Better You

6 Manfaat Terong untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

  by: Alexander Kusumapradja       4/10/2021
  • Dengan bentuk dan warna ungunya yang khas, terong telah menjadi bagian dari kultur internet sebagai emoji yang merepresentasikan bagian tertentu pada pria dan kerap menjadi kode dalam sexting. Tapi, kesampingkan hal tersebut sejenak, and let’s just focus kepada manfaat mengonsumsi terong untuk kesehatan kita.

    Walaupun identik dengan warna ungu, namun sebetulnya terong juga memiliki varian warna seperti hijau, merah, dan hitam. Mudah didapatkan sepanjang tahun dan tak terlalu mahal harganya, banyak yang kurang suka makan terong karena teksturnya yang lembek, tapi sebetulnya sebagai bahan masakan, terong termasuk bahan yang versatile dan bisa diolah dalam beragam cara, lho. Selain lezat, sayuran ini juga kaya akan serat dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Masih belum yakin? Yuk, simak penjelasan manfaat terong untuk kesehatan serta tips cara mengolahnya yang seru!




    1. Melawan Stres Oksidatif

    Lapisan kulit terong kaya akan antosianin yang bisa bantu melindungi tubuh dari stres oksidatif (keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya) dengan cara menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Hal ini penting karena stres oksidatif yang tinggi dapat merusak sel dan DNA kita yang kemudian bisa berkembang menjadi kanker, diabetes, atau penyakit jantung. Zat antosianin utama pada kulit terong adalah nasunin yang menurut riset memiliki manfaat antioksidan untuk melawan peradangan.

    Sementara itu, daging terong juga mengandung antioksidan bernama asam fenolik yang tak hanya bisa menetralkan radikal bebas tapi juga mempercepat enzim pelindung antioksidan pada tubuh kita menurut riset yang dimuat dalam Biotechnology Reports.



    2. Menjaga Kesehatan Otak

    Ketika antioksidan pada terong melawan stres oksidatif, di saat yang sama mereka juga melindungi fungsi otak kita karena stres oksidatif juga memengaruhi penyakit penurunan fungsi otak seperti Parkinson dan Alzheimer menurut artikel yang dimuat di jurnal Molecules. Kandungan antosianin dan asam felonik pada kulit dan daging terong bisa bantu memperkuat daya ingat dan fungsi otak secara keseluruhan.


    3. Memperlancar Sistem Pencernaan

    Kandungan serat pada terong merupakan kombinasi dari serat yang dapat larut dengan air (soluble) dan yang tidak (insoluble). Serat yang tak larut dengan air tidak bercampur dengan cairan di lambung sehingga dapat membantu mendorong pergerakan makanan dalam usus dan mencegah konstipasi. Di sisi lain, serat yang larut dalam air juga akan membentuk endapan semacam gel yang dapat membantu mencegah konstipasi dan diare. Kombinasi kedua jenis serat ini yang akan menjaga sistem pencernaan dengan maksimal.


    4. Menjaga Kesehatan Jantung

    Kandungan serat pada terong juga bisa bantu menjaga tingkat kolesterol dan tekanan darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung, menurut Center for Disease Control & Prevention. Antioksidan pada terong tak hanya melawan radikal bebas tapi juga melindungi dari pembentukan aterosklerosis (menumpuknya lemak, kolesterol, dan zat lain di arteri). Selain itu, terong juga mengurangi tekanan darah tinggi dengan menghasilkan nitrogren oksida, molekul yang merilekskan aliran darah.


    5. Menjaga Gula Darah

    Kandungan serat pada terong juga dapat menstabilkan level gula darah karena tubuh kita butuh waktu untuk mencernanya sehingga hal ini memperlambat penyerapan karbohidrat pada tubuh yang hasilnya mencegah gula darah melonjak secara drastis. Selain itu kandungan flavonoid pada terong juga dapat memperlambat aktivitas alpha-amylase, enzim pada ludah yang berfungsi memecah karbo menjadi gula, sehingga flavonoid bekerja memperlambat penyerapan gula pada darah.


    6. Menunda Rasa Lapar

    Kandungan serat pada terong juga mendorong pelepasan hormon yang membuat perut kita lebih lama kenyang sehingga kita tak mudah cepat lapar lagi setelah makan. Jadi kalau kamu sedang mencoba menahan rasa lapar tanpa harus menyiksa diri, coba makanan kaya serat, termasuk terong.


    Bagaimana Cara Mengolah Terong?

    Terong mentah yang kita beli bisa diolah dengan cara direbus, bakar, kukus, panggang, tumis, hingga goreng. Cuci dulu dengan air bersih lalu potong ujungnya tapi pastikan kulitnya tetap menempel karena mengandung banyak nutrisi. Setelah itu potong-potong sesuai resep yang mau kita coba. Nah, bagaimana dengan terong mentah, aman dikonsumsi tidak ya? Walaupun tidak berakibat negatif pada tubuh, namun rasa terong mentah cenderung pahit jadi memang lebih enak kalau dimasak.


    Ide Seru Mengolah Terong

    Mengolah terong bisa dibilang cukup tricky karena termasuk jenis sayuran yang sulit menyerap bumbu dan mudah hancur. Cara pengolahan yang paling umum adalah dengan cara digoreng atau ditumis seperti terong balado di restoran Padang, tapi ada juga cara mengolah lain yang tak kalah seru. Beberapa ide resep berbahan terong yang bisa kamu coba:

    1) Sandwich atau burger terong



    Terong yang sudah diiris lalu dimasak sebentar dengan garam dan bumbu secukupnya bisa jadi pengganti daging dalam sandwich atau burger vegan karena teksturnya menyerupai daging.


    2. Terong panggang


    (Image: Dok. @thewelldressedtales on Instagram)

    Untuk cemilan beraroma smoky, coba panggang terong yang sudah dilumuri dengan pesto atau minyak campuran minyak zaitun, cuka balsamik, bumbu, dan rempah-rempah. Belah terong jadi dua secara memanjang lalu panggang di atas panggangan atau teflon anti lengket (tanpa minyak) berapi kecil sampai berwarna kecoklatan. Kalau mau lebih kenyang, kita bisa padukan terong panggang ini dengan pasta.


    3. Keripik Terong


    (Image: Dok. @healthyhelper on Instagram)

    Iris terong tipis-tipis lalu rendam di air garam selama 10 menit. Cuci sampai getahnya hilang lalu masukkan ke adonan campuran tepung beras, telur, dan bumbu hingga merata. Lalu masak dengan wajan berminyak panas sampai matang. Cemilan sehat pun siap menemanimu nonton series.


    4. Brownies terong


    (Image: Dok. @healthy_twists on Instagram)

    Wait, what? Yup, ternyata ada juga lho, yang memakai terong untuk bahan kue brownies. Sebagai pengganti minyak atau mentega, kelembapan terong membuat brownies jadi punya tekstur yang silky dan terasa lebih sehat. Tertarik mebcoba?


    (Alexander Kusumapradja / Images: Dok. Celina Albertz on Unsplash, Dok. @thewelldressedtales on Instagram, Dok. @healthyhelper on Instagram, Dok. @healthy_twists on Instagram)