Love & Sex

Pasangan Kamu Masih Diganggu Mantannya? Baca Tips Ini

  by: Kezia Calesta       6/10/2019
  • Biar sudah bilang putus, tapi kamu masih melihat wanita itu selalu berusaha berhubungan dengan si dia yang kini resmi jadi kekasihmu. Yakin ini bukan masalah yang perlu ditangani? 





    Masa lalu biarlah berlalu - ungkapan ini terdengar simpel dan bijak. Tapi saat dihantui rasa cemburu dengan kisah cinta lama pasanganmu, pepatah itu tak lagi berlaku! Terlebih kalau jelas-jelas, pasanganmu masih sering bertemu atau berkomunikasi dengan mantannya. Bisa saja si dia memberi penjelasan dengan berkata hanya sekedar teman untuk melegakanmu. Namun bisa dimengerti, tidak mudah memang untuk menghilangkan kekhawatiran yang sangat mengganggu itu. Takut pacar masih sayang dengan mantannya, atau khawatir kalau diam-diam kekasih bikin janji kencan dengan mantannya. Geram dan lelah dengan urusan mantan pacar si dia? Relax! Segera baca tip Cosmo berikut.


    1. Jangan cepat terpancing

    Telinga rasanya mau terbakar. Beberapa kabar mengatakan kalau pacarmu terlihat bersama dengan mantannya… dan setiap ditanya, si dia sudah siap dengan 101 alasan jitu. Tenang dulu - redam emosi dan jangan langsung meledak begitu saja. Si dia justru bisa lebih efensif lagi kalau secara tiba-tiba kamu serang dengan beragam tuduhan yang menyudutkannya. Biar begitu, bukan berarti kamu lalu menutup telinga rapat-rapat dari berita sekitar dan menanggapnya angin lalu, kan? Mendengarnya dengan kepala dingin adalah solusi agar bisa berpikir rasional.



    2. Kuatkan komunikasi

    Pengertian. Sebuah kata yang jadi senjata untuk bisa memahami pasangan. Yang perlu diperhatikan adalah kemampuan tiap individu untuk mengobtrol egonya saat komunikasi sedang berlangsung. Mungkin akan sulit dilakukan, apalagi saat kamu dipenuhi rasa cemburu. Meski terkesan lebih slow, jangan sampai jalan pikiran kamu dikendalikan oleh rayuan-rayuan mautnya. Pandanglah masalah ini dengan cara yang lebih objektif agar komunikasi makin lancar, dan suarakan isi hatimu bahwa kamu tidak nyaman saat ia menghabiskan waktu dengan sang mantan. Bila ia seorang pasangan yang pengertian, ia juga seharusnya dapat mengerti keinginanmu dan berusaha untuk membuatmu tenang.



    3. Jadikan “dia” teman

    Ew, seriously? Yes! Ingat, saat ini statusmu sebagai kekasih, sedangkan mantannya adalah kisah lama. Jadi, kenapa kamu tidak yakin saja dengan posisimu sekarang? Berpikirlah secara sehat. Dengan bersikap percaya diri dan menunjukkan kamu mau mengenal dan berteman dengan mantan pasanganmu, itu bisa lebih menguntungkan. Dengan cara ini, si wanita bekas pacar itu lebih berempati dan terbuka.





    4. Jadi detektif

    Sedikit selentingan tentang pacarmu kadang bisa membuat hati tak karuan. Coba untuk menyelidiki perlahan. Bisa dilihat dari gerak-geriknya, komunikasi langsung, atau mencari info dari temannya yang kamu percaya. Dari bukti-bukti yang didapatkan, kamu bisa mantap untuk minta kejelasan akan masalah yang ditakutkan. Namun usahakan untuk tetap bersikap obyektif dalam menghadapi situasi ini, OK?



    5. Tunjukkan nilai lebih kamu

    Rupanya bukan dunia kerja saja yang penuh persaingan. Kalau kamu tak hati-hati, peluang orang lain untuk merebut hati pacar bisa saja terjadi. So, jangan langsung kehilangan nyali - kamu harus punya tekad untuk memertahankan orang yang kamu cintai. Buktikan kalau hanya kamulah yang layak dipertahankan - dan jika pasanganmu sendiri tidak bisa melihatnya, then say goodbye! Ia yang tidak layak untukmu, bukan sebaliknya.



    6. Tetaplah jadi dirimu

    Dari sekian cara yang telah dicoba, faktor penting yang ikut berperan adalah keyakinan menjadi diri sendiri. Jangan terpancing untuk menjadi sosok yang berbeda atau sama sekali tak kamu kenal. Misalnya ketika melihat mantannya bersifat kalem, sedangkan kamu berkarakter ceria. Bisa jadi kamu berpikir kalau si dia lebih menyukai pribadi yang tenang dan secara otomatis kamu pun mengubah gaya. Kekhawatiran yang tak beralasan ini gampang sekali menyerang saat seseorang terbakar rasa cemburu. Efeknya adalah merasa dirinya kurang menarik dan emosi menjadi labil. Ingat, pasanganmu seharusnya mencintai kamu apa adanya - bila ia menuntut banyak perubahan darimu yang bukan untuk kebaikanmu sendiri, lebih baik mencari pasangan lain yang lebih cocok untukmu.



    (Image: [email protected] / Source: Cosmopolitan Indonesia "Oh, I'm So In Love... Relationship And Romance Guide Book")