Love & Sex

6 Perbedaan Wanita dan Pria Ketika Jatuh Cinta

  by: Alexander Kusumapradja       18/10/2019
  • “Wanita tuh lebih gampang jatuh cinta dibanding pria”, “Pria lebih memandang fisik dibanding wanita”, “Pria lebih gampang umbar ‘I love you’ dibanding wanita.” Well, Cosmo babes, kalimat-kalimat tersebut mungkin sudah tak asing kamu dengar. Bicara soal hubungan cinta, ada beberapa stereotype yang melekat pada gender, walaupun sebetulnya para pakar sepakat kalau pria dan wanita tak punya perbedaan yang besar saat sedang jatuh cinta.

    Namun, karena adanya perbedaan biologis dan tuntutan masyarakat, proses jatuh cinta bagi pria dan wanita memang tak bisa dipungkiri punya perbedaan tersendiri. Perbedaan itu biasanya berfokus tentang bagaimana pria dan wanita menunjukkan cinta mereka ketika sudah mulai menjalin hubungan dan cara mereka mencerna perasaan yang timbul.



    Walaupun cinta sulit diukur secara logika, tapi beberapa riset berhasil mengungkap data yang menarik untuk disimak. Berikut adalah enam perbedaan pria dan wanita soal cinta menurut beberapa riset.


    1. Pria lebih cepat jatuh cinta.

    Walaupun anggapan umum mengatakan kalau wanita lebih romantis dan lebih cepat jatuh cinta dibanding pria, sebuah riset yang dilakukan pada 172 mahasiswa justru menunjukkan sebaliknya. Pria cenderung lebih cepat jatuh cinta dan mengekspresikannya, yang dapat dikaitkan dengan alasan biologis. Penulis riset tersebut menyimpulkan bahwa hasil tersebut masuk akal karena wanita secara alami memang harus lebih berhati-hati sebelum memilih pasangan yang didorong oleh insting untuk bertahan hidup, sementara pria cenderung lebih bebas dari risiko yang mungkin terjadi. Tentu saja ini bukan hal yang terjadi untuk semua orang, namun bisa menjadi pertimbangan baru.


    2. Pria lebih dulu mengucapkan kata cinta.

    Berangkat dari riset yang sama, hasil lainnya juga menunjukkan bila pria biasanya lebih dulu mengucapkan “aku cinta kamu” dibanding wanita. Riset tersebut sempat membahas ada anggapan yang mengatakan wanita lebih “romantis,” namun dari data responden disimpulkan bahwa pria jatuh cinta lebih cepat dan mengekspresikannya secara langsung lebih awal dibanding wanita. Lagi-lagi, biologi bisa menjadi penyebabnya karena secara ilmiah, wanita sadar atau tidak memang cenderung berhati-hati dalam soal cinta dan pasangan karena dampaknya lebih besar terhadap mereka dibanding pria. Karena itu secara insting, beberapa wanita akan lebih menjaga diri sebelum bisa selugas pria dalam urusan cinta atau memilih pasangan. It’s all in the genes.


    3. Wanita lebih sering bilang “Saya cinta kamu” dibanding pria.

    Walaupun pria lebih dulu bilang cinta, tapi ketika mereka sudah dalam sebuah hubungan, wanita justru lebih sering bilang “saya cinta kamu” dalam kehidupan sehari-hari dibanding pria dari hasil riset. Menurut riset yang lain, kalimat “saya cinta kamu” maknanya juga lebih dalam bagi wanita dibanding pria. Riset yang dimuat dalam International Journal of Intercultural Relations tersebut menyebut wanita memasukkan kalimat “saya cinta kamu” dari pasangan ke dalam daftar 10 sikap paling romantis, tapi pria tidak merasa hal yang sama. Sekali lagi, dari sudut pandang evolusi, wanita mengucapkan “saya cinta kamu” adalah cara mengekspresikan komitmen mereka dan wanita akan diuntungkan dari mengucapkan kalimat tersebut untuk menjamin kesempatan mereka mendapat pasangan, terutama karena faktor biologis di mana wanita hanya mampu bereproduksi di masa tertentu (masa subur).




    4. Wanita cenderung lebih fokus ke satu orang.

    Coba ingat masa-masa kamu naksir seseorang di SMP atau SMA. Apakah kamu cenderung fokus mencurahkan perhatianmu pada satu orang tertentu? Atau kamu punya banyak incaran? Setiap orang pasti berbeda dan tak bisa dipukul rata, namun gender ternyata juga punya peran dalam hal ini.

    Sebuah studi menunjukkan remaja pria cenderung jatuh cinta lebih cepat dan lebih sering, termasuk ke beberapa wanita sekaligus sedangkan wanita lebih fokus ke satu orang tertentu atau angka yang lebih kecil dibanding pria. Tentu saja bukan berarti semua wanita hanya mencintai satu orang saja sementara pria jatuh cinta pada setiap wanita yang mereka lihat. Balik lagi ke pribadi masing-masing, namun temuan ini bisa menjadi topik yang menarik untuk dipikirkan.


    5. Wanita cenderung tidak mengutamakan visual ketika jatuh cinta.

    Pria dapat dengan mudah jatuh cinta “dari jauh” dan sadar kalau dia telah jatuh cinta. Kaum wanita cenderung mempertimbangkan dulu ketertarikan fisik dan faktor lain seperti kepribadian sebelum yakin mereka telah jatuh cinta. Yang artinya wanita butuh waktu lebih lama untuk bisa yakin pada calon potensial dan lebih nyaman untuk mengenal orang tersebut seiring waktu. Jatuh cinta pada pandangan utama lebih umum dialami oleh pria dan mereka mampu merasakan perasaan tanpa perlu tahu banyak informasi soal calon pasangan, sementara wanita butuh lebih banyak info. Pernah kepo media sosial orang yang menarik perhatianmu? Yup, seperti itu. Tak mengejutkan hal ini kembali lagi ke soal biologi. Menurut riset tentang otak manusia, pria memang cenderung lebih visual. Tapi Cosmo percaya, setiap orang terlepas dari gender bisa merasa tertarik pada orang lain hanya dari penampilan saja. Setuju? 


    6. Pria lebih sering merasa cinta mereka tak terbalas.

    Sebuah studi di tahun 2010 yang dilakukan oleh Andrew Galperin dan Martie Haselton di University of California, Los Angeles menunjukkan walaupun pria dan wanita tak terlalu berbeda dalam jumlah pasangan yang mereka punya atau siapa yang jatuh cinta lebih dahulu, pria menunjukkan hasil yang lebih besar untuk “jatuh cinta pada pandangan pertama” dan persentase yang lebih besar untuk perasaan cinta yang tak terbalas. Para peneliti juga menyimpulkan pria yang terlalu memikirkan ketertarikan seksual wanita pada mereka akan lebih mudah jatuh cinta sekaligus merasa cinta mereka tak disambut.


    Pada akhirnya cinta memang hal yang rumit untuk didefinisikan, termasuk dari sudut pandang sains sekalipun. Setiap pria dan wanita mengekspresikan diri mereka dengan cara berbeda, tapi kita semua sepakat bahwa love is love dan terkadang hal itu saja sudah cukup.


    (Alexander Kusuma / Image: Milan Popovic on Unsplash)