Better You

Ini Jenis-jenis Yoga yang Harus Kamu Tahu, Mana yang Cocok?

  by: Givania Diwiya Citta       26/10/2020
  • Kita semua tahu bahwa yoga itu menenangkan dan bagus untukmu, tapi dengan 4.000 variasi berbeda yang ditawarkan, maka sepertinya kamu harus tahu terlebih dahulu mana jenis yoga yang cocok untuk kamu agar bisa mendapat zen yang maksimal…


    Untuk menghindari kebingungan, Cosmo bertanya pada Hannah Barrett – instruktur, penulis Strength Through Yoga, dan ahli di bidangnya, yang juga dikenal sebagai @Yoga Girl London di Instagram – untuk menjelaskan berbagai jenis yoga berikut ini:




    Apakah itu yoga Vinyasa Flow?

    Kelas Vinyasa Flow berfokus menghubungkan berbagai gerakan yoga berbeda dalam satu flow yang lembut dan kreatif, sambil menjaga napas sepanjang waktu. “Gerakannya biasanya terhubung lewat sequence dari plank sampai low plank (disebut Chaturanga Dandasana), atau upward facing dog hingga downward facing dog (disebut sebagai ‘vinyasa’),” jelas Hannah. “Kelas bisa memuat 5 sampai 50 ‘vinyasa’, tergantung pada level dan gurunya, tapi ini bisa jadi olahraga yang bagus untuk tubuh bagian atas!” Kelas Vinyasa Flow juga akan melibatkan mindfulness dan meditasi, yang terbukti meredakan stres, membantu konsentrasi dan meningkatkan kesehatan emosional.



    Cocok untuk: Semua yang sedang mencari olahraga energik dengan beberapa latihan mindfulness yang baik. Jenis yoga ini juga punya variasi kesulitannya sendiri, jadi jika kamu benar-benar masih baru, pastikan kamu memilih kelas yang menampung untuk pemula.


    Apakah itu Hatha Yoga?

    Hatha Yoga adalah istilah umum bagi semua jenis yoga yang mengajari postur fisik – ketika ada kelas yang dilabeli Hatha, maka artinya kamu akan mendapat pengenalan halus pada semua pose yoga klasik dan  kamu akan menahan pose-pose tersebut lebih lama daripada di kelas Vinyasa Flow. “Ini akan membuat Anda fokus pada alignment dan balance, dan memperbaiki postur serta napas,” ujar Hannah. Kamu akan menguasai humble warrior dengan segera.



    Cocok untuk: Pemula, atau semua yang ingin kembali ke basic.


    Apakah itu Ashtanga Yoga?

    Punya arti “delapan dahan”, Ashtanga adalah praktik fisik kuat yang melibatkan sequence yang bertujuan untuk mensinkronisasi napas. Kamu akan mengawalinya dengan sun salutation (untuk pemanasan badan), kemudian lanjut ke postur berdiri ataupun duduk, sebelum akhirnya kembali dengan sequence akhir dan sedikit istirahat. Lovely. “Latihan ini akan membangun panas di dalam tubuh, meningkatkan stamina, kekuatan, dan fleksibilitas,” ungkap Hannah. “Anda akan membangun fokus dan konsentrasi, dan semakin banyak Anda berlatih set sequence tersebut, maka akan semakin terasa juga seperti meditasi yang terus bergerak.”



    Cocok untuk: Mereka yang memiliki waktu luang lebih banyak – The Full Primary Series (sequence ‘pertama’ Ashtanga) akan memakan waktu 90 menit, jadi ini bukanlah kelas yang cocok untuk diambil saat jam istirahat makan siang. Jika kamu adalah pemula, maka carilah kelas yang ramah bagi newbie, atau kelas bergaya Mysore (yang mendorong pesertanya untuk melewati sequence dengan kecepatan mereka sendiri, dengan seorang guru yang akan memandu).


    Apakah itu Power Yoga?

    Power Yoga adalah jenis yoga yang energik, dengan banyak sekali gerakan. Ini adalah cabang dari Ashtanga dan Vinyasa, dalam arti ia menghubungkan gerakan dengan napas dan dipandu oleh guru yang merancang sequence kuat, yang bisa membuat satu pose beralih menuju selanjutnya. “Kelasnya sering kali panas, penuh keringat, dan akan diputarkan musik yang keras,” tambah Hannah. Terdengar seperti yoga-dengan-sentuhan-disko dan tampak ideal bagi para penggemar fitness. Cosmo jadi ingin daftar!



    Cocok untuk: Kalau kamu mencari olahraga yang melibatkan jumlah keringat yang cukup serius, maka kelas ini adalah untuk kamu. Banyak studio telah menawarkan kelas di level pemula sampai yang advance, kamu tinggal memilih mana yang terasa tepat untuk kamu.


    Apakah itu Bikram Yoga?

    Bikram Yoga tipikalnya adalah kelas berdurasi 90 menit, dengan 26 postur dan dua latihan pernapasan, semuanya dipraktikkan dalam ruangan bersuhu 35 sampai 42 derajat Celcius. Fiuh! Sequence di sini dirancang agar organ dalam, pembuluh darah, ligamen, dan otot mendapat semua yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi serta kesehatan yang optimal. “Ini adalah satu-satunya kelas di mana keringat bercucuran secara harafiah – padahal saya pun bukan tipe orang yang mudah berkeringat,” ujar Hannah sang guru yogi.




    “Pastikan Anda terhidrasi dulu, bawalah handuk dan air minum ke dalam kelas, dan pikirkan betul-betul juga tentang apa yang akan dikenakan.” Jika kamu biasanya mengenakan legging untuk olahraga, maka untuk kelas ini, kamu mungkin mau mempertimbangkan untuk menggantinya jadi celana pendek – bayangkan saja mencoba melakukan downward dog di sebuah lemari tertutup selama lebih dari satu jam, kamu pasti akan mempertimbangkan baju apa yang sebaiknya kamu pakai. Seperti kebanyakan kelas lainnya, penting untuk memberi tahu guru kamu jika kamu sedang mengalami cedera apapun, dan tetaplah mindful untuk tidak memaksa tubuh terlalu keras.



    Cocok untuk: Mereka yang sudah memiliki kondisi kesehatan cukup baik – jika kamu merasa sedang tak terlalu baik atau sedang punya kondisi medis tertentu, sebaiknya kamu menghindari Bikram Yoga atau konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.


    Apakah itu Yin Yoga?

    Jenis ini adalah tentang mencari kesunyian dan menenangkan tubuh. Yin Yoga akan dilangsungkan secara amat lambat, di mana postur akan ditahan selama periode waktu yang lama (umumnya antara dua dan 20 menit) daripada di kelas yang lebih energik. Kamu tak akan menemukan plank ataupun warrior di sini. “Secara fisik, olahraga ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dengan penahanan yang lama dan statis. Secara emosional, ia akan memicu sistem syaraf parasympathetic yang membantu membangun dan mengembangkan sifat kalem Anda,” ujar Hannah. Namaste.



    Cocok untuk: Yin Yoga bagus untuk jadi pelengkap gaya hidup yang sudah aktif, atau untuk membantu menenangkan pikiran yang bising. Ia juga direkomendasikan sebagai jenis olahraga yang baik dilakukan saat menstruasi.


    Apakah itu Iyengar Yoga?

    Dikembangkan pada tahun 1960an oleh yogi bernama B. K. S Iyengar, jenis yoga ini menegaskan presisi dan alignment, sehingga jadi olahraga yang bagus untuk semua umur serta semua kemampuan. Meski kelas Iyengar cenderung bergerak dalam pace yang lebih lambat, tapi bukan berarti kelas ini mudah dilalui – bahkan jauh dari kata mudah, lho, ujar Hannah. “Para guru Iyengar telah melalui berbagai latihan yang kuat dan telah berpengalaman untuk membantu Anda mencari level Anda sendiri, dengan memaksimalkan penggunaan props agar latihannya bisa diakses oleh semua orang.” Lewat teknik pernapasan dan postur, kamu akan membangun strength dan fleksibilitas sekaligus.



    Cocok untuk: Semua tipe orang!


    Apakah itu Prenatal (atau Postnatal) Yoga?

    Seperti judulnya, jenis yoga ini dirancang agar aman dan bisa diakses selama atau sesudah kehamilan. “Ada banyak manfaat dari olahraga ini selama dan setelah kehamilan, termasuk peningkatan dalam persalinan, dan mengurangi risiko masalah pasca melahirkan seperti sakit punggung,” ujar Hannah, yang juga merupakan spesialis dalam kesehatan pasca melahirkan.


    Ia juga menyebutkan bahwa jenis yoga ini bisa menjadi penenang stres, kecemasan, dan depresi (yang menjadi emosi dominan saat mengalami perubahan hidup besar, salah satunya saat menjadi seorang ibu). “Hadir pada matras, berfokus pada napas dan bergerak secara mindful bisa membantu mengembalikan sifat kalem. Ini juga bisa sangat membantu dan menenangkan saat berada di kelas bersama orang lain yang mengalami hal serupa.”



    Cocok untuk: Mereka yang ingin terhubung dengan para calon orangtua lainnya, dan mereka yang ingin mempertahankan level kebugaran serta kekuatan fisik mereka selama ataupun setelah kehamilan, dan mereka yang mencari zen saat proses mengandung.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Elly Fairytale from Pexels / Jennifer Savin)

    tags: yoga, jenis yoga