Love & Sex

10 Tanda Pasangan Kamu Narsis Dan Cara Mengatasinya

  by: Kezia Calesta       4/10/2019
  • How much do you love yourself? Semua orang patut mencintai dirinya sendiri, namun ada perbedaan di antara self-love dan narcissism. Kepribadian narsistik yang Cosmo ingin bahas bukanlah “narsis” yang gemar berfoto selfie berkali-kali atau terlalu gemar bercerita tentang diri sendiri… tetapi narcissistic personality disorder (NPD). Menurut situs Healthline, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders menyatakan kriteria NPD sebagai berikut:


    1. Bersifat arogan dan angkuh
    2. Kurang memiliki rasa empati
    3. Butuh perhatian dan pujian dari orang lain
    4. Merasa bahwa dirinya lebih penting dan istimewa dari orang lain
    5. Hanya ingin berteman dengan orang “penting” yang berstatus tinggi
    6. Seringkali memanfaatkan orang lain untuk kepentingan sendiri
    7. Sering cemburu atas keberhasilan dan kebahagiaan orang lain
    8. Merasa orang lain sering cemburu pada dirinya yang sempurna





    But alas, love is blind. Mendiagnosa seseorang dengan NPD tidak semudah itu, khususnya jika kamu sedang menjalin hubungan dengannya! Namun satu hal yang pasti – menjalani hubungan dengan seseorang yang berkepribadian narsistik tidak baik untukmu. Apakah pasanganmu menunjukkan tanda-tanda berikut?


    1. Ia memiliki pesona… di awal hubungan

    Di masa pendekatan, si dia mengejarmu dengan romantis dan menunjukkan kasih sayangnya dengan antusias. Ia akan memuji kecantikanmu, kepintaranmu, atau berkata bahwa kalian berdua sangat cocok bersama. “Orang narsistik berpikir bahwa mereka berhak mendapat seseorang yang spesial, karena mereka pikir hanya sesama orang istimewa yang bisa mengerti dirinya dan memberikan apresiasi yang ia butuhkan,” jelas Nedra Glover Tawwab, founder dari Kaleidoscope Couseling.



    “Bila kamu merasa bahwa ia terlalu cepat mengutarakan ‘I love you’, mungkin perasaanmu memang benar. Bila kamu berpikir ia belum terlalu mengenalmu untuk berkata ‘I love you’, mungkin mereka memang tidak benar-benar mencintaimu,” jelas terapis Rebecca Wiler, LMHC. Orang dengan NPD akan selalu mencoba untuk menjalin hubungan yang erat di awal sebuah hubungan. Namun jika kamu melakukan satu hal yang mengecewakannya... ia akan langsung menyerangmu. 


    2. Ia memotong percakapan untuk membicarakan dirinya sendiri

    “Orang narsistik sangat suka membicarakan pencapaiannya secara berlebihan,” jelas psikoterapis Jacklyn Krol, LCSW, dari Mind Rejuvenation Therapy. “Mereka melakukan ini karena mereka merasa lebih pintar dan istimewa dari orang lain, dan karena mereka jadi punya alasan untuk tampil lebih percaya diri.” Mereka juga terlalu sering membicarakan dirinya sendiri dan tampak kurang tertarik dengan kehidupanmu. Apa yang terjadi saat kamu membicarakan dirimu kepadanya? Apakah ia menunjukkan ketertarikan dan melontarkan pertanyaan, atau mereka malah membuat ceritamu tentang dirinya sendiri?


    3. Ia terobsesi dengan pujian

    Orang narsistik tampak sangat percaya diri, namun menurut Tawwab, kebanyakan orang NPD sebenarnya kurang percaya diri. Maka dari itu, mereka membutuhkan banyak pujian… dan jika kamu jarang memujinya, ia akan memancingmu. “Orang narsistik menggunakan orang lain (khususnya yang berempati) untuk memenuhi wadah ‘harga diri’ dan membuatnya merasa lebih powerful. Ego mereka mudah terluka, maka mereka sangat membutuhkan pujian,” jelas Shirin Peykar, LMFT.



    Orang yang benar-benar percaya diri tidak akan bergantung kepada dirimu atau orang lain untuk mendapatkan pujian dan merasa bahagia. “Bedanya orang percaya diri dengan orang NPD adalah mereka butuh validasi dari orang lain, dan mereka cenderung menjelekkan orang lain untuk merasa lebih baik.”


    4. Ia kurang berempati

    Merasa ia tidak peduli akan perasaan orang lain? Menurut Walfish, “Orang NPD tidak dapat memberikanmu validasi ataupun bersifat pengertian, karena mereka tidak mengerti perasaan orang lain.” Apakah pasanganmu peduli jika kamu memiliki masalah di kantor atau bertengkar dengan orangtua atau sahabat? Atau ia malah bosan saat kamu menumpahkan perasaanmu kepadanya?



    5. Ia tidak memiliki banyak teman lama

    Kebanyakan orang narsistik tidak memiliki banyak sahabat yang sudah ia kenal sejak lama. Why? Perhatikan koneksinya dan kamu pun akan menyadari bahwa ia hanya memiliki banyak kenalan, beberapa teman dekat yang sering ia kritik di depanmu, dan musuh. Maka dari itu, jangan kaget bila pasanganmu tidak senang jika kamu ingin menghabiskan waktu dengan teman-temanmu. Ia akan membuatmu merasa bersalah karena sudah meninggalkannya demi quality time bersama teman-temanmu, dan ia juga tidak akan menyukai orang-orang yang dekat denganmu.


    6. Ia bisa menjadi seorang bully

    Mungkin awalnya pasanganmu hanya meledek kamu dengan playful… namun lama-lama, ia semakin sering mengejek dan membuatmu merasa terganggu. Sekarang, apapun yang kamu lakukan menjadi bahan ejekan untuknya.

    “Ia akan merendahkan dirimu, menyindir, dan membuat candaan tentangmu yang sudah tidak lagi lucu,” jelas Peykar. “Tujuannya adalah untuk menurunkan harga diri orang lain supaya ia merasa lebih baik tentang dirinya sendiri.”





    Warning: Bila kamu berhasil mencapai sebuah kesuksesan dan pasanganmu malah mengkritik atau berkata bahwa kamu bisa sukses karenanya, it’s time to get out. Ia mau kamu tahu bahwa kamu tidak lebih baik darinya.


    7. Ia memanipulasi kamu

    Orang narsistik dapat berbohong, menuduh orang lain, dan memutarbalikkan fakta utuk kepentingannya sendiri. Ini tanda bahwa kamu telah menjadi korban manipulasi:

    1. Kamu merasa kepribadianmu telah berubah.
    2. Kamu merasa kurang percaya diri dan mudah khawatir.
    3. Kamu sering bertanya-tanya jika kamu terlalu sensitif.
    4. Kamu merasa bahwa semua hal yang kamu lakukan salah.
    5. Kamu sering meminta maaf.
    6. Kamu merasa ada yang salah, tapi kamu tidak yakin apa.
    7. Kamu sering membuat alasan untuk kelakuan negatif pasanganmu.
    8. Kamu sering berpikir dua kali sebelum menjawab pertanyaan sang pasangan.
    9. Kamu selalu menyalahkan diri sendiri saat masalah timbul.



    “Orang narsistik melakukan ini untuk merasa lebih superior. Mereka ingin dipuja, maka mereka menggunakan taktik manipulasi untuk menaklukkanmu,” ungkap Peykar. Berikut 7 tanda hubungan manipulatif yang wajib kamu hindari.


    8. Ia selalu merasa benar dan jarang meminta maaf

    Bertengkar dengan orang narsistik seperti sedang meninju dinding. “Kamu tidak bisa berdebat dengan logis atau berkompromi dengan orang NPD, karena mereka selalu merasa benar,” jelas Tawwab. Bila kamu merasa bahwa pasanganmu tidak mau mengerti atau melihat dari perspektifmu, tidak bertanggung jawab, dan tidak mau berkompromi, untuk apa terus berjalan di sampingnya?



    9. Ia panik saat kamu mau meninggalkannya

    Saat kamu mundur, orang narsistik akan langsung bekerja ekstra keras agar kamu membatalkan keputusanmu untuk meninggalkannya. Ia akan membanjirimu dengan kasih sayang dan menyanyikan ucapan-ucapan manis untuk membuatmu berpikir bahwa ia telah berubah. Namun lambat laun, kamu akan sadar bahwa ia tidak akan bisa berubah. Maka dari itu, orang NPD sering terjalin dalam hubungan putus-nyambung sampai ia bertemu dengan ‘korban’ selanjutnya.



    10. Saat kamu benar-benar pergi, ia mengamuk

    Jika kamu telah membulatkan tekad, ia akan mencoba untuk menyakitimu karena sudah berani meninggalkannya. “Ego-nya sangat terluka dan ia pun akan membencimu. Ingat, ia berpikir bahwa segala hal buruk yang terjadi adalah salahmu, maka ia pun bisa menjelekkanmu ke orang-orang yang ia kenal atau langsung mencari pacar baru untuk membuatmu sedih,” ungkap Peykar. Alasannya? Reputasi baik adalah prioritas utamanya.



    Ingin move on? Berikut tips yang bisa kamu praktikkan.

    Ingatkan diri sendiri bahwa kamu layak mendapat seseorang yang lebih baik.

    Jalin hubungan yang lebih erat dengan teman-teman yang mengerti perasaanmu.

    Habiskan lebih banyak waktu dengan teman dan keluarga yang bisa terus mendukungmu untuk move on.

    Cari bantuan dari terapis dan jangan hubungi mantan pasanganmu lagi.


    Ingat, kamu tidak bertanggung jawab atas sikap mereka, namun kamu bertanggung jawab atas kebahagiaanmu sendiri.


    (Image: doc. iakovenko©123RF.com / Source: Healthline)