Lifestyle

Kampanye Kesehatan Mental yang Didukung Keluarga Kerajaan

  by: Givania Diwiya Citta       14/10/2019
  • Pekan lalu telah diumumkan bahwa Pangeran Harry, Meghan Markle, Pangeran William, dan Kate Middleton bekerja sama untuk mendukung kampanye kesehatan mental usungan pemerintah Inggris ‘Every Mind Matters’. Tapi tampaknya gerakan tersebut tak terlalu diterima baik sesuai harapan mereka.


    Every Mind Matters adalah inisiasi dari pelayanan kesehatan nasional dan Public Health England dalam bentuk situs yang terbuka bagi masyarakat untuk melakukan survei pendek tentang kesehatan mental mereka, lalu menerima saran khusus tentang bagaimana menghadapi kesulitan yang sedang dialami.




    Para Duke and Duchess of Cambridge serta Duke and Duchess of Sussex sudah menunjukkan dukungan mereka untuk isu penting ini lewat bernarasi di video berdurasi tiga-menit tentang perkenalan kampanye tersebut, yang diambil gambarnya oleh Rankin dan ditulis oleh penulis skenario Love Actually, Richard Curtis. Video tersebut telah disiarkan serentak via ITV, Channel 4, dan Sky Channels pada malam pekan lalu pukul 20.45.


    “Kita semua tahu bagaimana rasanya saat hidup membuat kita kewalahan. Kita merasa stres, rendah, gelisah, atau kesulitan tidur,” ujar Pangeran William saat adegan pembuka dalam video. Pangeran Harry pun menimpali: “Kita merasa bahwa tak ada yang bisa diperbaiki, tidak ada yang bisa kita lakukan.”



    Meghan melanjutkan dalam memperkenalkan Every Mind Matters, berkata: “Ada cara baru untuk membantu memperbaiki keadaan.”


    “Caranya akan dimulai dengan sebuah perencanaan daring gratis yang dirancang untuk membantu Anda menghadapi stres, menghidupkan mood Anda, meningkatkan kualitas tidur Anda, dan menambah kekuatan Anda untuk mengontrolnya,” tambah Kate.


    Meski inisiasi baru ini memiliki niat baik untuk memecahkan krisis kesehatan mental, namun ada beberapa reaksi yang muncul di media sosial.


    “Bagus bahwa [Every Mind Matters] telah diluncurkan TAPI bagi kami yang terjebak dalam kegagalan sistem pelayanan kesehatan nasional, yang membuat orang-orang dengan penyakit mental kronis menunggu lama dan tanpa arti untuk masuk ke daftar terapi yang tak kunjung terjadi – saya tidak bisa lihat bagaimana hal ini bisa membantu jika Anda sudah tahu tentang sistem tersebut selama bertahun-tahun,” cuit penulis Eleanor Segall Mandelstam.






    Keprihatinan tersebut digemakan lagi oleh aktivis dan pendukung Labour, Keri Howe, yang memicu debat berunsur politik dan menuduh pemerintahan Conservative berupaya “mencoba memenangkan suara pemilihan umum dengan tagar #EveryMindMatters”.


    Ia mengklaim bahwa kampanye tersebut “sangat menyinggung bagi ribuan individu pasien yang tertekan, yang telah ditelantarkan; tanpa keamanan dari rumah sakit, yang berada dalam daftar tunggu tanpa henti, dan berada dalam bahaya karena pelayanan kesehatan mental yang sengaja tidak didanai secara cukup.”


    Jurnalis Ilona Burton juga merasa tersinggung tentang kampanye pemerintah Every Mind Matters ini.



    “Jika #everymindmatters, maka seharusnya ada dana yang cukup untuk membantu semua pikiran yang kesulitan,” ia menambahkan.


    Meskipun ada kritik terhadap inisiasi ini, ada juga banyak pendukung yang muncul, yang senang melihat pendekatan baru dalam upaya untuk perawatan kesehatan mental di Inggris.


    “Ini adalah hal positif dan langkah maju dalam arah yang benar,” cuit seseorang. “Ini hal hebat. Kehormatan absolut bagi para Yang Mulia yang terlibat dalam hal ini. Membuat saya terharu,” unggah seseorang yang lainnya.


    Tidak bisa dipungkiri bahwa pelayanan kesehatan nasional punya perjalanan panjang sebelum memulai gerakan ini secara efektif, terutama dengan jumlah orang dalam angka banyak yang menderita penyakit mental. Jadi akankah kampanye Every Mind Matters mampu membuat perubahan? Mari kita perhatikan bersama...


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Images: Dok. Cosmopolitan UK)