Celebrity

Cosmopolitan Exclusive Interview: Mew Suppasit Jongcheveevat

  by: Alvin Yoga       2/10/2020
  • Aktor, model, penyanyi, CEO...dan kini ia mengambil program doktoral untuk gelar PhD di bidang teknik. Mew Suppasit lebih dari sekadar selebriti. Ia merupakan persona yang menjengkal kehidupan sembari meraih setiap kesempatan yang ada.


    Oleh: Alvin Yoga / FT / GD / Photographer: Insan Obi, Mew Suppasit Studio / Digital Imaging: Ragamanyu Herlambang / Layout: Severinus Dewantara / Videographer: Putri Hanifa / Video Editor: Corry Octrishya / Special thanks to: Mew Suppasit Studio team




    FOR ENGLISH TRANSLATION AND MORE PHOTOS OF MEW SUPPASIT IN SPECIAL PAGE, PLEASE CLICK HERE


    Jam menunjukkan tepat pukul dua siang. Cosmo sudah siap—lebih tepatnya kami sudah bersiap-siap dari setengah jam sebelumnya—dan sesuai rencana, panggilan video pun kami layangkan. Tak butuh waktu lama hingga panggilan tersebut tersambung, dan layar komputer kini menampilkan set studio di mana kami akan melakukan virtual photoshoot dengan Mew Suppasit.

    Beberapa menit kemudian, sosok yang kami tunggu-tunggu hadir. Mew muncul sambil melakukan wai—sapaan khusus yang biasa dilakukan oleh orang Thailand—ke arah kamera, lantas tersenyum, “Sawasdee khrap, saya Mew Suppasit,” sapanya. Ia lalu melambaikan tangannya dan menyapa seluruh tim. “Maaf, saya sedikit terlambat, saya harus bersiap-siap terlebih dahulu.” Tak apa, santai saja, balas kami. Ia kemudian memperkenalkan sosok di sebelah kirinya, “Ini Khun Tasz, ia manajer saya.”

    He’s quite a vision. Mew mengenakan kemeja putih oversize dengan dua kancing dibiarkan terbuka di bagian atas, lengkap dengan celana panjang longgar berwarna hitam. Kemejanya ia keluarkan agar terlihat lebih stylish. Rambutnya pun sudah ditata sedemikian rupa dengan look yang sedikit messy. Tampilannya sederhana, namun menarik.

    Ia juga tampak sedikit lelah. “Saya belum sempat makan, tak apa, setelah ini saya akan langsung makan.” Belakangan, jadwalnya memang cukup padat. Mew baru saja menyelesaikan reading dan melakukan beberapa workshop untuk serial televisi terbarunya, dan kini ia sedang bersiap-siap untuk memulai syuting. Ditambah lagi, ia juga memiliki beberapa jadwal live virtual event—suatu kegiatan yang kini makin marak dilakukan di tengah kondisi pandemi.

    “Belakangan ini banyak fans berkata bahwa saya terlihat lebih kurus. Mungkin karena saya memiliki cukup banyak aktivitas, sehingga saya kurang fokus menjaga berat badan,” katanya. “Tapi jangan khawatir, saya sadar dengan keadaan tersebut, dan saya akan banyak makan untuk meningkatkan berat badan saya,” lanjutnya.

    Bahkan di tengah seluruh kesibukan tersebut, ia memutuskan untuk menyiapkan kejutan bagi para penggemarnya. Ya, sang aktor asal Bangkok ternyata tengah bersiap-siap untuk melakukan debut sebagai penyanyi dan mengeluarkan single pertamanya. Itulah sebabnya belakangan ini ia juga sibuk berlatih vokal dan dance untuk lagu terbarunya.

    “Apakah saya lelah? Tidak, saya tidak lelah. Saya sudah terbiasa dengan jadwal yang padat. Saya hanya perlu mengaturnya dengan baik. Untungnya, kini saya punya tim yang membantu,” ujarnya. Mendengar itu, kami pun lega.

    Menit berikutnya, sesi foto pun dimulai.


    From Basic to Ballin’

    Mew Suppasit Cosmopolitan Indonesia cover exclusive interview

    Mew Suppasit Jongcheveevat, atau yang kita kenal dengan nama panggilannya, Mew, lahir dan tumbuh besar di Bangkok, Thailand. Awalnya, ia dipanggil dengan sebutan New, hingga kemudian ia memilih untuk berganti panggilan menjadi Mew. Ia adalah anak sulung, dengan seorang adik perempuan yang umurnya tak berbeda jauh darinya.

    Sejak kecil, keluarga Mew sudah membiasakan dirinya untuk mempelajari banyak hal dalam satu waktu. Kesibukan sudah menjadi suatu hal yang biasa. “Perbedaannya, saat kecil dulu fokus saya cuma satu dan simpel, yaitu belajar. Di umur tersebut, goal saya hanyalah lulus dengan nilai yang baik. Kini saat beranjak dewasa, goal saya berubah. I want to do more than just live my life. Dan saya punya beberapa visi untuk mencapai tujuan tersebut,” tuturnya.

    Di umurnya yang baru saja menginjak 29 tahun, Mew sudah melakukan banyak hal yang mungkin tidak biasa dilakukan banyak orang. Namun dengan rendah hati ia menggelengkan kepala, “I’m still searching and learning my own path of life,” ungkapnya sambil terus berpose di depan kamera.

    Sejak awal, Mew tak pernah tahu ia akan menjadi seorang selebriti. Cita-citanya dulu adalah menjadi seorang pilot, namun karena pandangan matanya kurang baik, ia terpaksa harus melepas mimpi tersebut. “Saya punya rabun jauh yang cukup buruk, bahkan ukuran dioptrinya kini mencapai minus 10,” akunya. Hal tersebut membuat Mew memutuskan memberi kesempatan pada hal lain: dunia entertainment.

    Mew memulai kariernya di dunia hiburan dengan menjadi model, hingga kemudian di umur 18 tahun ia terpilih menjadi model MV untuk lagu ‘Will You Love Me or Not?’ dari Dr.Fuu. Dari sinilah tawaran mulai berdatangan. Ia pun kerap menjadi model iklan, juga untuk beberapa video clip, serta mendapatkan beberapa peran kecil di serial televisi.

    “Sebetulnya awalnya saya ingin menjadi seorang musisi. Saya sempat ikut barisan orchestra band (marching band) ketika sekolah dulu, sehingga saya cukup mahir memainkan beberapa instrumen. Saya ingin sekali tampil sebagai musisi sambil bermain gitar atau piano dan... you know, just sing along, namun kesempatan untuk menjadi aktor datang lebih dulu. Karena saya adalah orang yang suka meraup kesempatan, jadi saya iyakan ajakan tersebut,” ucapnya. “Saya jadi teringat dengan audisi peran pertama saya. Bisa dikatakan saya cukup beruntung untuk lolos dalam audisi tersebut, karena saat itu saya tidak tahu apa-apa soal akting,” lanjutnya.

    “Saya lalu belajar lebih banyak soal akting dari sebuah sekolah drama. Saya bahkan pergi mendaftarkan diri sendiri karena saya ingin mengembangkan diri dan memperbaiki kemampuan akting saya,” jawabnya. Dan ya, seluruh usaha dan jerih payah tersebut terjawab. Mew terpilih untuk mendapatkan peran yang penting dalam serial drama ‘I Am Your King’ di tahun 2017. Dan di tahun 2019, ia mendapatkan peran utama sebagai Tharn dalam ‘TharnType the Series’—drama yang kini semakin membesarkan namanya di dunia lakorn (drama televisi) Thailand. Langkah inilah yang kemudian menjadi gebrakan besar bagi karier Mew di layar kaca.

    “Setelah mempelajari seni lakon atau seni peran dan melakukan beberapa studi, saya pun menemukan bahwa jalur seni ini ternyata punya banyak sisi menarik, dan saya memutuskan untuk serius di dunia ini,” jelasnya. Konsistensi dan dedikasi, bisa dikatakan kedua hal itulah yang menghantarkan Mew Suppasit pada posisinya saat ini. 


    Success Is Not A Straight Line

    Mew Suppasit Cosmopolitan Indonesia cover exclusive interview


    Mew menjalani kariernya dengan mengalir seperti air. Terkadang ia seperti air sungai yang tak beriak dan mengikuti arus. Di lain waktu, ia menjadi ombak samudra, yang tanpa ragu terus bergerak maju, menghantam berbagai rintangan di hadapannya—termasuk rintangan dari dalam dirinya sendiri.

    “Saya menantang diri saya setiap hari, bahwa saya harus bisa lebih baik dari hari kemarin. It’s not like a pressure to myself, though. Instead, it helps me feel...excited to do my works. Saya ingin terus membuktikan kemampuan saya pada orang-orang di sekitar, dan terutama pada diri saya sendiri. Actually, it feels so good to be able to continuously improve yourself.

    Inilah sosok Mew Suppasit yang biasa kita saksikan di layar kaca dan kita baca di berbagai majalah, dengan definisi etika kerja yang kuat serta aspirasi yang menyeluruh dalam setiap langkah hidupnya. Mew telah berubah dari remaja yang penuh mimpi menjadi pria yang penuh tekad mengejar keinginan hidupnya.

    Jadwalnya kini sangat padat. Jujur, jadwal seperti ini rasanya akan membuat kebanyakan orang kewalahan. Namun tidak dengan Mew. Ia bahkan mengiyakan tawaran foto ini di tengah kesibukannya.

    “Saya berusaha meluangkan waktu untuk wawancara ini. Sebenarnya, mulai minggu kemarin jadwal saya sudah semakin padat. Tapi saya rasa ini waktu yang tepat untuk berbincang, karena saya sedang menyiapkan diri untuk melakukan banyak hal baru, termasuk merilis single pertama saya,” ungkapnya.



    Sambil terus bercerita, kami memutuskan untuk berpindah lokasi set. Maaf, virtual photoshoot ini memang cukup menyulitkan, ujar kami. “Tak apa, ini pengalaman virtual photoshoot pertama saya, ternyata seru juga, ya. Saya tak sabar menantikan hasilnya,” katanya sambil tersenyum. “Thank you Cosmo Indonesia for choosing me as your first male digital cover. I feel really honored,” lanjutnya. Tidak, kami yang merasa tersanjung, balas Cosmo.

    Cosmo hampir tak bisa bernapas. Percayalah, tak semua orang sebaik dirinya—ralat, tak semua orang bisa menjadi selebriti sebaik dirinya. Mew terlihat sangat menikmati waktu-waktu pemotretan dan wawancara bersama Cosmo, dan ia terus melempar senyum ke arah kamera. Padahal ia harus bekerja berjam-jam sehari, dan pekerjaan seperti ini tidak mengenal akhir pekan. “Ah, Anda harus bekerja sangat keras untuk bisa bertahan di industri ini,” ucapnya.

    Dan bahkan dengan seluruh kerja keras tersebut, hidup tidak selalu mudah untuk Mew. Tekanan pekerjaan, juga isu dan rumor yang beredar mengenai dirinya adalah beberapa rintangan yang harus ia hadapi. “Saya juga pernah beberapa kali gagal dalam audisi. Salah satunya, saya sempat mengikuti audisi untuk sebuah serial televisi, dan lolos dalam beberapa tahap pertama. Tapi sayang, ukuran tubuh untuk sang pemain utama ternyata tidak sesuai dengan tubuh saya yang besar saat itu. So at the end, I got cut off,” ungkapnya. “Ada juga masa-masa dimana saya merasa bahwa akting saya tidak menarik. There was a moment, when I felt discouraged.”

    Namun Mew adalah Mew. Ia tetap berdiri tegap dan berharap penuh. Ia adalah seorang pria yang terus berkarya. And now, he’s in a very good place. “Saya bersyukur memiliki keluarga yang sangat mendukung. Mereka adalah pendukung terbesar dalam hidup saya. Mereka tahu cara membuat saya kembali tertawa ketika saya kelelahan bekerja. And my mom, she’s the best, she knows exactly how to comfort me and she always takes good care of me. Ia selalu dua-tiga langkah di depan. Ialah yang memastikan semuanya tersedia bagi saya,” lugasnya. Kini, ia tak gentar lagi.


    Uncover Our Cover

    Mew Suppasit Cosmopolitan Indonesia cover exclusive interview

    Mew memberi kredit yang besar pada keluarga—terutama kedua orangtuanya—atas pelajaran hidup dan etika kerja yang ia miliki sekarang. Keluarganya jugalah yang menuntunnya hingga ia mengambil program doktoral. “Orangtua saya cukup strict, dan mereka memberi aturan yang jelas dalam hal belajar. Inilah yang membuat saya cukup serius memandang pendidikan.”

    Saat ini, Mew sedang melanjutkan pendidikan di bidang Industrial Engineering di Chulalongkorn University—salah satu universitas terbaik di Thailand. “Sejujurnya saya sempat terpikir untuk mengambil jurusan Communication Arts. Namun nenek meminta saya memilih antara jurusan kedokteran atau teknik. Saya kemudian memilih teknik.”

    Siapa sangka, Mew juga sempat menjadi asisten dosen di Chulalongkorn University ketika ia mengambil program master. “Saya menggantikan dosen saya dan membantu mengajar untuk mahasiswa program sarjana ketika dosen saya tak sempat datang.” Ia menambahkan, “Jika saya tak menjadi aktor, saya rasa saya akan memilih untuk menjadi dosen atau profesor di universitas. Itu adalah momen-momen yang menyenangkan bagi saya, dan saya menyukainya.”

    Tak bisa dielakkan, edukasi memegang peranan penting bagi seorang Mew Suppasit. “Belajar adalah suatu proses kehidupan. Saya, Anda, kita semua melakukannya setiap hari. Selalu ada sesuatu yang baru yang bisa dipelajari, jadi teruslah membuka diri. Believe me, you’ll be the better version of you as long as you willing to always learn.

    Yang mengejutkan, di balik tampilan luarnya yang penuh percaya diri dan gagasan untuk terus memperbarui diri, Mew mengaku bahwa ia juga menyukai bacaan ringan. “Trust me, I’m not a bookworm. Kalau harus memilih, saya lebih suka membaca komik. Hahaha. Manga favorit saya adalah One Piece, komik tersebut menyenangkan dan membuat saya rileks. Oda-sama, sang penulis, adalah seorang storyteller yang baik. Anda tak akan sadar bahwa waktu telah banyak berlalu saat membaca karyanya.”

    Bicara soal waktu, kami sampai lupa mengecek sekarang pukul berapa. “Tenang, saya masih punya banyak waktu sampai jadwal berikutnya,” ujarnya. Masih ada waktu untuk mencoba beberapa pose. Cosmo kemudian memintanya untuk memegang ponsel dan berpose seakan-akan ia sedang melakukan selfie.

    Sambil melakukannya, ia terus bercerita. “Terkadang saya rindu masa-masa di mana rutinitas saya tidak terlalu padat. Di saat-saat seperti itu saya bisa bangun lebih santai, lalu saya akan work out. Setelahnya, saya biasa berlatih menari dan bernyanyi sampai siang,” ucapnya. Ia melanjutkan, “Afternoon time is relax time, saya akan menghabiskan waktu sambil bermain game atau menonton film sampai malam. Dan setelahnya, saya akan tidur lebih awal agar waktu istirahat saya tetap cukup.”

    Beberapa saat kemudian, ia hampir menjatuhkan ponsel yang ia pegang. “Maaf, saya memang seperti ini. I have ‘magic’ hands. Saya mudah sekali menjatuhkan barang yang saya pegang, dan cara makan saya cukup berantakan,” jelasnya. Hmm, fakta yang cukup menarik. “Tak banyak orang yang tahu bahwa saya sering berganti pakaian karena ada makanan yang jatuh ke atas pakaian yang saya kenakan, hahaha.” Yeah, he’s still human after all.


    Can’t Stop Me(w) Now

    Mew Suppasit Cosmopolitan Indonesia cover exclusive interview


    Lima tahun yang lalu, Mew Suppasit mungkin masih berada di bawah radar. Namun kini, ia memiliki banyak sekali penggemar—mereka disebut Mewlions—tak hanya di Thailand, but globally, termasuk di Indonesia. “Senang rasanya mengetahui ada banyak orang di luar sana yang mengapresiasi hasil kerja saya. It feels like all those hours of my hard work, determination and efforts paid off,” ungkapnya. “Saya juga berharap bisa bertemu dengan semua penggemar saya di Indonesia secepatnya. Until that day comes, I will create many wonderful works to cheer you up.”

    Anyway, Anda keliru menyebut Mewlions, cara bacanya bukan ‘li-ən’ (singa). Akar katanya berasal dari kata millions (juta), jadi bacanya myoo-lyəns,” ralatnya. Maaf, Cosmo baru tahu. “Tak masalah, saya senang bisa mengoreksi.”

    Bicara mengenai penggemar, jelas sekali Mewlions tak sabar menunggu kembalinya Mew di layar kaca. Mereka tengah menantikan serial drama terbaru Mew, TharnType Season 2, yang rencananya akan hadir akhir tahun ini.

    “Saya sudah selesai membaca keseluruhan naskahnya. Saya yakin para penggemar pasti sudah tak sabar menunggu kelanjutan serial tersebut. Jangan khawatir, kami sedang menyiapkan yang terbaik bagi kalian semua,” jelasnya. “Anda akan melihat evolusi dari masing-masing karakter: Mulai dari cara mereka membuat keputusan, logika berpikir, serta mindset yang ikut berubah seiring mereka bertambah dewasa. Ini akan menjadi proyek yang menyenangkan. I feel excited about this. And yes, it’s worth the wait.”

    Dan ya, Mew akan kembali beradu peran bersama Gulf Kanawut yang berakting sebagai lawan mainnya, Type. “Jika dibandingkan dengan hari pertama kami bertemu, kini kami sudah jauh lebih dekat. Saya masih ingat kali pertama bertemu, kami saling berdiri berjauhan. Gulf berada di satu sudut bersama teman-temannya, dan saya di sudut lain. Kami sibuk dengan diri masing-masing. But now, we’re like brothers,” katanya. “Saya bersyukur bisa berakting bersama Gulf lagi. Ia pandai berakting, ia tahu cara terbaik untuk bekerja bersama agar kami cepat memahami karakter masing-masing.”

    Ini akan menjadi kali ketiga Mew memerankan sosok Tharn (ia sempat menjadi cameo untuk serial lain dengan karakter yang sama), “Hmm, jika dipikir-pikir lagi, ada banyak hal dalam diri saya yang mirip dengan Tharn. Saya suka musik, begitu juga Tharn. Saya orang yang cukup serius—terutama dalam hal cinta—begitu juga Tharn.”

    Bicara soal cinta, “Kata pertama yang muncul di pikiran saya ketika mendengar kata cinta adalah understanding. Bahkan jika saya dan si dia memiliki banyak perbedaan, saya yakin kami bisa hidup bersama jika kami saling memahami satu sama lain,” jelasnya. “Inilah yang saya cari dari sosok pasangan saya, yaitu seseorang yang bisa memahami saya dan juga seseorang yang bisa membuat saya terus belajar.”

    Sampai hari itu tiba, Mew akan terus mempertegas langkahnya sebagai seorang aktor. “Prioritas utama saya sekarang adalah berakting, mengingat saya adalah seorang aktor. Memiliki kemampuan akting yang baik adalah keinginan terbesar saya sekarang,” ujarnya. “Kedua adalah keluarga. Mereka ialah sosok di balik layar yang membesarkan saya dan membuat saya menjadi seperti sekarang. Mereka juga tak pernah berhenti memberikan cinta dan dukungan kapanpun saya membutuhkannya.”

    “Yang terakhir, baru cinta. The kind of love that helps me to always learn something new, the one that push those boundaries to helps me become a better version of me.” Dan saat ini, “Seperti Chopper, anjing kecil kesayangan saya. Ia yang membuat saya percaya akan cinta pada pandangan pertama. He’s so adorable! He’s the little thing in life that makes me happy,” tutupnya sambil tersenyum lebar seperti biasa.

    Kalau saja Chopper tahu seberapa beruntung dirinya. We envy you, Chopper, we really do.


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Cosmopolitan Indonesia)