Fashion

Intip Karya 8 Jenama yang Memeriahkan 'Karisma Batik 2020'

  by: Shamira Priyanka Natanagara       7/10/2020
  • Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober kemarin, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi dengan Yayasan Batik Indonesia untuk menyelenggarakan Karisma Batik 2020, yakni sebuah peragaan busana online di mana para penggemar fesyen serta pencinta kain tradisional dapat melihat koleksi batik dari sejumlah jenama tanah air terpilih.

    Bertajuk 'Bangga Pakai Batik', acara ini bertujuan untuk tetap merayakan keindahan batik Indonesia di tengah pandemi, serta mengingatkan para penonton bahwa batik cocok untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Karisma Batik 2020 menampilkan delapan koleksi batik karya delapan jenama terpilih dari 104 jenama yang terdaftar. Peneliti dan Akademisi Aprina Murwanti menjelaskan bahwa koleksi yang ditampilkan adalah hasil kurasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.



    "Pertama, kain batiknya harus asli dan bukan motif batik yang dicetak pada kain lain," katanya. Setiap karya batik yang ditampilkan pun dibuat dengan teknik rintang warna, memiliki karakter dan komposisi yang menonjol, serta memiliki cerita yang menarik. "Koleksi yang terpilih juga dianggap dapat menjawab tantangan masa kini: membuat batik wearable di kehidupan sehari-hari," jelasnya.

    Berikut adalah delapan desainer terpilih dan karya jenama mereka yang tampil di Karisma Batik 2020:


    Vania Wijaya Gunawan - KASEE Batik Activewear

    KASEE Batik Activewear menggunakan kain batik untuk membuat koleksi pakaian dailywear dan activewear, menghadirkan solusi untuk tantangan yang dihadapi kain tradisional di masa kini. 


    Clara Cyntiarini Wijayanti - Bebatikan Jogja

    Kalau kamu kurang suka memakai batik untuk beraktivitas sehari-hari karena merasa terlalu dipenuhi motif, koleksi Bebatikan Jogja ini memadukan motif batik dengan motif polos, serta warna-warna pastel yang simpel tapi cute


    Agus T. Santosa - Apikmen 

    Jenama yang satu ini memperkenalkan motif khusus yang terinspirasi dari corona. Yup. Coba lihat lebih dekat, pasti kamu bisa menemukan motif bulat yang menyerupai bentuk virus COVID-19. Kreatif!



    Dian Nutri Justisia Shirokadt - Shiroshima Indonesia

    Koleksi Shiroshima Indonesia ini merupakan akulturasi budaya Jepang dan Indonesia. Semua item dalam koleksi ini terbuat dari kain batik, tapi desainnya terinspirasi oleh gaya tradisional Jepang.





    Meka - Batik Marindau

    Jika biasanya motif batik terinspirasi dari flora dan fauna, koleksi Batik Marindau ini terinspirasi dari aksara incung, yaitu salah satu aksara tertua di Indonesia.


    Grita Karina - Buana Batik

    Menurut Aprina, yang membuat karya Buana Batik spesial adalah motifnya yang dominan flora tapi memiliki komposisi warna lembut, sehingga kontras dengan warna kain dasarnya.




    Vitalia Noor Darma - Rumah Batik Jinggar

    Rumah Batik Jinggar menghadirkan pakaian dengan gaya kontemporer dengan nuansa yang masih terasa tradisional.




    Afiyah Cahyani - Ruang Titik

    Koleksi Ruang Titik dihiasi wujud satwa langka elang bondol, serta menambahkan motif ornamen pepatran di sekitarnya, dan Aprina juga merasa setiap look yang disajikan Ruang Titik konsisten dengan satu sama lain.


    Aprina juga memberi pesan untuk para desainer dan perajin batik: "Sekarang adalah waktu terbaik untuk riset dan mengevaluasi diri. Mungkin omzet turun dan pasar terganggu, tapi inilah waktu yang baik untuk mengeksplor teknik-teknik dan ragam hiasan baru."


    (Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: S. Dewantara / Images: Dok. Kemenparekraf)