Career

8 Wanita Ini Ungkap Gaji Pertama Mereka Seusai Lulus Kuliah

  by: Alvin Yoga       7/10/2019
  • Setelah melangkah naik ke atas panggung untuk menerima gelar sarjana serta puas berfoto dengan sesama kolega kampus, seringnya para fresh graduates mulai dipenuhi dengan kecemasan mengenai apa yang menanti di depan: Bagaimana sih cara mencari pekerjaan dan menyebar CV, apa pekerjaan pertama yang betul-betul kita inginkan, serta berapa besar gaji yang akan didapat.

    Dari sekian banyak pertanyaan yang menjadi pergumulan, salah satu yang paling jarang kita pikirkan mungkin adalah: Seberapa besar pengeluaran yang akan dihadapi ketika harus mulai mandiri nanti. Padahal, akumulasi pengeluaran mulai dari biaya kos, cicilan handphone baru yang diidam-idamkan, sampai tagihan kartu kredit, jika dijumlahkan bisa membuat sakit kepala, belum lagi kita masih harus membeli keperluan utama seperti biaya makan dan transportasi, dan jangan lupa pengeluaran untuk hangout bersama pasangan atau the girls di akhir pekan.

    Berdasarkan data yang didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS), per Maret 2019 gaji bersih karyawan di kelompok umur 20-24 – yaitu usia fresh graduate – pembulatannya adalah sekitar Rp2.240.000 per bulan – masih di bawah rata-rata gaji pegawai secara nasional yaitu sekitar Rp2.790.000,-.



    Now here's the question: seberapa besar sebenarnya gaji yang bisa didapatkan oleh para fresh graduates? Dengan jumlah gaji tersebut, bisakah para fresh graduates membayar seluruh pengeluaran sendiri ketika memasuki dunia kerja? Delapan perempuan yang Cosmo wawancara membeberkan apa yang bisa (dan tidak bisa) mereka lakukan dengan gaji pertama yang mereka dapat setelah meninggalkan bangku kuliah.

    P.S. Delapan perempuan yang Cosmo wawancara tinggal dan bekerja di Jakarta.

    Rata-rata gaji Indonesia didapatkan dari id.indeed.com


    1. Rafelia


    Sudah berapa lama Anda bekerja di posisi tersebut?

    1 tahun.


    Apa saja pengeluaran terbesar Anda setiap bulannya?

    Makan di luar rumah. Saya hobi makan, dan suka sekali mencoba makanan baru. That’s why ketika teman-teman mengundang untuk hangout, biasa saya langsung mengiyakan. Di Jakarta, untuk pengeluaran tersebut saya biasa menghabiskan minimal Rp100.000,-, dan untuk restoran yang terbilang bagus saya bisa menghabiskan Rp200.000,-. Buruknya, saya jadi tidak bisa mengontrol pengeluaran untuk biaya makan di luar rumah :( Di luar bujet untuk makan, saya rasa pengeluaran lain tak menjadi masalah.


    Dengan gaji tersebut, apa yang tidak bisa Anda lakukan (atau beli)?

    Setelah bekerja dan tahu bahwa mencari uang itu sulit serta melelahkan, saya menganggap pakaian baru dan makeup kini masuk dalam kategori luxurious things. Jadi, sebisa mungkin saya akan menghindari pembelian barang-barang di atas – meski sebagai perempuan tentu saja saya tertarik dan ingin sekali membeli hal-hal tersebut. Namun saya memutuskan bahwa lebih baik sisa uang yang saya dapatkan ditabung saja untuk hobi traveling dibanding membeli pakaian baru. Triknya, ketika membeli pakaian, saya mencari yang trennya tidak cepat hilang serta mudah di-mix & match, jadi bisa terus dipakai berulang kali.


    Apakah Anda sempat bernegosiasi soal gaji ketika wawancara kerja kemarin?

    Saya ingin meminta kenaikan gaji, tapi belum berani karena saya tahu perusahaan kecil tersebut sepertinya belum bisa memberi lebih.


    Berapa banyak yang bisa Anda tabung/simpan/investasikan dari gaji tersebut?

    20% dari gaji selalu saya sisihkan untuk investasi. Beberapa saya masukkan ke dalam saham, beberapa ke reksa dana, sisanya ke pasar uang. Saya tidak terlalu pandai menabung, jadi investasi menjadi pondasi menabung saya. Saya juga masih belajar untuk menabung demi emergency fund. Inginnya sih, mengambil side job untuk menambah pemasukkan, tapi dengan pekerjaan saya yang sekarang saja saya sudah kewalahan.


    Menurut Anda, apakah Anda sudah mendapatkan gaji yang sesuai dengan jobdesk Anda?

    Tentu saja tidak! Tapi yang namanya bekerja, ya memang seperti ini. Terkadang saya penasaran sih, kalau bekerja di perusahaan lain, kira-kira worth saya berapa ya?


    2. Putri


    Sudah berapa lama Anda bekerja di posisi tersebut?

    Sekitar lima bulan.


    Apa saja pengeluaran terbesar Anda setiap bulannya?

    Saya masih tinggal bersama orang tua, jadi saya tak perlu mengeluarkan uang untuk kos, laundry, listrik dan air. Saya rasa pengeluaran terbesar adalah untuk transportasi dan bensin. Setiap hari saya membawa mobil ke kantor, jadi untuk uang bensin dan biaya parkir sekitar Rp1.700.000,- sebulan. Biaya untuk makan siang dan ngemil di kantor juga cukup besar, sekitar Rp50.000,- sampai Rp70.000,- sehari – hitung saja rata-ratanya Rp1.300.000,- sebulan. Oh ya, saya juga membayar cicilan handphone sebesar Rp1.200.000,- tiap bulan. Sisanya untuk hangout dengan teman-teman di akhir pekan.


    Dengan gaji tersebut, apa yang tidak bisa Anda lakukan (atau beli)?

    Yang pasti saya harus mengubah kebiasaan belanja dan ke salon. Tadinya saya biasa datang ke salon sebulan sekali untuk manicure, sekarang tidak bisa lagi. Untuk beli sepatu dan pakaian baru pun harus pikir-pikir dulu. Terkadang untuk mengurangi pengeluaran makan siang, saya membawa bekal ke kantor, kadang rela tidak beli kopi atau jajan seharian, terutama menjelang akhir bulan. Kalau memang betul-betul tidak cukup, biasa saya meminta bantuan orang tua untuk “subsidi”.


    Apakah Anda sempat bernegosiasi soal gaji ketika wawancara kerja kemarin?

    Tidak.


    Berapa banyak yang bisa Anda tabung/simpan/investasikan dari gaji tersebut?

    Tidak ada, jika ada kelebihan gaji biasanya akan saya gunakan untuk kebutuhan di bulan berikutnya.


    Menurut Anda, apakah Anda sudah mendapatkan gaji yang sesuai dengan jobdesk Anda?

    Sepengetahuan saya, gaji untuk fresh graduate memang berada di kisaran tersebut, dan karena pekerjaan serta tanggung jawab saya belum seperti para senior di kantor, saya rasa gaji tersebut sudah cocok.


    3. Devina


    Sudah berapa lama Anda bekerja di posisi tersebut?

    Sekitar empat bulan.


    Apa saja pengeluaran terbesar Anda setiap bulannya?

    Karena masih tinggal bersama orang tua, beberapa kebutuhan primer saya masih dibantu. Pengeluaran yang terbesar sepertinya skin care, yang kedua adalah kopi untuk menunjang performa kerja saya. Untuk dua kebutuhan tersebut, saya bisa menghabiskan separuh dari pendapatan.


    Dengan gaji tersebut, apa yang tidak bisa Anda lakukan (atau beli)?

    Tiket pesawat untuk traveling. Saya suka berkeliling ke luar negeri untuk refreshing. Tapi dengan income yang pas-pasan, mau tidak mau saya harus set aside keinginan tersebut dan menggunakan gaji saya untuk keperluan primer terlebih dahulu.


    Apakah Anda sempat bernegosiasi soal gaji ketika wawancara kerja kemarin?

    Tidak, karena banyak yang interested di perusahaan tempat saya bekerja sekarang, sehingga saya tak mau mengambil risiko.


    Berapa banyak yang bisa Anda tabung/simpan/investasikan dari gaji tersebut?

    80% gaji saya tabung untuk keperluan traveling. Sisanya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Mengapa bisa sebesar itu? Kebetulan saya masih diberi uang oleh orang tua, dan masih ada sedikit penghasilan dari bisnis kecil saya.


    Menurut Anda, apakah Anda sudah mendapatkan gaji yang sesuai dengan jobdesk Anda?

    Tidak. Saya sering sekali harus lembur untuk memastikan proyek yang saya pegang berjalan lancar, padahal untuk lembur tidak dihitung overtime dan tidak diberi uang lembur. Tapi karena saya masih fresh graduate, saya rasa saya tidak bisa menawar gaji. Jadikan saja hal ini sebagai pembelajaran dan mencari pengalaman kerja.


    4. Felicia


    Sudah berapa lama Anda bekerja di posisi tersebut?

    Sekitar lima bulan.


    Apa saja pengeluaran terbesar Anda setiap bulannya?

    Karena jarak antara lokasi rumah dan letak kantor agak jauh, biaya transportasi saya menghabiskan banyak uang. Untuk biaya tol saya membutuhkan Rp21.000,- setiap harinya, jadi untuk sebulan saya harus mengeluarkan sekitar Rp450.000,-. Untuk biaya langganan parkir saya membutuhkan Rp500.000,-, sedangkan untuk bensin saya menghabiskan sekitar Rp300.000,- setiap minggunya. Jika ditotal, Saya mengeluarkan Rp2.150.000,- setiap bulannya hanya untuk biaya transportasi.


    Dengan gaji tersebut, apa yang tidak bisa Anda lakukan (atau beli)?

    Saya suka sekali ngemil, tapi karena pendapatan saya tidak terlalu besar, jadi harus menghemat. Saya juga suka produk makeup yang high end, tapi sudah tidak bisa lagi membeli produk tersebut. Sekarang saya bahkan lebih memilih untuk belanja online dibandingkan membeli pakaian atau keperluan lainnya di mal, karena harganya ternyata lebih terjangkau dan banyak tawaran potongan harga.


    Apakah Anda sempat bernegosiasi soal gaji ketika wawancara kerja kemarin?

    Tidak, karena saya masih fresh graduate.


    Berapa banyak yang bisa Anda tabung/simpan/investasikan dari gaji tersebut?

    Setiap bulannya, begitu menerima gaji, saya langsung menyisihkan 25% dari pendapatan untuk ditabung.


    Menurut Anda, apakah Anda sudah mendapatkan gaji yang sesuai dengan jobdesk Anda?

    Dengan tanggung jawab saya yang banyak, saya rasa pendapatan dan tunjangan yang diberikan masih kurang.




    5. Nadiva


    Sudah berapa lama Anda bekerja di posisi tersebut?

    Sekitar empat bulan.


    Apa saja pengeluaran terbesar Anda setiap bulannya?

    Mostly untuk biaya transportasi. Saya bisa menghabiskan sekitar Rp1.800.000,- setiap bulannya demi transportasi. Beauty treatments juga jadi salah satu pengeluaran wajib saya setiap bulannya. Sisanya habis untuk hangout bersama teman-teman dan membeli kopi atau minuman ketika party.


    Dengan gaji tersebut, apa yang tidak bisa Anda lakukan (atau beli)?

    Not so much. Saya lebih banyak menghabiskan uang untuk pengeluaran seperti makanan dan skincare, kemudian jasa seperti salon treatments. Tidak ada yang keinginan yang terlalu spesial.


    Apakah Anda sempat bernegosiasi soal gaji ketika wawancara kerja kemarin?

    Inginnya sih begitu, namun banyak yang berkata sebagai seorang fresh graduate sebaiknya jangan menawar gaji dulu, tapi membuktikan diri dulu di pekerjaan, so I take it as it is.


    Berapa banyak yang bisa Anda tabung/simpan/investasikan dari gaji tersebut?

    Even though saya berjanji pada diri sendiri untuk bisa menabung setengah dari gaji setiap bulannya, nyatanya saya tidak bisa melakukan hal tersebut karena banyaknya pengeluaran. Pada akhirnya saya hanya mampu menyisihkan 10% dari gaji.


    Menurut Anda, apakah Anda sudah mendapatkan gaji yang sesuai dengan jobdesk Anda?

    Tidak. Bahkan saya ragu ada fresh graduate yang mendapatkan gaji sesuai di Indonesia. Menurut saya, standar gaji di Indonesia masih sangat rendah, bahkan sebenarnya tidak cukup untuk menutupi biaya kos dan transportasi jika saya ingin hidup sendiri.

    Selain itu, mengomentari anggapan yang beredar bahwa fresh graduate tidak bisa menawar gaji pertama, well saya rasa knowing your own value bukanlah sesuatu yang salah. Jika Anda tahu bahwa pengetahuan, pengalaman dan skill yang dimiliki ternyata cocok mendapatkan gaji tertentu (tentu dengan angka yang masuk akal), then ask for it.

    Meski begitu, banyak fresh graduate yang pada akhirnya hanya menerima apa yang ditawarkan tanpa bisa banyak berkompromi, termasuk untuk urusan jobdesk. In the mean time, I’m just really grateful that I even landed a job.


    6. Selly


    Sudah berapa lama Anda bekerja di posisi tersebut?

    Tiga bulan.


    Apa saja pengeluaran terbesar Anda setiap bulannya?

    Biaya sewa kamar kos Rp750.000,- (sebetulnya harga kamar kos saya Rp1.500.000,-, namun untuk pengeluaran ini saya patungan dengan kakak karena kami tinggal berdua). Untuk transportasi kurang lebih Rp500.000,- selama sebulan, tidak terlalu mahal. Yang paling mahal saya rasa biaya untuk makan siang. Saya bisa menghabiskan sekitar Rp1.000.000,- sebulan hanya untuk makan siang. Kebutuhan lain seperti pulsa, makeup dan hiburan masih bisa saya handle.


    Dengan gaji tersebut, apa yang tidak bisa Anda lakukan (atau beli)?

    Sebenarnya saya butuh laptop untuk menunjang pekerjaan saya, tapi dengan gaji tersebut, sepertinya saya harus menabung dulu.


    Apakah Anda sempat bernegosiasi soal gaji ketika wawancara kerja kemarin?

    Tidak, karena saya rasa gaji tersebut cukup menjanjikan sebagai seorang fresh graduate.


    Berapa banyak yang bisa Anda tabung/simpan/investasikan dari gaji tersebut?

    Saat ini saya masih bisa menyimpan sekitar 40% dari gaji yang ada, mungkin karena kebutuhan dan tanggungan saya masih belum terlalu banyak sebagai seorang fresh graduate. Saya juga mulai mempertimbangkan untuk mengambil asuransi kesehatan di luar BPJS. Saya pikir asuransi kesehatan merupakan salah satu ‘investasi’ jangka panjang yang bisa saya mulai di usia 22 tahun ini. Bagaimana pun, kesehatan menjadi salah satu penunjang terbesar saya agar bisa tetap produktif setiap harinya. Ke depannya, saya pikir berinvestasi dalam bentuk emas sepertinya merupakan opsi yang menarik.


    Menurut Anda, apakah Anda sudah mendapatkan gaji yang sesuai dengan jobdesk Anda?

    Saya rasa sudah. Sebagai fresh graduate, saya melihat perusahaan tempat saya bekerja saat ini sudah cukup kooperatif dalam memberikan gaji yang sesuai dengan jobdesk saya.


    7. Jane


    Sudah berapa lama Anda bekerja di posisi tersebut?

    Dua bulan.


    Apa saja pengeluaran terbesar Anda setiap bulannya?

    Membayar tagihan kartu kredit. Saya sempat menganggur selama satu tahun penuh karena sulit mendapat pekerjaan, dan waktu itu ketika harus mengeluarkan uang, saya menggunakan kartu kredit terlebih dahulu. Maka dari itu begitu mendapat pekerjaan, saya langsung menggunakan gaji tersebut untuk membayar cicilan kartu kredit saya yang selama ini ditanggung oleh orang tua. Di luar itu, sepertinya tagihan terbesar saya adalah ketika hangout bersama teman-teman di akhir pekan. Saya bisa menghabiskan Rp400.000,- sampai Rp800.000,- untuk hangout selama seharian. Setelah dipikir-pikir lagi, saya boros juga, ya.


    Dengan gaji tersebut, apa yang tidak bisa Anda lakukan (atau beli)?

    Membeli smartphone baru. Smartphone yang saya punya sekarang sudah sering error, jadi sepertinya harus diganti dengan yang baru. Tapi karena tagihan cicilan saya masih banyak dan gaji saya tidak terlalu besar, jadi sepertinya untuk kebutuhan yang satu ini saya perlu menundanya untuk beberapa waktu.


    Apakah Anda sempat bernegosiasi soal gaji ketika wawancara kerja kemarin?

    Tidak, karena saya sudah desperate tidak mendapat pekerjaan. Jadi ketika wawancara kerja, saya tidak banyak bertanya ini-itu. Dapat gaji berapa pun saya bersyukur saja, deh.


    Berapa banyak yang bisa Anda tabung/simpan/investasikan dari gaji tersebut?

    Sekitar 10% dari pendapatan saya simpan ke rekening tabungan saya yang terpisah.


    Menurut Anda, apakah Anda sudah mendapatkan gaji yang sesuai dengan jobdesk Anda?

    Dibandingkan dengan gaji teman-teman saya yang lain, menurut saya jumlah tersebut termasuk cukup lumayan, kok. Lagipula saya sudah desperate mendapatkan pekerjaan, jadi tak terlalu memusingkan soal gaji.


    8. Adelia


    Sudah berapa lama Anda bekerja di posisi tersebut?

    Delapan bulan.


    Apa saja pengeluaran terbesar Anda setiap bulannya?

    Saya rasa pengeluaran terbesar adalah untuk makan di kantor. Dalam sehari saya bisa menghabiskan Rp70.000,- sampai Rp100.000,-. Kalau dihitung-hitung, saya bisa menghabiskan sekitar Rp2.000.000,- sebulan hanya untuk makan di kantor. Pengeluarannya bisa sebesar itu karena saya terbiasa makan siang dan makan malam di kantor (saya sering sekali lembur), belum lagi kalau tergiur untuk ngemil. Duh, sulit sekali ditolak.


    Dengan gaji tersebut, apa yang tidak bisa Anda lakukan (atau beli)?

    Sejujurnya tidak ada. Saya tidak suka belanja ataupun traveling, asal bisa makan yang banyak, saya sudah puas.


    Apakah Anda sempat bernegosiasi soal gaji ketika wawancara kerja kemarin?

    Tidak, karena di perusahaan tempat saya bekerja, gajinya sudah fixed, jadi tidak bisa saya tawar.


    Berapa banyak yang bisa Anda tabung/simpan/investasikan dari gaji tersebut?

    Saya menabung Rp2.000.000,- per bulannya ke rekening tabungan berjangka saya. Kalau di akhir bulan ada uang lebih, biasa saya masukkan ke rekening emergency fund yang memang terpisah.


    Menurut Anda, apakah Anda sudah mendapatkan gaji yang sesuai dengan jobdesk Anda?

    Karena posisi saya masih junior dan pekerjaan saya masih belum terlalu sulit, menurut saya gaji tersebut sudah tepat. Belum lagi saya juga sering mendapat uang lembur – yang jumlahnya lumayan – jadi ya, saya rasa sesuai.


    (Alvin Yoga / FT / Ilustrasi: S. Dewantara / Image: Dok. Logan Isbell on Unsplash)