Celebrity

Bicara Soal Akting dan Relationship Bersama Reza Rahadian!

  by: Giovani Untari       19/10/2019
  • Sosok aktor ternama Indonesia satu ini tentu tak asing lagi, bukan? Melalui sederetan peran yang ikonik serta kemampuan akting nan brilian miliknya, Reza Rahadian menjadi salah satu aktor papan atas Indonesia yang unstoppable saat ini. Cosmo pun duduk dan berbincang dengan sosok pria berzodiak Pisces ini untuk membahas mengenai akting, role model-nya, hingga relationship. Please have a seat with us, girls!


    Hai Reza, seperti apa upcoming project kamu saat ini?

    Upcoming project saya adalah film Imperfect, ini merupakan film yang disutradari oleh Ernest Prakasa. Film ini akan mengangkat isu mengenai body shaming tentang rasa insecurity serta berbicara banyak dari sudut para perempuan. 




    Mari kita sedikit kilas balik mengenai perjalanan akting Reza. Masih ingatkah apa first job kamu dalam dunia akting?

    Waktu saya mulai dari sebuah sinetron yang judulnya Pacarku, saya rasa itu job pertama saya sebagai seorang aktor. Karakternya saya berperan sebagai seorang anak yang punya kelebihan karena memiliki kekuatan api di bagian telunjuknya. Sinetron tersebut bercerita tentang anak-anak dengan kekuatan yang unik. Tayangnya sekitar tahun 2005, berarti telah 14 tahun yang lalu ya...


    Apa yang membuat kamu ingin menerjuni dunia akting?

    Ketika saya memulai dunia seni peran saya memulainya dari panggung akting. Kemudian akhirnya saya sampai sekarang, bisa dibilang seni peran mengajarkan saya tentang banyak hal pelajaran akan kehidupan. Saya pun jadi belajar tentang kehidupan ini dari masing-masing peran yang saya mainkan. Karena saya selalu menemukan banyak cerita hidup menarik dari berbagai karakter di film-film tersebut. Buat saya itu pentingnya untuk menyelami sebuah karakter hingga kita bisa berjabat tangan dengan karakter tersebut dan mempelajari karakter itu sendiri.


    Bagaimana cara Reza dalam mengasah kemampuan akting?

    Pasti salah satunya melalui latihan secara teknis seperti olah tubuh olah suara. Kemudian melatih sensibilitas dan sensitivity itu pun sangat penting. Karena buat saya menjadi aktor itu harus sangat sensitif terhadap lingkungan dan apapun yang ada di sekitarnya. Sebab ia harus mampu menyerap semua energi dengan baik, yang mana itu juga yang akan menjadi fondasi ketika ia memerankan sebuah karakter. Ketika ia bisa menyerap energinya dengan baik maka kekayaan tubuhnya sebagai aktor dalam bermain mulai dari gestur tubuh atau mimik wajah sorotan matanya cara berbicaranya kah akan semakin terlihat.


    Apakah Reza pernah ikut kelas akting atau justru semuanya berjalan seiring waktu?

    Saya rasa semua yang terjadi melalui proses, sebab saya tidak pernah sekolah akting secara khusus. Tetapi ketertarikan saya dengan dunia seni peran memang tinggi jadi saya sering membaca buku tentang seni peran, menonton interview dengan seni peran. Kalau dulu ilmunya saya banyak dapatkan dari membaca dari buku, mengobrol dengan senior saya atau sutradara yang saya bekerja sama.


    Buku paling berkesan yang pernah kamu baca?

    Buku dari Stella Adler yang berjudul The Art of Acting.


    Siapa role model Reza Rahadian di industri film yang sangat kamu look up?

    Bisa bilang yang sampai hari ini ada satu sosok saya anggap sebagai 'ibu' saya di dunia seni peran yaitu: Christine Hakim. Beliau adalah sosok yang selalu menjadi tempat saya berdiskusi tentang banyak hal, termasuk peran yang akan saya ambil. Beliau juga menjadi kritikus paling tajam atas perfoma akting saya.


    Lantas apa yang bisa kamu pelajari dari sosok Christine Hakim?

    Konsistensi juga loyalitas terhadap pekerjaan. Serta bagaimana rasa cintanya pada profesi yang ia tekuni.


    Nasihat terbaik yang seorang Christine Hakim berikan pada Reza?

    Beliau pernah berkata: "Kristal itu jika tidak dipoles dia akan menjadi kusam dan bisa memudar sinarnya. Maka mengasah dan memoles itu harus selalu tekun dilakukan." Artinya kamu boleh memiliki skill yang mumpuni, namun jika tidak diasah terus menerus maka itu akan pudar pada waktunya. 


    14 tahun di industri perfilman dan hiburan, apa tantangan terbesar untuk me-maintain nama besar yang telah dimiliki?

    Pertama.. saya paling merasa terlalu takut ketika saya merasa nyaman berada di posisi tertentu. Jadi saya butuh kegelisahan atas posisi yang saya punya. Ketika itu dikategorikan sebagai "oh you are one of the most successful actor." Jadi menurut saya memiliki keresahan adalah faktor yang menolong saya untuk memiliki motivasi untuk mengasah kembali kemampuan saya. Sebagai contoh awarding, berapa pun penghargaan yang saya dapat, saya menganggap itu sebagai apresiasi atas karya saya yang itu belum tentu untuk karya saya yang lain. Saya tidak ingin menjadikan itu sebagai tolak ukur. Saya mengasah kemampuan dengan terus berakting terus memiliki keingintahuan yang besar. Selalu memiliki pertanyaan why dan what atas apapun yang dilakukan. Saya juga suka sekali mengulik apapun.


    Kira-kira siapa sutradara atau aktor/aktris yang akan membuat kamu starstruck saat bertemu?

    Meryl Streep! Mungkin kalau bertemu saya akan tergagap dibuatnya, haha.. Kalau sutradara saya ingin bermain dalam film Eros Djarot seandainya beliau akan membuat film lagi.




    By the way, kapan sih pria menyadari jika ada perempuan yang menyukai mereka?

    Kalau saya.. mungkin ketika proses texting bersama perempuan tersebut mulai terjadi secara konsisten dalam waktu 1 minggu. 


    Hal memalukan yang pernah kamu lakukan demi cinta?

    There's a lot of things, haha.. Yang paling memalukan ya? Hmmm.. Saya pernah membatalkan promo film ke luar kota padahal saya sudah sampai di bandara namun akhirnya saya memutuskan putar balik, karena saya harus ketemu. Itu momen yang paling memalukan rasanya. Tapi itu hanya sekali terjadi kok!


    Bagaimana cara pria mendekati orang yang disukainya?

    Saya orangnya cukup konfrontatif jadi saya akan langsung mendekati. Saya akan berkirim pesan, saya ajak untuk ketemuan, dan saya akan to the point bilang i like you.


    Hal yang membuat hati kamu luluh terhadap seseorang?

    Perhatian kecil, sesederhana ditanya pertanyaan seperti "How's your day?" saya menyukai perhatian kecil seperti ini. Tidak harus perhatian besar karena terkadang orang cenderung lupa hal-hal kecil.


    Apa yang membuat seorang pria susah move on? Apakah Reza salah satu tipe yang sulit move on?

    Ya saya sangat! Karena saya jika sudah jatuh cinta saya akan totalitas dengan seseorang, jadi akan sangat sulit untuk move on ketika hubungan sudah berakhir. Paling lama saya pernah satu setengah tahun untuk move on dan menerima realita bahwa hubungan ini sudah berakhir. 


    Last, penyesalan terbesar kamu soal asmara?

    Tidak ada! 


    Photographer: Insan Obi

    Stylist: Dheniel Algamar

    Stylist Assistants: Yovita Pratiwi & Hendry Leo Liany

    Wardrobe: Valentino

    (Giovani Untari / Images: Dok. Cosmopolitan Indonesia)