Untuk treatment pertama ini, cuRAS tidak diaplikasikan pada seluruh kulit wajah, namun hanya pada noda bekas jerawat di beberapa bagian wajah. Di akhir, dr. Erika mengaplikasikan chemical peeling. Peeling di SKINDA agak berbeda dengan peeling di klinik lain. Bila biasanya peeling dioleskan lalu dibiarkan beberapa menit di wajah, memberikan sensasi gatal atau sedikit menggigit, dan diangkat dengan penyemprotan cairan penetral, maka di SKINDA proses hanya terdiri dari pengolesan cairan peeling! Peeling diaplikasikan dua kali oleh Dr. Erika. Setelahnya, Cosmo kembali ke ruang facial untuk menjalankan after-treatment.





    Untuk Cosmo, after-treatment di SKINDA juga merupakan poin unik yang buat SKINDA berbeda dengan klinik lain. Sebagai pelanggan facial di klinik kecantikan, Cosmo tahu proses pemakaian masker setelah facial atau pun treatment itu wajib hukumnya. Uniknya, di SKINDA, after-treatment tak hanya mencakup masker namun juga pengaplikasian ION dan penggunaan light mask.

    Setelah penggunaan serum, wajah Cosmo ditutupi oleh sejenis kain kasa, lalu setelahnya dilapisi oleh masker kental yang dilumuri ke seluruh wajah. Lalu, alat ION diletakkan di sekitar wajah, dan Cosmo diminta untuk menggenggam tuas yang telah dilapisi sponge lembap. Tuas tersebut memiliki getaran halus yang tersalur ke seluruh wajah. Proses ini berlangsung selama 20 menit. Selanjutnya, kain kasa diangkat, dan moisturizer juga sunscreen digunakan pada wajah Cosmo. Selesai deh, treatment pertama ini!

    Perbedaan yang paling dirasa dari treatment pertama Cosmo di SKINDA Dermatology ini adalah sudah pasti kulit terlihat lebih cerah berkat double peeling-nya. Untuk jerawat dan komedo, belum terlihat ada perubahan, kecuali jerawat yang telah disuntik yang berangsung-angsur kempis dalam 2 hari.


    Dua minggu kemudian, Cosmo kembali untuk treatment kedua. Kali ini, dr. Erika menyarankan untuk melakukan ekstrasi komedo, peeling dan cuRAS. Eksktrasi dilakukan manual setelah pembersihan wajah. Surprisingly, rasa sakit saat pengeluaran komedo ini tergolong biasa saja dibanding ekstraksi di beberapa klinik facial lainnya. Mungkin karena beautician SKINDA hanya mengeluarkan komedo yang memang sudah ada “mata”nya.

    Setelah ekstraksi, Cosmo kembali ke ruangan treatment untuk menjalankan cuRAS. Kali ini, cuRAS diaplikasikan ke seluruh wajah. Rasanya? Tak sakit, kok. Hanya terasa sedikit menggigit namun tetap nyaman. Lalu, dr. Erika mengaplikasikan peeling dengan formula milk yang berguna untuk membantu mencerahkan wajah dan mengatasi masalah jerawat. Oh ya, formula milk ini juga aman digunakan untuk wanita hamil dan menyusui, lho! Sebelum meninggalkan ruang treatment, beautician menyuntikkan obat anti radang di otot lengan Cosmo. Dikarenakan Cosmo telah menjalankan ekstraksi dan laser, dimana kedua treatment tersebut melukai kulit wajah hingga lapisan yang cukup dalam, maka dibutuhkan obat anti radang untuk mengantisipasi terjadinya radang atau iritasi pada kulit. Lengan terasa pegal setelahnya selama 15 hingga 20 menit. 

    Untuk after-treatment kali ini masih sama dengan yang pertama namun perbedaannya setelah penggunaan ION, ada penggunaan light mask. Kedua mata Cosmo ditutup dengan kacamata khusus sebelum penggunaan masker yang mengeluarkan sinar ini. Penyinaran berlangsung 10 menit, baru pengaplikasian moisturizer dan sunscreen.


    Untuk aftercare, Cosmo diberikan cream yang wajib digunakan selama 3 hari setelah proses laser. Seperti biasa, kulit tak disarankan untuk terpapar sinar matahari, hindari dulu penggunaan makeup setelah treatment hingga keesokan harinya, juga olahraga high impact, konsumsi alkohol serta penggunaan krim malam selama 3 hari. 


    Setelah treatment kedua, bekas jerawat di kulit Cosmo terlihat merah hingga pagi keesokan harinya. Warna merah tersebut mulai pudar di hari kedua dan ketiga. Di hari keempat, noda bekas jerawat sudah amat memudar. Secara keseluruhan, kulit wajah terlihat lebih cerah, segar dan glowing serta penggunaan makeup jadi lebih menempel. Komedo yang buat kulit jadi kasar saat diraba juga jadi jauh berkurang! Cosmo bahkan nyaman tak menggunakan concealer di hari-hari selanjutnya, padahal biasanya Cosmo selalu mengandalkan concealer sehari-hari untuk menyamarkan noda dan buat warna kulit terlihat lebih rata dan cerah.


    (Foto: Dok. SKINDA Dermatology)