Love & Sex

6 Ciri-ciri Pasangan Posesif di Awal Hubungan

  by: Alexander Kusumapradja       20/10/2019
  • Cosmo babes, masih ingat film Posesif yang diperankan oleh Adipati Dolken dan Putri Marino? Film produksi tahun 2017 besutan Edwin tersebut mengangkat tema sikap posesif yang awalnya mungkin terlihat wajar dalam sebuah relationship, namun kalau dibiarkan begitu saja, sikap posesif tersebut bisa jadi hanya puncak gunung es dari hubungan yang toxic dan mengarah ke kekerasan dalam hubungan.

    Gina S. Noer yang menjadi penulis naskah film Posesif sempat melakukan penelitian selama enam bulan untuk topik film tersebut dan hasil penelitiannya adalah kekerasan menduduki posisi pertama dalam hubungan berpacaran; yang berarti tindakan ini sering terjadi dalam hubungan pacaran dan rentan menimpa perempuan berusia 13-24 tahun.

    Para pakar mendeskripsikan hubungan posesif ketika seseorang tak dapat mendukung dan mengizinkan pasangannya untuk dapat berkembang dan berdiri sendiri karena pandangan mereka yang kurang sehat tentang sebuah hubungan dan atau bisa juga disebabkan oleh perasaan insecure mereka sendiri.



    Terkadang, efeknya baru terasa ketika sudah terlanjur menjalin hubungan. Di awal hubungan, saat kita sedang dimabuk asmara, beberapa sikap pasangan yang mengarah ke sikap posesif justru kita artikan sebagai cara si dia menunjukkan perhatian padahal lambat-laun kalau dibiarkan akan menjadi ranjau dalam hubungan.

    Bila kamu terlanjur terjebak dalam hubungan posesif, yang bisa kamu lakukan adalah mengutarakan perasaanmu dan pikiranmu secara gamblang dan membuat beberapa peraturan bersama dalam hubungan ini. Karena terkadang, orang posesif bahkan tak sadar kalau hal yang mereka lakukan membuatmu tak nyaman. Karena itu penting bagi kita untuk mengungkapkan hal-hal apa yang membuat kita tak nyaman. Adalah hak kamu untuk jujur kalau kamu tidak merasa baik-baik saja dengan beberapa sikap mereka dan kamu pun punya perasaan dan pemikiran yang harus dihormati dalam hubungan ini.

    Berikut adalah beberapa momen sehari-hari yang bisa menjadi tanda sifat posesif dari pasangan menurut para ahli dan juga cara menghadapinya.


    1. Ia sering mampir tanpa diduga atau memberi kabar.

    Pernah tidak pasangan kamu tiba-tiba datang tanpa memberi kabar atau di situasi yang sebetulnya tidak kamu harapkan? Alasannya sih kasih surprise dan mungkin awalnya kamu merasa itu bukan hal yang patut dicurigai, tapi bisa jadi itu trik mereka untuk mengecek kamu lagi di mana dan sedang sama siapa lho, girls. Surprise visit dari pacar memang menyenangkan, tapi kalau jadi kebiasaan dan malah membuatmu risih, sebaiknya didiskusikan bersama. Apakah ia bersikap posesif karena tak percaya dengan kamu atau mungkin karena dia tak tahan berpisah lama-lama alias clingy? Yang jelas dalam hubungan sekalipun, kamu tetap berhak punya waktu dan space untuk kegiatanmu sendiri atau bersama teman-teman tanpa pasanganmu harus ikut. Setuju?


    2. Gusar ketika kamu bilang butuh waktu sendiri.

    Seseorang menjadi posesif untuk menunjukkan kalau dia yang memegang kontrol dalam sebuah hubungan. Pasangan posesif akan merasa kesal kalau ia tak tahu dengan pasti soal keberadaanmu karena itu artinya mereka tak punya kontrol atas dirimu. Atau bisa jadi dia merasa kesal karena menganggap tak diikutsertakan sama dengan tak dihargai. Pertandanya bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti merasa kesal jika kamu tak mau menonton serial TV bersama atau ketika kamu bilang ingin pulang sendirian atau tidur lebih dulu. Kalau kamu tak bisa melakukan hal-hal kecil tanpa membuat mereka gusar karena merasa tak diikutsertakan, itu bisa menjadi pertanda ada yang kurang sehat dalam hubungan ini dan sebaiknya dibicarakan.


    3. Mereka harus tahu semua jadwal kegiatanmu.

    Kalau sudah berpasangan, sebetulnya memang hal wajar untuk saling update kegiatan masing-masing dan saling memberi kabar. Tapi kalau dia harus tahu kegiatanmu selama 24 jam setiap hari, rasanya pasti lama-lama menyebalkan dan itu menjadi salah satu sikap posesif. Cara terbaik untuk menghadapi situasi ini adalah memercayai value diri kamu sendiri dan berani menentukan batas dalam sebuah hubungan. Untuk sebuah hubungan bisa berjalan lebih sehat, yang penting adalah saling respek dan percaya. Dengan jujur kalau kamu tak merasa nyaman seperti diawasi terus-menerus, kamu juga bisa saling membicarakan apa yang membuat dia merasa tak percaya atau dengan dirimu.




    4. Dia hanya ingin bersamamu ketika punya waktu luang.

    Sounds sweet? Coba pikir lagi. Tanda pasangan dengan kemampuan emosi yang sehat adalah mereka tidak “butuh” menemuimu setiap saat dan mereka menghargai waktu personal mereka untuk melakukan hal-hal lain sekaligus menghargai waktu personal pasangan juga untuk melakukan kegiatan tanpa mereka. Namanya pasangan tentu ingin menghabiskan waktu bersama, tapi kita juga harus bisa merasa nyaman saat menghabiskan waktu masing-masing, Kalau pasangan kamu terus nempel setiap saat dan seperti tidak punya aktivitas atau hal lain untuk dilakukan sendiri, rasanya ada yang harus dibicarakan, deh.


    5. Mereka menelepon atau mengirim teks terus-menerus.

    Sekali lagi, hal yang wajar bagi pasangan untuk saling menghubungi dan memberi kabar, terutama di masa-masa awal relationship. Tapi kalau pasangan terus menelepon atau mengirim teks sampai kamu merasa terganggu, itu adalah tanda posesif. Sebetulnya hal ini pun bisa dibicarakan baik-baik tanpa harus terjadi konfrontasi. Mungkin sikap posesif mereka berasal dari keinginan untuk terus merasa yakin dan terhubung dengan pasangan dan hal ini bisa didiskusikan bersama.


    6. Berlebihan dalam memakai media sosial.

    Pasti menyenangkan kalau pacar mengunggah foto atau soal hubungan kalian ke media sosialnya karena zaman sekarang ada yang menganggap belum resmi pacaran kalau belum dipublikasikan ke media sosial juga, tapi media sosial pun bisa rentan akan sikap posesif pasangan. Posting foto couple kalian atau tag akunmu di setiap hal yang kalian lakukan berdua mungkin masih wajar, tapi kalau dia kesal karena kamu lupa melakukan hal yang sama atau lebih parah, dia memantau aktivitas online-mu seperti siapa saja yang kamu follow atau mengecek daftar followers-mu dan curiga pada orang-orang yang di fotomu, itu bisa mengarah ke hubungan yang toxic. Baru-baru ini Instagram menghapus fitur untuk mengecek aktivitas orang yang kita follow. Dari pengalaman penulis pribadi, sebagian orang memakai fitur itu untuk mengawasi tindak-tanduk pasangannya di Instagram secara ekstrem seperti foto apa yang mereka likes atau komen yang mereka kirim dan seringkali ini menjadi senjata mereka untuk mencari kesalahan pasangan atau menjadi excuse untuk bersikap posesif.



    (Alexander Kusuma / Image: Brooke Cagle on Unsplash)