Better You

Apakah Kafein Mampu Membantu Sembuhkan Migrain dan Sakit Kepala?

  by: Alvin Yoga       1/10/2021
  • Pertama-tama, bolehkah saya berkata bahwa migrain dan sakit kepala merupakan salah satu hal terburuk? Terutama ketika kamu baru saja bangun pagi dan siap untuk memulai pekerjaan, namun kemudian BAM! otakmu tiba-tiba sangat nyeri dan kamu tak lagi bisa bekerja seperti biasanya.

    Ketika hal menyebalkan tersebut menyerang, masuk akal rasanya jika banyak dari kita (baca: kita semua) kemudian mencari solusi tercepat, dan berakhir dengan mengetik di Google "Apakah kafein pada kopi di pagi hari dapat membantu menyembuhkan migrain dan sakit kepala?" Jadi, di sinilah kita.

    Masalahnya, jawaban dari pertanyaan tersebut sangatlah membingungkan. Truly, it's complicated.



    Pasalnya, obat-obatan yang dibuat untuk menangani masalah PMS dan nyeri akibat migrain biasanya mengandung kafein. Namun, banyak juga penelitian, termasuk di antaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School, yang menyatakan bahwa kafein berhubungan langsung dengan penyebab sakit kepala. Jadi, ugh, apa yang sebetulnya perlu kita lakukan?



    Kafein dan Sakit Kepala

    Rupanya, kafein tadinya digunakan untuk mengobati sakit kepala dan migrain di masa lalu, ketika belum ada pengobatan yang manjur untuk mengatasi hal tersebut. Begitulah menurut Adelene Jann, M.D., seorang neurologis dari NYU Langone's Division of Headache.

    Walaupun peran kafein dalam mengobati sakit kepala saat ini masih penuh perdebatan, namun banyak obat-obatan yang mengandung kafein karena zat tersebut terbukti dapat sedikit menurunkan rasa nyeri secara umum.

    Beginilah cara kerjanya: Struktur kimia dari kafein mirip dengan molekul dalam tubuh yang disebut adenosin, yang memberikan sinyal nyeri pada otak ketika migrain, ujar Dr. Jann. Namun ketika Anda mengonsumsi kafein, zat tersebut dapat mengunci reseptor adenosin dan memblokir respons sinyal yang menimbulkan rasa nyeri.

    Kafein juga mempercepat penyerapan nutrisi dalam usus kecil, jadi ketika kamu menggunakannya bersama obat-obatan lain yang mengandung parasetamol, obat tersebut mungkin bisa bekerja lebih cepat.


    Kafein dan Migrain

    Namun, Dr. Jann juga menambahkan, bahwa mengonsumsi terlalu banyak kafein dapat membuat kita mengalami sakit kepala dan migrain lebih sering. "Jika kamu menggunakan obat-obatan yang mengandung kafein selama lebih dari tiga hari berturut-turut, hal ini justru dapat memicu migrain yang lebih kronis." Kamu mungkin bahkan harus mulai berurusan dengan sakit kepala kronis setiap harinya, atau penggunaan obat-obatan rutin untuk mencegah sakit kepala dan migrain.



    Tentu saja, kamu juga bisa mendapat sakit kepala jika kekurangan kafein, seperti semisal kamu lupa meminum segelas kopi di pagi hari dan hal ini kemudian memicu migrain di siang harinya. Secara umum, Dr. Jann merekomendasikan untuk tidak meminum lebih dari dua gelas kopi sehari, dan penting untuk memperhatikan sumber kafein lainnya yang mungkin saja kita konsumsi setiap harinya.

    "Kafein dan obat-obatan yang mengandung aspirin adalah pengobatan yang mudah didapatkan oleh kebanyakan pasien, dan dijual secara bebas di berbagai toko," ujar Dr. Jann. Namun sebelum membeli obat-obatan tersebut, ada baiknya kamu mencari tahu pengobatan migrain spesifik dengan berbicara pada dokter.

    Para dokter percaya bahwa migrain adalah sebuah kelainan genetik dan bisa dipicu oleh perubahan hormon, terutama pada perempuan (rasa sakitnya bahkan lebih buruk ketika kamu sedang datang bulan dan semakin buruk ketika sudah menopause)

    Kalau sejarah keluargamu banyak yang mengalami migrain, otakmu mungkin juga sensitif terhadap beberapa pemicu spesifik, ujar Dr. Jann. Beberapa pemicu tersebut nantinya akan memberikan gelombang kecil dari aktivitas elektrik yang dimulai di bagian belakang otak, kemudian berpindah ke depan, mengaktivasi sebuah saraf yang mengirimkan sinyal yang menyebabkan rasa sakit.

    Jadi, sebelum kamu keluar untuk mencari pengobatan non-kafein untuk migrainmu, kamu perlu mencari tahu terlebih dahulu apakah sakit kepala yang kamu alami benar-benar migrain. Berikut tanda-tanda migrain, menurut Dr. Jann:

    • Kamu memiliki setidaknya lima kali migrain selama tiga hari terakhir.
    • Sakit kepalamu (setidaknya dua di antaranya) hanya berlangsung di satu bagian kepala, berdenyut, rasanya seperti dipukul, rasa sakitnya cukup lumayan atau justru sakit sekali, dan mengganggu aktivitas sehari-hari
    • Kamu sensitif terhadap cahaya atau bunyi
    • Kamu juga memiliki rasa mual atau justru muntah ketika sakit kepala menyerang.

    Jika kamu memiliki ciri-ciri di atas, maka bisa dikatakan kamu mengalami migrain kronis, dan sepertinya kamu membutuhkan bantuan dokter untuk menanganinya. Lupakan soal kafein, aspirin dan parasetamol yang bisa kamu dapatkan di toko obat, karena kamu membutuhkan pengobatan lebih lanjut dalam hal ini.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / Image: Dok. Cosmopolitan US)