Lifestyle

Catat! 20 Film Psychological Thriller Terbaik Sepanjang Masa

  by: Givania Diwiya Citta       13/10/2020
  • Meskipun menonton film horor itu menyenangkan apalagi dengan lampu kamar yang dimatikan, namun terkadang kamu ingin menonton adegan yang melibatkan lebih sedikit darah tapi… lebih memutar otak. Perkenalkanlah: Psychological thriller, sebuah genre yang akan mengacaukan mental serta emosi kamu sambil membuat kamu bergidik ketakutan selama prosesnya. What’s not to love?


    Psychological thriller ideal untuk orang-orang yang tak terlalu menikmati jump-scare dan film paranormal, tapi tetap ingin merasakan jantungnya berdebar dan mungkin mendapatkan mimpi buruk di malam hari. Ayo mengaku, terkadang rapuhnya psikis manusia memang lebih menakutkan ketimbang harus berhadapan dengan hiu pembunuh, bukan? Mengutip Master dari Psychological Thriller, Alfred Hitchcock, “Ada perbedaan besar antara ‘suspense’ (tegang) dan ‘surprise’ (terkejut), namun banyak film terus-menerus membingungkan keduanya.” Ia lalu melanjutkan, “Buatlah penonton tersiksa sebanyak mungkin,” jadi… ya, begitulah.




    Film-film Alfred memang banyak didominasi oleh genre ini, contoh klasiknya adalah Vertigo dan Rebecca, tapi ada banyak juga film psychological thriller modern yang siap dan bersedia membuat kamu freak out – mulai dari Black Swan, American Psycho, sampai Eyes Wide Shut, dan Gone Girl. Berikut adalah 20 film psychological thriller terbaik sepanjang masa jika kamu sedang ingin bergidik secara ~intelek~.


    Psycho


    Tampaknya kita tidak bisa mengurasi daftar film psychological thriller tanpa memasukkan Psycho. Judulnya saja sudah begitu. Film paling terkenal dari Alfred Hitchcock ini bercerita tentang perempuan yang tinggal di motel paling menyeramkan di dunia, yang dimiliki oleh Norman Bates, seorang pria yang… uhm… terlalu terobsesi dengan ibunya.


    The Shining


    Adaptasi Stanley Kubrick dari novel Stephen King ini pada dasarnya sudah merusak imaji kita terhadap karpet, sepeda roda tiga, anak kembar, dan lorong. Ini adalah perjalanan paling menakutkan yang seseorang alami, yang membuatnya jadi benar-benar gila. Cosmo tak pernah merasa sembuh dari film ini.


    Shutter Island


    Ini film tentang Leonardo DiCaprio yang pergi ke rumah sakit jiwa di sebuah pulau di mana kasus pembunuhan baru saja terjadi. Atau begitukah yang terjadi?! Seperti thriller yang bagus, tak ada yang tampak mencurigakan dalam film ini, dan kamu tak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai di akhir nanti – saat kamu akan ketakutan sepenuhnya. Have fun!


    Get Out


    Get Out punya elemen psychological thriller, horor, dan suspense, tapi film ini – tentang pria kulit hitam yang mengunjungi keluarga pacarnya yang kulit putih dan kaya raya – tak bisa didefinisikan ke dalam satu genre. Jordan peele bilang pada Vulture bahwa ia melihat Get Out sebagai social thriller, “Orang jahatnya adalah masyarakat – hal-hal yang melekat pada kita semua, dan menyediakan hal-hal baik, tapi nyatanya membuktikan bahwa manusia akan selalu jadi barbar, hingga lebih dari itu,” ujarnya.


    The Silence of the Lambs


    Kamu mungkin berpikir bahwa film tentang seorang kanibal yang menghabiskan waktunya memakan manusia adalah termasuk ke kategori film gore, tapi The Silence of the Lambs adalah salah satu film yang membengkokkan genre, karena ini adalah tentang memahami pikiran gelap Hannibal Lecter, seorang pria yang senang menikmati rasa daging manusia. Sangat mimpi buruk.


    The Butterfly Effect


    Ini adalah thriller awal yang dibintangi Ashton Kutcher, apalagi yang kamu ingin tahu? Oh, ceritanya melibatkan kemampuannya untuk menjelajah waktu ke masa lalunya yang traumatis, lalu mengubah masa depan. Kemudian ia pelan-pelan kehilangan jalan pikiran dalam prosesnya. Congrats, kamu sudah tenggelam ke dalam film.


    The Fight Club


    Untuk menjelaskan mengapa film ini adalah psychological thriller hanya akan merusak akhir cerita film, terutama bagi 0,001% dari kamu yang belum pernah menontonnya. Jadi Cosmo hanya akan bilang satu hal: Peraturan pertama dalam Fight Club adalah kamu tak boleh membicarakan apapun tentang fight club.


    The Girl on the Train


    Yang satu ini mengambil konsep seorang “narator yang tak bisa diandalkan” berkat karakter utama yang tak bisa memercayai memorinya sendiri. Yang lantas jadi masalah ketika orang-orang di sekitarnya hilang atau saat ia bangun berlumur darah…


    Inception


    Cosmo bahkan tak bisa merapikan pikiran dari plot film ini, tapi pada dasarnya film ini dibintangi pria kita, Leonardo DiCaprio, sebagai seorang pencuri yang bisa memasuki mimpi orang-orang untuk mencuri elemen dari alam bawah sadar mereka. Cosmo masih tak tahu apakah film ini adalah mimpi… yang ada di dalam mimpi… dalam mimpi lagi… tapi yang penting, sutradara Christopher Nolan menyebutkan satu hal tentang adegan terakhir yang ikonis: “Ini penting untuk orang-orang karena itulah yang disebut realita. Realita itu penting.”


    The Sixth Sense


    Ya, teknisnya ini memang sebuah film hantu tentang anak kecil menakutkan yang bisa melihat orang-orang yang sudah mati, tapi kalau kamu tahu bahwa film ini punya twist yang terkenal, kamu akan tahu mengapa ia dikategorikan sebagai film psychological thriller, mmmkay?




    Gaslight


    Penasaran dari mana istilah “gaslighting” muncul? Dari film ini! Gaslight adalah tentang perempuan yang suami jahatnya memanipulasinya hingga berpikir ia akan jadi gila. Judulnya merujuk pada satu momen dalam film ketika ia melihat lampu sorot berkedip dan suaminya meyakinkannya bahwa ia hanya berimajinasi saja.


    Vertigo


    Vertigo adalah film terbaik Alfred. Seperti yang kamu sudah tebak, film ini adalah tentang seorang pria yang tersiksa karena vertigo, dan film ini menampilkan semua ciri khas dari genre ini: Identitas palsu, rumah sakit jiwa, dan beberapa kegilaan normal. Tapi bagian terbaik dari Vertigo adalah latar California utara di era 1950an yang cantik.


    Memento


    Tak ingin membocorkan banyak, tapi Memento adalah tentang Guy Pearce yang berperan jadi pria yang menderita kehilangan memori jangka pendek. Yang kemudian mengalami kesulitan dalam beberapa kondisi terutama karena ia mencoba mencari tahu siapa yang membunuh istrinya. Film ini ditampilkan secara hitam putih serta berwarna untuk membedakan dua periode waktu, hingga akhirnya bersambung di akhir cerita. Sangat genius.


    Rebecca


    Oh, halo lagi, Alfred. Film ini memenangkan Academy Award untuk Best Picture dan tak sulit untuk tahu mengapa. Rebecca adalah tentang “memori yang menghantui istri pertama seorang pria yang lantas menghantui istri barunya” (mirip dengan Jane Eyre dari Jane Austen), dan plot film ini sangat liar.


    Whatever Happened to Baby Jane?


    Tak diragukan lagi inilah film paling terkenal dari Bette Davis, Whatever Happened to Baby Jane? adalah film tentang mantan aktris anak-anak yang telah menua, yang melakukan penawanan terhadap saudara perempuannya yang menggunakan kursi roda dalam sebuah mansion Old Hollywood. Tapi seperti yang diketahui para penggemar Feud dari Ryan Murphy, bagian yang paling juicy dari film ini adalah apa yang terjadi di balik layar: Perseteruan gila antara aktris Bette dan Joan Crawford, yang tersohor sebagai rival.


    Black Swan


    Kini giliran Natalie Portman yang berperan jadi penari ballet yang kehilangan akal sehatnya terhadap kenyataan. Black Swan sangat intens dan gemilang hingga membuat Natalie meraih Oscar. Jika Cosmo ceritakan detail lainnya maka hanya akan merusak ekspektasi orang-orang yang belum menontonnya, tapi bersiaplah untuk sebuah twist besar dan beberapa adegan mengupas kulit. Film ini bagus!


    American Psycho


    Oke, American Psycho memang tak begitu masuk ke kategori psychological thriller, melainkan lebih masuk ke dalam psychological horror, berkat kematian menggunakan gergaji. Tapi Cosmo masih memasukkannya ke dalam daftar ini untuk mendukung suami kita bersama, Christian Bale. Film ini juga membuktikan tak ada yang lebih menakutkan daripada seorang rekan kerja di bank investasi yang kebosanan.


    Eyes Wide Shut


    Ingat ketika Tom Cruise dan Nicole Kidman masih menikah bersama? Lol. Anyway, mereka menggarap film erotis ikonis ini sebelum berpisah, yang bercerita tentang Tom yang tak sengaja bergabung dengan club orgy berbahaya dan menyaksikan banyak hal gila. Banyak juga, kok, kejadian yang bersifat psychological thriller.


    Gone Girl


    Film ini dikenal juga sebagai film di mana Ben Affleck melakukan nudity total, tapi sesungguhnya film ini adalah tentang seorang pria yang menjadi tersangka setelah istrinya menghilang. Tentu saja, tak ada yang tampak seperti kenyataan dalam film ini. Kecuali adegan Ben tadi, ehm.


    Fatal Attraction


    Fatal Attraction adalah film menghibur dari tahun ’80an tentang seorang perempuan yang terobsesi dengan pria yang sudah menikah, dan mereka pun menjalin affair. Kalau kamu tak terlalu ingin menontonnya, coba tonton Obsessed karena pada dasarnya keduanya sama, hanya saja ada tambahan Queen Bey dan Ali Larter.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Dok. Outnow.ch / Mehera Bonner)