Celebrity

Kelly Tandiono Mengungkap Targetnya dalam Bersepeda!

  by: Givania Diwiya Citta       3/10/2020
    • Aktris sekaligus triathlete Kelly Tandiono telah menekuni bersepeda sebagai salah satu dari bidang olahraga yang digelutinya.
    • Cosmo menangkap persona cyclist dalam diri Kelly dan berbincang tentang tips seru serta perjalanan bersepeda Kelly.


    Jika berbincang tentang hobi bersepeda yang tengah marak di skena olahraga urban, aktris sekaligus triathlete Kelly Tandiono justru telah lebih dulu terjun menekuni dunia sepeda sebagai salah satu bidang olahraganya. Dengan kolaborasi bersama @TheCyclistPortrait yang menangkap berbagai persona cyclist lintas profesi dan latar, Cosmo pun berbincang dengan Kelly untuk berbagi tips seru kala bersepeda serta perjalanannya dalam menekuni olahraga bersepeda ini. Simak, girls!




    Hai Kelly! Bagaimana awal mula Anda mulai aktif dan ‘terjun’ ke hobi bersepeda ini?

    Sebenarnya dari kecil saya sudah main sepeda yang pakai keranjang, tapi kalau road bike, saya baru mulai dari tahun 2014. Saya juga bersepeda karena saya menekuni triathlon (berenang, bersepeda, lari), dan salah satu olahraganya adalah bersepeda.


    Apakah Anda memiliki keinginan atau target tertentu yang berhubungan dengan hobi bersepeda tersebut?

    Saya adalah tipe orang yang selalu menargetkan sesuatu karena saya senang menantang diri sendiri biar seru. Jadi saat latihan, saya menanamkan pikiran bahwa saya melakukan ini untuk sesuatu. Salah satunya adalah karena saya ikut latihan triathlon, di mana dalam setiap latihan ada goal yang harus diraih, seperti waktu, atau dapat podium, atau target lain. Sekarang saat kita jadi punya waktu lebih untuk bersepeda, rata-rata waktu bersepeda saya pun jadi bertambah dan itu bagus, karena saya jadi punya waktu lebih untuk berlatih.


    Psst, sebenarnya, sepeda adalah salah satu kelemahan saya. Karena jika di triathlon, saya paling kuat dan kencang untuk berenang dan lari, namun sepeda adalah kelemahan saya. Itulah mengapa saya lebih banyak mengerahkan latihan untuk sepeda agar nanti hasilnya lebih maksimal.


    Apa perasaan yang Anda rasakan setiap kali bersepeda? Terutama setelah berhasil menempuh jarak yang maksimal dan mengarungi medan yang berbeda?

    Jika saya bertemu medan yang berbeda-beda, saya justru semakin senang. Seperti saya yang sering bersepeda di Dalam Kota (Jakarta) karena dekat dengan tempat tinggal saya. Saya bisa saja mendapatkan 35 sampai 40 km per hari, dan itu sudah lumayan maksimal untuk latihan! Ditambah track-nya flat dan punya tanjakan sedikit. Sementara untuk medan yang berbeda, contoh saat saya bersepeda di Bali, saya gowes ke Ubud tanpa tahu medannya akan seperti apa, and that is exciting! 



    Kemarin pun saat saya sedang di Labuan Bajo, saya gowes di sana yang medannya cukup berat banget, belum lagi panasnya! Tapi sangat menyenangkan, karena saya bisa sekaligus melihat pemandangan, mengalami hal baru dalam bersepeda. Ini kali kedua saya bersepeda di Labuan Bajo, tapi sekarang sudah berhasil. Saya menemukan tour guide dan dipinjamkan road bike, kami bertiga (dengan Sunny Kerenina dan Nirina Zubir) pun akhirnya sukses bersepeda. 


    Apakah Anda biasanya lebih memilih bersepeda sendiri, atau bergabung dalam grup?

    Kalau saya lebih suka bersama dengan teman ataupun komunitas. Tapi karena sedang masa PSBB, jadi ada batasan, semisal hanya dengan 10 orang paling banyak. Saya biasanya bersepeda dengan Lipstick Ride, dan biasanya bisa hingga 50 orang, itu seru banget! Saya juga pernah bersepeda sendiri, tapi rasanya bosan sekali. Karena jika bersepeda dengan grup, fungsinya adalah untuk saling memotivasi satu sama lain. Kalau kamu punya teman, dan teman kamu juga punya teman yang sama-sama kuat, kalian jadi bisa saling memotivasi dan berkompetisi secara sehat. Apalagi jika kita bersepeda jarak jauh, akan sangat membutuhkan dorongan dari teman-teman. Kalau sendiri, oh my God, that’s going to kill me.


    Apakah Anda rutin bersepeda setiap hari? Bagaimana biasanya Anda mengatur jadwal bersepeda di antara aktivitas yang padat?

    Saya bersepeda tiga sampai empat kali seminggu, dan selalu di pagi hari, biasanya saya memulainya di jam 05:30 pagi dengan durasi satu setengah hingga dua jam untuk 40 km. Saya pun kerap mengombinasikannya dengan latihan core and strength. Karena kalau kita hanya bersepeda saja, kita tetap butuh cardio, tubuh kita butuh balancing agar tidak kendur. Saya juga suka mengombinasikannya dengan latihan lari, berenang, dan mengonsumsi nutrisi yang tepat.   


    Adakah hal positif yang Anda dapatkan ketika menjalani hobi bersepeda ini? 

    Banyak sekali. Pertama, bersepeda itu sehat, itu alasannya mengapa saya bersepeda. Ia juga bikin fit. Saya juga merasa kalau kita berolahraga, terutama gowes, bisa membuat pikiran lebih fokus. Jadi saat kita bereaksi terhadap satu hal, itu melatih kita untuk cepat merespons. Karena dengan gowes, kita harus berkonsentrasi terhadap lingkungan sekitar hingga mengasah refleks dan awareness kita jadi lebih cepat. Seperti Spiderman! 




    Lebih dari itu, kita juga bisa bertemu banyak teman baru juga komunitas. Dalam komunitas, kita bisa banyak belajar hal baru, bisa berbagi hobi dan pengalaman, dan bisa banyak bertanya tips and tricks pada para senior yang sudah bersepeda lebih lama. Bisa saling memotivasi dan menginspirasi dengan orang lain.


    Di mana track bersepeda favorit Anda?

    Karena saya sering main di Dalam Kota, maka saya akan bilang Dalam Kota! Tapi tentu saja yang paling jadi favorit adalah keliling Indonesia. Seperti kemarin di Labuan Bajo, oh, I love it!




    Seperti apa persiapan Anda sebelum pergi bersepeda?

    Kalau saya melakukan latihan yang serius, maka saya akan berbusana seperti dalam pemotretan ini. Pasti pakai jersey, pants, sepatu sepeda, dan tambahan kacamata agar tetap fashionable. Kacamata ini lumayan jadi trademark saya saat bersepeda, lho. Saya juga suka dengan warna-warna mencolok, karena saat bersepeda kita memang seharusnya pakai baju berwarna mencolok agar pengendara mobil dan sepeda motor bisa langsung melihat kita. Tapi kalau sedang bersepeda santai seperti kemarin saat di Labuan Bajo, saya hanya pakai short jeans dan crop top saja, yang penting keamanan ada dari helm dan sepatu olahraga.


    Olahraga sepeda saat ini sedang begitu populer di tengah masyarakat. Bagaimana tanggapan Anda dengan meningkatnya penggemar sepeda saat ini?

    Saya justru senang karena sekarang setiap orang bersepeda, dan sebenarnya bagus juga untuk lingkungan, lho. Karena lihat saja, jika semua orang mulai bersepeda untuk pergi kerja, maka akan ada lebih sedikit kendaraan bermotor, lebih sedikit polusi, dan akan ada lebih banyak udara segar untuk dihirup. Dan pasti akan membuat kita warga Indonesia jadi lebih bugar! Sepeda itu tren yang baik.


    Terakhir, apa pesan dari Anda untuk semua yang sama-sama sedang menekuni hobi sepeda ini?

    Memang ada orang-orang yang bersepeda karena hobi atau mungkin karena mengikuti tren. Tapi kalau kita tipe yang mengikuti tren, maka pilihlah sepeda yang tidak terlalu mahal agar tidak ada yang terbuang sia-sia jika tak suka nantinya. Dan kalau masih baru dalam dunia sepeda, maka ikutlah komunitas, karena akan sangat membantu untuk semua informasi dan arahan yang didapat.


    Saya pun mulainya seperti itu, saya ikut komunitas dan diajari banyak hal, sesederhana di mana harus belanja baju bersepeda, atau bagaimana caranya pakai cleats. Apalagi komunitas dalam sepeda itu sangat hangat dalam menyambut kita, di mana tidak ada senioritas sama sekali. Mungkin karena dulu komunitas sepeda masih jarang dan kecil, jadi senang kalau ada orang yang ingin bersepeda. It’s actually good for us!



    (Photography: Panji Indra @TheCyclistPortrait)