Celebrity

Cerita Dian Sastrowardoyo tentang Hobi Baru Bersepeda

  by: Givania Diwiya Citta       2/10/2020
    • Aktris sekaligus produser Dian Sastrowardoyo sedang menekuni hobi bersepeda yang kini marak di skena olahraga urban.
    • Cosmo pun menangkap persona cyclist dalam diri Dian dan berbincang tentang tips seru serta perjalanan bersepeda Dian.


    Jika berbincang tentang hobi bersepeda yang tengah marak di skena olahraga urban, aktris sekaligus produser tanah air, Dian Sastrowardoyo, tak ketinggalan ikut terjun menekuni dunia sepeda. Dengan kolaborasi bersama @TheCyclistPortrait yang menangkap berbagai persona cyclist lintas profesi dan latar, Cosmo pun berbincang dengan Dian untuk berbagi tips seru kala bersepeda serta perjalanannya dalam menekuni olahraga bersepeda ini. Simak, girls!





    Hai Dian, Anda kini dikenal sebagai salah satu figur publik Indonesia yang mulai aktif bersepeda. Bagaimana awal mula Anda mulai ‘terjun’ ke hobi ini?

    Saya memulainya sejak PSBB peralihan di Jakarta, karena diajak oleh Luna (Maya), tapi saat itu saya masih belum berani untuk main road bike, jadi saya naik sepeda lipat dulu. 


    Apa sekarang Anda memiliki keinginan atau target tertentu yang berhubungan dengan hobi bersepeda tersebut?

    Saya sekarang sedang belajar pakai Cleats, dan baru mulai fitting dengan beberapa sepeda road bike. Ya, akhirnya saya ke ranah road bike juga! Targetnya adalah ingin bisa bersepeda dengan suami untuk touring ke suatu tempat, dan di suatu hari nanti.


    Apa perasaan yang Anda rasakan setiap kali bersepeda? Terutama setelah berhasil menempuh jarak yang maksimal dan mengarungi medan yang berbeda?

    Pagi tadi sebelum melakukan pemotretan, saya melalui jarak yang lumayan terjauh yang pernah saya tempuh, yaitu 34 kilometer. Rasanya senang sekali, dan prosesnya adalah sesuatu yang juga sangat bisa dinikmati, yaitu terkena angin, aah, rasanya… enak banget!


    Apakah Anda biasanya lebih memilih bersepeda sendiri, atau bergabung dalam grup?

    Jika sedang masa social distancing seperti ini, saya lebih nyaman bersepeda sendiri atau berdua, bertiga, dengan orang-orang yang satu rumah, seperti dengan keluarga sendiri, sepupu, sahabat dekat yang sama-sama sudah SWAB Test pula.  



    Apakah Anda rutin bersepeda setiap hari? Bagaimana biasanya Anda mengatur jadwal bersepeda di antara aktivitas yang padat?

    Ya, setiap hari. Rasanya... kenapa semakin ketagihan, ya, hampir setiap hari dalam seminggu? Saya jadi bingung sendiri! Dalam mengaturnya, saya biasanya bersepeda di pagi hari, agar masih bisa mengelola untuk masuk ke pekerjaan lagi dalam satu hari. Jadi setelah selesai bersepeda, masih ada waktu untuk bekerja dan melakukan segala macam lain. 


    Adakah hal positif yang Anda dapatkan ketika menjalani hobi bersepeda ini?

    Saya merasa aktif lagi dalam olahraga cardio, karena beberapa waktu lalu saya memiliki problem saat berlari, tapi sejak bersepeda, saya mendapatkan olahraga cardio lagi. Karena dengan cardio di pagi hari, saya jadi mendapatkan endorfin yang cukup untuk menghadapi tantangan pekerjaan sepanjang hari!




    Di mana track bersepeda favorit Anda?

    Di Alam Sutera, Tangerang!


    Seperti apa persiapan Anda sebelum pergi bersepeda?

    Sepatu, baju, helm, kaus kaki jangan sampai tertinggal. Saya juga mempersiapkan agar ban dipompa terlebih dahulu supaya jangan sampai kurang tekanannya ataupun kempes, dan persiapkan semua sensor yang ada di sepeda untuk mencatat jarak serta kecepatan. Semuanya harus di-charge dan di-pairing ke ponsel terlebih dahulu. 


    Olahraga sepeda saat ini sedang begitu populer di tengah masyarakat. Bagaimana tanggapan Anda dengan meningkatnya penggemar sepeda saat ini?

    Bersepeda adalah olahraga yang positif, yang bikin saya seram adalah momen di mana bersepeda sangat membludak hingga orang-orang tak bisa melakukan social distancing. Saya adalah tipe yang lumayan parno, kadang meski bersepeda masih pro dan kontra, seperti pakai masker atau tidak saat olahraga, namun kalau situasinya sedang sepadat itu apalagi dengan orang-orang yang tidak satu rumah, maka saya akan tetap pakai masker. Saya pun akan memilih masker yang tidak bikin sesak napas. Saya pun trial and error, kok, dalam memilih masker. 




    Lalu saat sudah benar-benar jauh dari orang lain atau kerumunan, dan kecepatan sepeda sudah cepat sekali, tubuh pun sudah mulai ngos-ngosan, barulah saya menurunkan masker supaya memastikan bahwa napas saya tidak kekurangan oksigen, karena bisa bahaya kalau sesak. Menurut saya, jika semakin banyak orang yang suka untuk bersepeda, maka itu adalah suatu hal yang positif. Hanya tinggal tempatnya saja yang harus memadai agar orang-orang tetap bisa melakukan social distancing, jadi tetap bersepeda tapi juga tetap social distancing yang aman. Mungkin saja bisa menutup area Car Free Day lebih banyak?


    Terakhir, apa pesan dari Anda untuk mereka yang sama-sama baru mulai menekuni hobi sepeda ini?

    Nikmatilah prosesnya, mulai dari belajar, sampai akhirnya dapat kesenangannya. Dan please, jangan pernah menganggap remeh pandemi karena pandemi ini ada dan tetap ada. Jadi jangan karena merasa sudah bersepeda lalu lupa bahwa tidak ada pandemi dan malah meninggalkan protokol kesehatan. Please, no handshake, and your drink is yours. Selalu bawa bekal minum sendiri dari rumah alih-alih beli karena itu jauh lebih ramah bagi lingkungan sekaligus bisa memastikan sendiri kebersihan dan kesehatan botol minumnya. Sepeda pun harus disayang. Harus dicuci, dibersihkan, dirawat, sampai dibawa ke bengkel sekalipun. 


    (Photography: Panji Indra @TheCyclistPortrait)