Love & Sex

10 Ketakutan Terbesar Pria dan Tips untuk Membantu Mereka

  by: Kezia Calesta       2/10/2019
  • Si dia boleh saja tampak begitu cool, sukses, dan percaya diri di hadapanmu. Tapi jangan tertipu tampilan luar pria – sama halnya dengan wanita, pria juga punya kekhawatiran dalam hidup. Memang tak gampang memecahkan isyarat rahasia pasangan kamu, tapi tak ada salahnya mencari tahu! Berikut ini 10 ketakutan terbesar pria, dan cara mengatasinya.


    1. Ditolak Kekasih

    Pria adalah makhluk pencemas. Setiap saat mereka menunjukkan ketertarikannya kepadamu, mereka merasa akan mengekspos kelemahan diri mereka. Mereka memasrahkan hati di genggamanmu. Jadi, bila kamu memang betul-betul suka kepadanya, perlakukan dia penuh perhatian. Meski pacar kamu tangguh di dunia kerja dan pergaulan, bisa jadi pada dasarnya dia orang yang peka yang penuh rasa ingin tahu dan memiliki sisi romantis.





    Dia ingin membangun rasa kepercayaan, serta merayu untuk menunjukkan betapa peka dan keingintahuannya tentang dirimu. Bantulah dengan mengajukan komentar-komentar kecil yang membantu. Atau, sikap tubuh yang bersahabat seperti merapatkan badana saat berbincang dengannya akan menjadi lampu hijau. Mengisyaratkan kalau kamu bersedia menerima dirinya.


    2. Gajinya Kelewat Kecil

    Banyak pria beranggapan kalau tingkat keberhasilan yang diperoleh secara profesional akan merefleksikan harga dirinya dengan jelas. Bila pria tak memperoleh apa yang diinginkan dari pekerjaan di kantor atau kurang sukses di karier, dia akan merasa rendah diri. Harga dirinya turut melorot… terlebih bila gaji kamu lebih besar dari dirinya! Rasa rendah diri pun akan terus bertambah.



    Ada banyak yang bisa kamu lakukan untuk mengusir kerisauannya. Pertama, katakanlah kalau kamu jatuh hati pada kebesaran hatinya, dan kamu akan selalu menghargainya. Bila si dia tetap bersikeras mengejar harta, berilah dukungan kepada dirinya, dan tunjukkan dorongan dengan meyakinkan kalau hal tersebut bisa dicapai.


    3. Tubuh Gemuk

    Bentuk tubuh jadi patokan baru. Bukan hanya wanita yang terobsesi pada tubuh model di majalah, kaum pria juga self-conscious akan tubuh mereka. Karena itu, saat ini pria lebih khawatir bila perutnya membesar akibat kurang olahraga atau alkohol. Daripada mencela, doronglah dirinya memperbaiki deadaan tubuhnya tanpa menyinggung dan melukai perasaannya.



    Bila ia sudah berusaha untuk menjalankan gaya hidup yang lebih sehat, dukung dengan memujinya atau picu semangatnya dengan mengajak olahraga bersama. Jangan memanggilnya dengan julukan yang menyinggung berat badannya, ya. Kamu juga pasti diam-diam risih jika panggilan sayangmu menyinggung berat badan, kan?


    4. Kepala Tandus

    Biarpun ada saja selebriti dengan rambut minim yang dianggap seksi, kebotakan hampir tak dapat dihindari. Mulai menyerang pria di usia 20an, begitu kata Marc Avram, MD, direktur bedah kosmetik New York Hospital, Cornell Meddical Center. Di mata pria, datangnya kebotakan itu bagaikan tibanya saat kematian. Suatu peristiwa yang tak dinanti, apalagi disambut dengan gembira. 



    Bila kepala si dia agak tandus, katakan kalau kamu menyukai dia apa adanya. Atau, berilah pujian kalau dia tampak lebih seksi dan dewasa. Tentu saja ada pria yang cemas dengan kerontokan rambutnya, jangan meledek bila tidak ingin kepercayaan dirinya runtuh.


    5. Bak Hutan Belantara

    Di zaman purba, semakin banyak rambut, dianggap makin seksi. Tapi sekarang, pria modern yang punggungnya dipenuhi rambut atau helaian rambut menyembul dari lubang hidung serta telinga dapat membuat ilfil. Bila kamu tak keberatan akan kelebihan ini, katakan sejuurnya. Namun bila mengganggu bagi kamu, langsung sampaikan cara mengatasinya. Katakan, “Kalau kamu mau, saya tahu orang yang bisa mengatasi masalah ini.”





    6. Bertemu Calon Mertua

    Sesungguhnya, orangtua itu di mana pun sama saja. Mereka manusia biasa. Tapi bagi pasanganmu, calon mertua bisa menjadi mimpi terburuk mereka. Ingatlah, saat mengundang pasangan untuk menemui orangtua, berarti kamu telah mengundangnya dalam acara “seleksi” untuk memenangkan hati mereka. So, si dia biasanya mencoba menghindari ajakan ini dengan mengatakan, “Oh, saya tidak ada waktu minggu ini,” namun tidak mengajukan hari lain untuk menggantikannya. 



    Jangan ciut hati, tegaskan bahwa ini hanya acara biasa dan orangtua kamu bukanlah makhluk yang mengerikan. Bila ia masih tidak ingin menemui mereka, jangan paksakan dan tunggu momen yang tepat setelah kamu sudah melewati relationship milestone berikutnya.


    7. Janji Hidup Semati

    Kontrol adalah segalanya buat pria. Mereka akan berusaha sekuat tenaga menjadi penentu segalanya. Dari sekitar 600 pria yang menjawab survei All About Men Sex, 55% mengatakan kalau mereka tak pernah kehilangan arah selama menjalani sebuah hubungan dengan komitmen. Yang menjadi ketakutan mereka adalah bila telah mengikrarkan komitmen, kebebasannya akan terhampas. Dia takut bila telah mengakui perasaannya, dia akan kehilangan kendali dan juga waktu bersama teman-temannya. Jadi cobalah pahami dirinya dan berikan dia waktu setiap minggu untuk guys’ time bersama teman-temannya. Kamu tidak harus selalu bersama 24/7, kan? Berikut adalah 19 fase hubungan yang dialami setiap pasangan dan cara menyalakan gairah cinta dalam hubunganmu.



    8. Tak Memuaskan di Ranjang

    Kepuasan kamu adalah keinginan seorang pasangan yang mencintaimu. Itu adalah hukum tertinggi dalam benak pria, namun ia tidak bisa menjadi seorang pro bila kamu segan dalam membimbingnya. Ajarkan dirinya untuk melakukan apa yang bisa mendatangkan kepuasan bagimu, dan berikan kalimat pujian yang bisa mendongkrak egonya. Saat bercinta dan titik kenikmatan kamu tak disentuh, bimbing si dia untuk menemukan titik ajaib itu. Psst, berikut cara bikin pasangan lebih memuaskan kamu di ranjang.



    9. Ukurannya Kurang Besar

    Rasanya 99% pria yakin kalau wanita megharapkan pasangannya memiliki alat vital lebih besar. Buat kamu, mungkin ukuran bukan masalah. Tapi buat pria, mereka semua diam-diam ingin ukuran XL. Ketakutan terbesar mereka? Bila Mr. Happy bahkan tak memenuhi ukuran standar.



    Untuk mengatasi ketakutan psikologis tersebut, tolak dengan halus pembicaraan yang berkaitan dengan kekhawatiran soal ukuran. Bila dia memaksa ingin tahu pendapatmu, beri jawaban yang tepat dan katakan bahwa size is not everything. Yang penting adalah kemauannya untuk memuaskanmu – tidak hanya dengan Mr. Happy, tetapi juga dengan jemari dan lidahnya!


    10. Disfungsi Ereksi

    Bila terjadi di awal pernikahan, kemungkinan dia terlalu khawatir tidak bisa memuaskan kamu. Bila status menikah sudah berjalan lama, penyebabnya mungkin berbagai macam persoalan yang berkecamuk di kepalanya. Bisa soal karier, masalah keuangan, kelelahan, atau masalah lain. Cobalah untuk lebih santai dan jangan memojokkan atau memintanya membeli alat bantu. Berikut adalah 7 alasan hilangnya ereksi pria dan cara mengatasinya.



    (Image: doc. Dean Drobot©123RF.com / Source: Cosmopolitan Indonesia "Oh, I'm So In Love... Relationship And Romance Guide Book")