Lifestyle

Yuk, Ikuti Program ‘Conscious Living’ P&G Lewat Aplikasi Octopus!

  by: Nadhifa Arundati       5/10/2021
  • “Bumi sedang tidak baik-baik saja.” Sering mendengar kalimat ini? Yup, nyatanya kondisi Bumi memang sedang dalam masa tenggang – global warming masih menjadi masalah utama secara meluas, salah satunya seperti limbah sampah plastik yang tidak berhenti mencemari lingkungan sekitar, seperti sampah sachet, plastik multilayer, dan sampah HDPE. Tantangan pengelolaan sampah sachet atau plastik multilayer adalah perihal proses penguraiannya yang sulit; sedangkan sampah plastik HDPE, yang merupakan salah satu kontribusi sampah terbesar ini belum menemukan titik terang untuk proses recycling.

    Dilansir dari data Bappenas dan Kementerian Maritim dan Investasi, terdapat sekitar 170 ribu ton sampah yang dihasilkan oleh Indonesia dalam sehari. Namun hanya sekitar 10 hingga 15 persen yang diproses untuk didaur ulang, di mana 62 persen dari keseluruhan sampah tersebut, didominasi oleh sampah rumah tangga, hal ini dilansir dari data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2020.

    Pandangan terkait isu ini juga telah ‘dilirik’ oleh P&G, salah satu perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) berskala global yang bekerjasama dengan start up Octopus Indonesia melalui program Sirkular Ekonomi ‘Conscious Living’ dan didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat.



    Sejak tahun 2020 lalu, program ini sudah dijalankan secara internal oleh P&G secara internal sebagai bentuk pertanggung jawaban P&G atas dampak bisnisnya terhadap lingkungan.

    Pada program ‘Conscious Living’ sebelumnya, karyawan P&G Indonesia sudah melakukan pemilahan sampah dan telah berhasil mengumpulkan lebih dari 5.1 ton dari hasil sampah yang mereka daur ulang, wow!





    Dan tepat pada tanggal 5 Oktober, program 'Conscious Living' diluncurkan kembali secara virtual melalui Zoom bersama Asrini Suhita (P&G Indonesia Sales Senior Director & Sustainability Leader), Moehammad Ichsan (Co-Founder dan CEO Octopus Indonesia), dan Dr.Ir. Prima Mayaningtyas (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat) Membahas seputar upaya yang akan dilakukan dalam program yang saat ini masih berfokus di kawasan Jawa Barat. Kali ini tak hanya melibatkan pihak internal saja, masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi dalam program peduli sampah plastik 'Conscious Living'.

    Bagi kita yang ingin berkontribusi dalam menjaga lingkungan Bumi tuh mudah banget, bisa dilakukan hanya dari aplikasi Octopus Indonesiawell, semua serba digital jadi tidak heran!

    Kira-kira seperti ini skemanya:



    • Kemasan sachet atau multilayer dan plastik HDPE dari produk-produk P&G akan dikumpulkan oleh masyarakat provinsi Jawa Barat atau konsumen P&G.
    • Jika sudah terkumpul, mereka akan mengakses aplikasi untuk menyetorkan sampah produk-produk P&G dengan menghubungi pelestari Octopus melalui aplikasi.
    • Pelestari kemudian akan datang dan mengambil sampah kemasan produk yang sudah dikumpulkan dan dipilah oleh konsumen.
    • Kemudian sampah tersebut diserahkan kepada pengusaha pengolah sampah atau pengepul, dan sampah ini akan diolah menjadi sumber energi terbarukan sehingga tidak sampai ke Tempat Pembuangan Akhir.


    Aplikasi ini telah hadir di kota Makassar, Badung (Bali), Gianyar (Bali), Denpasar, dan Provinsi Jawa Barat. Program ini akan memberikan manfaat kepada 2.800 pelestari (pengumpul sampah) khususnya di Kota Bandung.

    “Kami merasa sangat bangga bermitra dengan P&G dan kami berharap bahwa kerja sama ini dapat terus berinovasi dan berkembang ke wilayah lainnya," ujar Moehammad Ichsan, Co-Founder dan CEO Octopus Indonesia.

    Cosmo pun yakin kalau program ini akan berjalan dengan baik serta banyak pula harapan yang kita tuturkan kepada P&G untuk terus mengedepankan program ‘Conscious Living’.Bahkan energi optimis ini dirasakan juga oleh Dr.Ir. Prima Mayaningtyas, M.Si, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat saat melakukan sambutan acara, “program ini sejalan dengan program pengelolaan lingkungan pemerintah provinsi kami. Salah satu tantangan terbesar kami saat ini memang perihal pengelolaan sampah plastik tanpa nilai ekonomi seperti sachet multilayer dan HDPE, dan saya sangat berterima kasih kepada P&G yang memelopori pergerakan yang sangat baik ini di industri FMCG.”


    Dengan adanya gerakan peduli lingkungan, setidaknya Bumi bisa memiliki ‘ruang’ yang lebih untuk bernapas.


    (Nadhifa Arundati / Image: Dok. P&G Indonesia)