Better You

6 Cara Memberi Dukungan Pada Teman yang Depresi

  by: Alexander Kusumapradja       16/10/2019
  • Awal minggu ini, dunia dikejutkan dengan berita meninggalnya Sulli, seorang bintang K-pop dan aktris yang dikenal sebagai eks-member girl group f(x). Di umurnya yang baru 25 tahun, artis bernama asli Choi Jin-ri tersebut diduga mengakhiri hidupnya sendiri akibat depresi.

    Depresi berat adalah salah satu penyakit mental paling umum ditemui di dunia, termasuk Indonesia. Dua peneliti bernama Karl Peltzer dari University of Limpopo (Afrika Selatan) dan Supa Pengpid dari Mahidol University (Thailand) pernah melakukan penelitian tentang depresi di Indonesia dalam skala nasional melalui data yang dihimpun dari Survei Kehidupan Keluarga Indonesia tahap kelima yang telah dilakukan sejak tahun 1993.



    Hasil penelitian mereka menunjukkan tingkat depresi tertinggi di Indonesia ditemukan pada rentang usia remaja atau dewasa muda dan menemukan bahwa 21,8 persen orang yang disurvei mengalami gejala depresi sedang atau berat. Dari hasil tersebut, perempuan memiliki tingkat gejala depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Dari hasil survei, sebanyak 21,4 persen laki-laki dan 22,3 persen perempuan diketahui mengalami gejala depresi sedang atau berat.

    Melihat kondisi yang ada, depresi tak bisa dipungkiri berada di sekitar kita dan mungkin disadari atau tidak telah memengaruhi orang-orang terdekat kita. Mengetahui cara berkomunikasi yang tepat bisa menjadi salah satu kunci untuk membantu mereka. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari orang sekitar dapat membantu mereka yang sedang berjuang melawan depresi atau kecemasan.

    Jadi, apa yang sebaiknya kita ucapkan untuk menunjukkan dukungan dan kepedulian kita? Berikut adalah tujuh hal yang bisa diungkapkan pada seseorang yang mengidap depresi.

    1. "Ada yang ingin kamu ceritakan? Saya siap mendengarkan kalau kamu mau cerita."

    Kita tak bisa memaksa orang untuk langsung bicara tentang masalah yang mereka alami atau rasakan, beberapa justru akan menarik diri atau mengalihkan pembicaraan. Dengan mengungkapkan kalau kamu siap mendengarkan, dapat membuat mereka merasa punya tempat bercerita tanpa merasa terpojok atau terpaksa. Bila mereka masih mengelak atau belum ingin dengan gamblang bercerita tentang depresi mereka, kamu bisa memancingnya dengan berkata kamu merasa mereka sedang punya masalah dan kamu siap membantu mendengarkan curhat mereka. Kalau kita hanya bertanya, “Kamu baik-baik saja?” biasanya mereka dengan cepat berpura-pura dan hanya menjawab “Iya, saya baik-baik saja kok.” Kalau mereka belum siap untuk bicara, jangan dipaksa dan ingatkan saja kalau kamu siap mendengarkan bila mereka siap bercerita. Ketika suatu saat mereka sedang gundah dan butuh orang untuk bercerita, mereka mungkin akan ingat pada tawaranmu.

    2. "Ada yang bisa saya bantu hari ini?"

    Depresi dapat menyebabkan rasa lelah, sulit tidur, dan kehilangan motivasi. Terkadang untuk bisa beranjak dari tempat tidur saja menjadi hal sulit bagi mereka yang menderita depresi. Bertanya apa yang bisa kamu bantu hari ini dapat meringankan beban mereka. Contohnya, mungkin bila pola makannya sedang tak teratur, kita bisa menawarkan untuk membawakan atau menemaninya makan. Mungkin mereka butuh sapaan pagi melalui telepon atau teks agar mereka bisa semangat di pagi hari. Dan terkadang, yang perlu kamu lakukan hanya mendengarkan mereka. Membantu tak harus dengan effort yang besar dan menyusahkan kita. Sesimpel menelepon, makan bersama, atau menemani mereka di perjalanan bisa membuat mereka merasa lebih baik.

    3. "Bagaimana keadaanmu?"

    Hal ini dapat memberi kita gambaran apakah mereka butuh bantuan dari tenaga profesional atau tidak. Yang harus kita ingat, depresi adalah kondisi medis, bukan kelemahan atau alasan. Jika orang dekat kita mengalami depresi, bujuk mereka untuk meminta bantuan profesional bila dirasa perlu. Ingatkan mereka bahwa meminta bantuan bukan berarti lemah dan justru sebuah keberanian. Ketika mereka menjalani perawatan, kita bisa bilang kalau kita melihat perubahan yang positif agar mereka merasa usaha mereka tidak sia-sia, walaupun terkadang mereka mungkin merasakan yang sebaliknya.



    4. "Kamu tidak sendirian. Saya mungkin tidak bisa paham dengan pasti apa yang kamu rasakan, tapi kamu tidak sendirian."

    Depresi adalah hal yang sangat umum terjadi. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016, secara global terdapat 35 juta orang yang mengalami depresi. Angka tersebut diperkirakan hanya puncak gunung es karena banyak orang yang tak mencari bantuan profesional soal kondisi mereka sehingga tak terdata. Yang paling bahaya dari depresi adalah orang bisa merasa begitu sendirian atau membuat mereka mengisolasi diri sendiri dan makin tenggelam pada perasaan negatif. Sampaikan dengan tulus bahwa mereka tidak sendirian. Walaupun kita tak pernah mengalami hal yang ia rasakan, dengan berada di sampingnya, ia tak akan merasa terlalu kesepian. Kalau kamu pernah merasakan depresi, sharing pengalamanmu bisa membuat mereka tak merasa sendiri. Namun ingat, fokusnya tetap mereka. Dengarkan dahulu, sebelum bicara tentang dirimu.

    5. "Kamu adalah orang yang berharga untuk saya."

    Depresi dapat membuat orang merasa begitu tak dicintai dan tak punya arti bagi orang lain. Karena itu, dengan berkata bahwa keberadaan mereka adalah hal berharga dalam hidupmu dapat menyuntikkan semangat dan menenangkan mereka. Kamu pun bisa lebih spesifik mengungkapkan apa yang kamu paling suka dari mereka dan bagaimana kamu bersyukur ada mereka dalam hidupmu. Kuncinya adalah ketulusan dari hati kita sendiri juga.

    6. "Pasti rasanya berat ya? Maaf kalau kamu sampai merasa seperti ini."

    Tujuan dari ungkapan ini adalah menunjukkan kalau kamu menyadari beratnya hal ini bagi mereka. Mengakui beratnya depresi dan gejalanya dapat membuat mereka merasa diakui keberadaannya. Hal ini juga sebagai pengingat bahwa kamu benar-benar mendengarkan mereka, melihat mereka, dan siap berada di samping mereka untuk membantu mereka berjuang.


    Yang Sebaiknya Tak Diucapkan

    Kata-kata adalah pedang bermata dua yang dapat membantu atau justru melukai. Memberi saran atau komentar tanpa diminta justru bukan hal disarankan. Kuncinya adalah empati, apa yang menurut kita hal yang mudah dan masuk akal bisa jadi hal yang sulit bagi mereka. Kata-kata yang sebaiknya tak diucapkan:

    • “Pikirkan yang senang-senang saja, deh! Saya tidak mengerti kenapa kamu harus berpikir yang sedih terus.”
    • “Semua akan baik-baik saja, percaya deh.”
    • “Saya habis diet/olahraga terus merasa lebih baik! Coba deh!”
    • “Tidak usah dipikirkan!”
    • “Di luar sana banyak yang lebih susah dari kamu.”

    Tentu saja semua saran di atas harus disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi langsung. Faktanya, tak ada kalimat yang benar-benar tepat untuk diucapkan pada mereka yang mengalami depresi. Kata-katamu mungkin tak akan menyembuhkan 100 persen, tapi kata-kata itu dapat membantu mereka. Be kind, Cosmo babes!


    (Alexander Kusuma / Image: Daiga Ellaby on Unsplash)