Fashion

Forever 21 Telah Mengajukan Bangkrut

  by: Shamira Priyanka Natanagara       1/10/2019
  • Merek fast fashion ternama, Forever 21, dengan lebih dari 800 toko di 57 negara telah mengajukan kebangkrutan pada tanggal 30 September kemarin. 

    Minggu lalu, perusahaan ini mengatakan bahwa mereka berencana untuk menutup semua gerai di Jepang pada akhir Oktober, tapi sampai sekarang perusahaan ini mengajukan bab 11 kebangkrutan. Ini berarti daripada sepenuhnya tutup, Forever 21 akan melakukan restrukturisasi dan pembayaran kreditur dari waktu ke waktu agar bisnis tetap berjalan. Daftar aset Forever 21 dikabarkan bernilai USD1 milyar hingga USD10 milyar.





    Ini adalah salah satu kasus di mana gerai ritel harus berjuang untuk menghadapi konsumer yang berpindah ke toko online. Pada awal tahun ini, Debenhams dimasukkan ke dalam administrasi, dengan 50 gerai masih berisiko tutup. Merek fesyen Inggris Jack Willis dibeli dari administrasi pada bulan Agustus kemarin oleh Sports Direct, dan pada bulan yang sama ritel online Boohoo membeli Karen Millen setelah berada di administrasi untuk waktu yang singkat.

    Forever 21 mengatakan bahwa mereka akan menutup kebanyakan gerai di Eropa dan Asia dan terus beroperasi di Amerika Latin dan Meksiko, tetap berjalan menggunakan USD75 juta yang diperoleh dari pemberi pinjaman baru dan USD275 juta dari pemberi pinjaman yang sudah ada.



    Merek fesyen ini didirikan oleh keluarga Chang, yang beremigrasi dari Korea Selatan. Pada puncaknya di tahun 2015, keluarga ini bernilai USD5.9 milyar, tapi tiga tahun kemudian mereka tergeser dari daftar miliarder Forbes.

    Forever 21 telah meyakinkan konsumer bahwa mereka akan tetap beroperasi seperti normal untuk sekarang.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Images: Dok. Cosmopolitan UK)