Celebrity

Sigi Wimala Ungkap Target & Destinasi Bersepeda Impiannya!

  by: Giovani Untari       5/10/2020
    • Aktris, filmmaker, sekaligus cyclist Sigi Wimala selalu memiliki cerita seru dan menyenangkan terkait dengan olahraga sepeda yang sudah ditekuninya selama lebih dari enam tahun.
    • Cosmo pun menangkap persona cyclist dalam diri Sigi dan berbincang tentang target terbesar, destinasi impian, bahkan caranya menjaga kesehatan selama bersepeda di saat pandemi ini.


    Enam tahun begitu konsisten menekuni dunia sepeda, membuat sosok aktris dan filmmaker Sigi Wimala menjadi sosok yang selalu Cosmo tuju untuk mendapat banyak insight baru dan positif mengenai olahraga sepeda ini. Lewat kolaborasi Cosmo bersama @TheCyclistPortrait yang menangkap berbagai persona cyclist lintas profesi dan latar, Cosmo pun berbincang bersama Sigi Wimala untuk mencari tahu apa sih tentang tantangan terbesarnya selama menjadi seorang female cyclist, di manakah dream destination Sigi untuk bersepeda (okay, we are so curious!) dan target terbesarnya yang selanjutnya ingin Sigi capai. Go, go, go!




    Hai Sigi, menurut kamu apa tantangan terbesar selama menjadi seorang female cyclist?

    Tantangannya lebih ke arah diri sendiri, karena yang membuat tantangan itu ada kan sebenarnya diri kita sendiri.. Dan dari bersepeda juga saya jadi sadar bahwa ternyata saya termasuk tipe orang yang kompetitif. Hal ini menurut saya bisa menjadi sesuatu yang baik namun terkadang juga bisa menjadi sebaliknya. Hal baik yang bisa saya rasakan dari bersepeda ini adalah saya menjadi terus termotivasi untuk berusaha lebih baik lagi dari dari dalam diri saya, tanpa harus tergantung pada orang lain. Negatifnya, semakin banyak cyclist sekarang semakin merasa “Oh jadi semakin banyak juga tantangannya di luar sana.” Terkadang saya juga merasa fear of missing out (FOMO) kalau kita tidak bisa bangun pagi dan melihat orang lain pergi sepedaan, haha.. Jadi muncul perasaan insecure yang sebenarnya menjadi motivasi juga. Lalu sempat muncul pressure karena sepeda ini jelas bukan hobi yang murah. Dan jika kita tidak wise terhadap apa yang kita beli terutama di kondisi seperti saat ini, bisa menjadi toxic juga. Saya suka merasa sedih kalau orang bersepeda niatnya malah jadi saling beradu pamer membeli barang yang paling mahal atau yang terbaik. 




    Punya dream destination kah untuk bersepeda?

    Paling dekat saya ingin mencoba Kuala Lumpur karena di sana banyak tanjakan. Saya pribadi sangat suka sirkuit yang menanjak apalagi kalau jalannya bagus dan pemandangannya indah. Kalau ada kesempatan saya juga tertarik mencoba destinasi sepeda yang lebih jauh dan ekstrim seperti ke Girona di Spanyol atau Italia. 


    Sebelum adanya pandemi, apa kota terbaik / terfavorit Sigi untuk bersepeda?

    Jujur saat ini Magelang dan Yogyakarta. Saya suka bersepeda di sana karena jalanannya halus dan banyak pemandangannya indah.



    Saat ini banyak yang penasaran dan memulai bersepeda, apa tips dari Sigi untuk mereka yang baru mulai tertarik pada hobi ini?

    Be wise! Karena ini bukan olahraga yang murah. Jadi anggaplah bahwa sepeda ini sebagai sebuah investasi yang harus diimbangi dengan komitmen. Karena kita tentu tidak ingin membeli sesuatu yang malah untuk satu tahun ke depan hanya berakhir begitu saja, kan? Kenali diri sendiri, jangan memaksakan diri. Misalnya kamu dari yang jarang berolahraga terus tiba-tiba mencoba bersepeda tapi malah langsung di-push. Just take it easy and enjoy it! Tips saya kita sesama cyclist juga harus lebih sensible. Kalau bisa jangan bersepeda dalam grup yang besar apalagi di situasi saat ini. Kita juga harus mematuhi aturan yang berlaku termasuk peraturan untuk pengguna jalan lainnya. Karena kalau kita berperilaku buruk di jalan, pasti nanti akan berimbas pada cyclist lainnya. Tentu kita tidak ingin para pesepeda menjadi public enemy, bukan?




    Apa jenis sepeda yang bisa Sigi rekomendasikan untuk para cyclist pemula?

    Banyak sekali sebenarnya entry bike yang bisa kamu coba dan dengan harga terjangkau. Bagi saya ini adalah hal yang terpenting. Saya ingat sepeda pertama saya, bahkan saya pun membelinya dengan harga sale. Jadi kita tidak harus selalu kok membeli sepeda yang paling mahal atau keluaran terbaru. Yang terpenting kamu tahu bahwa dengan sepeda tersebut, kamu bisa terus memacu diri. Saya baru upgrade sepeda setelah tiga tahun lamanya, karena saya juga ingin mencari tahu seberapa berkomitmen sih awalnya saya dengan olahraga ini. Karena sayang kalau sudah sudah membeli sepeda yang mahal tetapi kitanya cuman mood-moodan. Jangan lupa sepeda juga harus pas dan sesuai dengan diri kita.


    Ada target tertentu sebagai seorang cyclist yang sudah cukup lama menekuni dunia bersepeda?

    Target saya adalah berusaha untuk selalu memecahkan rekor personal. Lalu bisa bersepeda dengan jarak yang semakin jauh dan mencoba rute yang berbeda lagi. Saya juga ingin sekali kedepannya bisa travelling dengan sepeda saya. Karena saya merasa dengan travelling bersama sepeda, saya jadi bisa lebih dekat dengan alam dan mengapresiasi hal-hal yang kecil.






    Terakhir, seperti apa Sigi menjaga keamanan dan kesehatannya saat bersepeda terutama saat pandemi ini?

    Dengan adanya pandemi ini saya lebih memerhatikan asupan gizi saya, supaya imun tubuh selalu terjaga saat berolahraga dan bersepeda. Gizi itu tidak boleh dianggap remeh lho! Banyak yang beranggapan bahwa mereka ingin bersepeda agar kurus dan memilih menghindari karbohidrat. Padahal tubuh kita sebenarnya perlu karbohidrat saat sedang bersepeda agar tetap punya energi. Jadi di situasi ini penting sekali untuk menjaga asupan gizi kita.



    (Giovani Untari / Images: Photography: Panji Indra @TheCyclistPortrait / Ilustrasi: Rhani Shakurani)