Beauty

Jerawat Dada: Cara Efektif Menghilangkan dan Menghindarinya

  by: Shamira Priyanka Natanagara       19/10/2020
  • Jerawat pada dada alias chest acne mungkin tidak memiliki sebutan catchy seperti bacne atau maskne, tapi chest acne (chacne?) akan tetap muncul entah dari mana dan langsung membuatmu tidak percaya diri untuk memakai pakaian low cut. Kabar baiknya? Menurut dokter kulit bersertifikat Kristina dan Gary Goldenberg, M.D., dan Doris Day, M.D., kamu bisa menangani breakout pada area dada dengan cukup mudah dan mencegah kemunculannya kembali dengan beberapa trik dan produk—kamu hanya perlu tahu di mana mencarinya. Dan itulah tugas Cosmo di sini. Berikut ini adalah jawaban untuk semua pertanyaanmu tentang cara menghilangkan chacne (ugh, mari kita sebut ‘jerawat dada’ saja, oke?), agar kamu bisa memikirkan hal-hal lain dalam hidup yang lebih serius.

     

    Apa penyebab jerawat pada dada?

    Seperti breakouts pada wajah, jerawat dada bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti genetik, ketidakseimbangan hormon, dan gaya hidup (diet tinggi gula, sering berkeringat, atau sering memakai baju ketat). Dr. Kristina Goldenberg mengatakan bahwa bagi wanita, breakouts dada bisa beriringan dengan siklus menstruasi, tapi pria dan wanita bisa mengalami kasus ringan hingga berat. Karena penyebab jerawat sungguh beragam, jerawat dada sangat umum terjadi dan sangat normal, tapi kamu bisa menghilangkannya jika merasa terganggu.



     

    Bagaimana cara menghilangkan jerawat dada?

    Dr. Day merekomendasikan eksfoliasi secara reguler (sekali atau dua kali dalam seminggu) dengan scrub lembut untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan penyumbatan pori-pori yang bisa menimbulkan jerawat. Kalau scrub yang mengandung butiran kurang ramah bagi kulit dada yang cenderung tipis (sehingga terasa perih, menyengat, atau terbakar), coba chemical exfoliator yang mengandung asam untuk melarutkan kotoran dan minyak. Ini favorit Cosmo:

     

    Coba salah satu dari 4 produk eksfoliasi ini:


    • Vaseline® Intensive Care™ Advanced Strength Lotion (beli di Sociolla, Rp20.550,-.)
    • Kiehl’s Crème de Corps Soy Milk and Honey Body Polish (beli di situs resmi Kiehl’s Indonesia, Rp550.000,-.)
    • L’Occitane Almond Milk Concentrate (beli di situs resmi L’Occitane Indonesia, Rp935.000,-.)
    • The Body Shop Almond Milk & Honey Gently Exfoliating Cream Scrub (beli di situs resmi The Body Shop Indonesia, Rp299.000,-.)

     

    Apapun yang kamu lakukan, jangan pencet jerawat. Kalau kamu merasa itu adalah solusi cepat, NOPE! “Dada dan punggung adalah dua area tubuh yang lebih sulit sembuh dan lebih mudah meninggalkan bekas luka, jadi jangan disentuh,” kata Dr. Day. Jika jerawatmu ‘menggoda’, tutupi dengan concealer atau acne patch. Ya, mungkin jerawat akan bertahan selama beberapa hari, tapi inflamasi dan hiperpigmentasi yang timbul setelah memecahkannya? Itu dapat bertahan jauh lebih lama.

    Daripada dipencet, begitu kamu menemukan jerawat, langsung gunakan obat totol yang mengandung salicylic acid (untuk eksfoliasi) atau benzoyl peroxide (yang melawan bakteri) untuk mengempiskan jerawat, dan aplikasikan sebelum tidur untuk memaksimalkan keampuhannya (tubuhmu lebih cepat menyembuhkan diri di malam hari). Perlu diingat: Benzoyl peroxide dikenal dapat memutihkan pakaian dan seprai, jadi gunakan pakaian yang tidak akan membuatmu sedih jika memiliki noda permanen.

     

    4 produk perawatan jerawat super efektif:


    • Innisfree Bija Trouble Spot Essence (beli di Shopee Mall, Rp220.000,-.)
    • Holika Holika AC MILD Red Spot Patch (beli di Sociolla, Rp78.000,-.)
    • Erha Acne Spot Gel (beli di Sociolla, Rp55.000,-.)
    • Jarte Beauty Bye Bye Acne Spot Treatment Lotion (beli di Shopee Mall, Rp135.000,-.)

     

    Bagaimana cara menghindari timbulnya jerawat dada saat berolahraga?

    Singkatnya, kamu harus lebih rajin mandi. Kamu tidak perlu mengubah seberapa sering kamu mencuci rambut, tapi mencuci badan harus menjadi aktivitas reguler setelah berolahraga (atau setelah seharian berkeringat), ujar Dr. Gary Goldenberg. “Saya selalu menanyakan [pasien] jika mereka makan terlebih dahulu setelah berolahraga,” katanya. “Biasanya yang makan terlebih dahulu memiliki lebih banyak jerawat pada tubuh, karena mereka duduk dengan pakaian berkeringat lebih lama.”

    Jika tidak ada kamar mandi di sekitarmu, sediakan baju ganti dan bersihkan area dada dan payudara dengan cleansing wipe. Begitu kamu sampai rumah, segera mandi untuk bilas dengan sabun anti-bakteri yang mengandung benzoyl peroxide atau salicylic acid, keduanya dapat merawat jerawat yang ada selagi bekerja untuk menghindari jerawat baru. Meski jerawat pada wajah mirip dengan yang di dada, Dr. Kristina Goldenberg mengatakan kamu bisa menggunakan sabun anti-bakteri lebih kuat, yang biasanya dapat membuat kulit wajah iritasi atau kering, untuk dada, pundak, dan punggung.

     



    Coba sabun dan cleansing wipe berikut ini


    • Sephora Collection Exfoliating Face Wipes (beli di Sephora Indonesia, Rp127.000,-.)
    • St. Ives Cleanse & Refresh Cucumber Facial Wipes (beli di Sociolla, Rp59.900,-.)
    • Clean & Clear Acne Clearing Cleanser (beli di Blibli, Rp25.174,-.)
    • JF The Skin Specialist Acne Protect Oily Care Cleanser Bar (beli di Shopee Mall, Rp11.600,-.)

     

    Makanan apa yang menyebabkan jerawat dada?

    Meski tidak ada pola makan acne-approved yang cocok untuk semua orang dan hanya mengonsumsi makanan untuk membersihkan kulit mungkin tidak akan menghilangkan jerawat dada secara ajaib, ada beberapa makanan yang terkait dengan jerawat, seperti produk susu dan gula. Keduanya bisa mengganggu hormon dan menyebabkan inflamasi—yup, termasuk wine dan keju—jadi Dr. Gary Goldenberg menyarankan untuk membatasi atau menghentikan konsumsi produk susu, mengawasi asupan gula, dan mengonsumsi makanan organik yang tidak mengandung hormon atau antibiotik. “Hormon tambahan apapun dalam makanan kemungkinan bisa mengganggu dengan hormon tubuh,” katanya.

     

    Berapa lama jerawat dada bertahan?

    Hal yang lucu tentang jerawat adalah setelah kamu berhasil melawan jerawat aktif, kamu hanya perlu menghadapi efek sampingnya, yaitu PIH alias hiperpigmentasi pasca inflamasi. “Pigmentasi akan perlahan membaik jika dibiarkan, tapi bisa butuh berbulan-bulan untuk terjadi,” kata Dr. Kristina Goldenberg. “Perlindungan dari matahari vital untuk merawat pigmentasi.”

    Untuk itu, ia merekomendasikan sunscreen dengan SPF50 atau lebih tinggi untuk semua area yang terekspos pada matahari dan mengaplikasikan kembali sunscreen setiap satu hingga dua jam. Dan untuk memudarkan bekas luka akibat jerawat, kamu bisa mencoba dark spot corrector (walaupun ia tidak menyarankan krim bleaching, yang bisa menyebabkan white spots) atau prosedur klinik, seperti laser, chemical peel, dan microneedling dengan PRP, untuk membantu proses pemudaran.

     

    4 sunscreen ringan yang tak akan menyumbat pori-pori


    • Mamonde Everyday Sun Stick SPF50+ PA+++++ (beli di Sephora Indonesia, Rp200.000,-.)
    • Supergoop! Defense Refresh Setting Mist Broad Spectrum SPF50 (beli di Sephora Indonesia, Rp267.000,-.)
    • Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Spray (beli di Sociolla, Rp299.000,-.)
    • Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence SPF50 PA++++ (beli di Shopee Mall, Rp55.000,-.)

     

    Apakah jerawat dada bisa hilang?

    Kalau kamu mengikuti semua saran ahli di atas, jerawat dadamu akan membaik seiring berjalannya waktu, tapi Dr. Kristina Goldenberg mengatakan bahwa perubahan tergantung pada keparahan kondisinya. “Untuk beberapa pasien, membuat perubahan lifestyle akan memperbaiki atau bahkan menyembuhkan jerawat dada,” katanya. “Meskipun begitu, lebih sering daripada tidak, pasien memerlukan pengobatan dari dermatolog untuk menghilangkan jerawat.”

    Kalau jerawat dadamu tidak hilang setelah enam minggu, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan solusi yang lebih efektif atau untuk mencari tahu jika yang muncul pada dada adalah jerawat atau bukan. Namun jangan merasa seakan-akan dermatolog adalah pilihan terakhir—seorang dokter sepatutnya, secara ideal, menjadi pertolongan pertama.

     

    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: cottonbro on Pexels)