Lifestyle

Yuk Maraton Film Horror Karya Stephen King di Netflix!

  by: Alexander Kusumapradja       17/10/2019
  • Menjelang Halloween yang jatuh akhir Oktober nanti, salah satu kegiatan yang seru dilakukan bersama geng kamu, keluarga, atau berdua dengan Si Dia adalah maraton film horror, setuju nggak? Dan bicara tentang film horror, salah satu nama ikonik dalam dunia horror adalah Stephen King, penulis Amerika yang dikenal sebagai “King of Horror” berkat karya-karya fiksi populernya yang sudah banyak diadaptasi menjadi film atau serial televisi.

    Kamu mungkin sudah sempat menonton seramnya badut Pennywise di It: Chapter 2 beberapa minggu lalu, tapi apakah kamu sudah pernah menonton adaptasi karyanya yang lain? Berikut adalah beberapa rekomendasi judul film yang diangkat dari karya Stephen King yang bisa kamu tonton di Netflix. Padamkan lampu, siapkan cemilan, selimut, serta apapun yang bisa membuatmu bersembunyi di adegan yang seram. Netflix and thrill, anyone?



    1. Carrie (1976)

    Selain It, Carrie adalah salah satu karya paling ikonik dari Stephen King dan mungkin kamu sudah pernah menonton versi remake tahun 2013 yang diperankan oleh Chloë Grace Moretz. Tapi rasanya mayoritas akan setuju kalau versi aslinya memang terasa lebih spesial. Diangkat dari novel Stephen King yang dirilis tahun 1974, dalam versi asli film yang disutradarai oleh Brian De Palma ini, Sissy Spacek berperan sebagai Carrie White, remaja berusia 16 tahun yang senantiasa ditindas, baik oleh teman-temannya di sekolah, maupun di rumah oleh ibunya yang sangat fanatik. Tanpa disadari bahkan oleh dirinya sendiri, Carrie ternyata punya kekuatan telekinetik yang bisa muncul tak terkontrol dan menjadi alatnya membalas dendam. Dianggap sebagai salah satu film horror terbaik sepanjang masa, film ini memiliki pengaruh besar pada kultur pop modern dan menjadi bagian dari sejarah film kontemporer. Oh ya, adegan Carrie di prom night juga bisa jadi ide kostum Halloween, lho!

    2. Gerald’s Game (2017)

    Seorang wanita tanpa sengaja membunuh suaminya dalam sebuah sesi percintaan yang melibatkan role play. Sialnya, sang wanita terbelenggu dalam borgol yang menempel di kasur tanpa ada harapan seseorang akan mendengar jeritan minta tolongnya. Demikian premis film suspense yang diangkat dari novel tahun 1992 Stephen King berjudul sama tersebut. Dibintangi oleh Carla Gugino dan Bruce Greenwood, film besutan sutradara Mike Flanagan ini mendapat sambutan hangat ketika dirilis di Netflix, September 2017 lalu, termasuk oleh penulis cerita aslinya sendiri yang menyebut film ini “menghipnotis dan menakutkan” setelah menonton versi edit mentahnya. Gerald’s Game membuktikan bahwa film horror tak perlu setting yang besar dan daftar pemain yang banyak untuk menciptakan atmosfer yang akan membuat siapapun bergidik ketakutan.



    3. 1922 (2017)

    Dirilis oleh Netflix tahun 2017 lalu, Zak Hilditch menyutradarai film yang diadaptasi dari novella berjudul sama dalam kumpulan cerita Full Dark, No Stars karya Stephen King. Kisahnya sendiri tentang seorang pria bernama Wilfred James (Thomas Jane) yang berdiam di sebuah hotel di Nebraska untuk menulis pengakuan atas kejahatan yang ia lakukan pada sekeluarga petani di tahun 1922. Walaupun alur ceritanya cenderung lambat, namun film ini mendapat respons bagus dari kritikus dan disebut sebagai salah satu film adaptasi karya Stephen King terbaik berkat penceritaan yang kuat dari Zak Hilditch dan akting gemilang dari Thomas Jean sebagai pemeran utamanya. 

    4. In The Tall Grass (2019)

    Diangkat dari novella yang ditulis oleh Stephen King dan putranya, Joe Hill, di tahun 2012, In The Tall Grass merupakan drama supranatural horror terbaru yang digarap sutradara Vincenzo Natali dan dibintangi oleh Patrick Wilson yang pasti sudah tidak asing bagi penggemar The Conjuring. Dirilis 4 Oktober lalu oleh Netflix, film ini menceritakan tentang sekelompok orang yang tersesat di sebuah ladang rumput yang memiliki kemampuan paranormal yang tak bisa dijelaskan. Meskipun banyak adegan yang menggambarkan siang hari, namun film ini sukses bikin sport jantung karena kita tak akan pernah tahu apa yang bersembunyi di balik semak-semak tinggi dan perasaan putus asa mencari jalan keluar.


    (Alexander Kusuma / Image: Outnow.ch)