Beauty

Oops! Terlalu Sering Membersihkan Wajah Menimbulkan Masalah Kulit

  by: Fariza Rahmadinna       8/10/2021
  • Membersihkan wajah adalah langkah esensial dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari. Jika malas melakukannya, kotoran, minyak, dan juga sisa makeup yang kamu gunakan akan mengendap di dalam pori-pori dan menyebabkan sejumlah masalah kulit. Akan tetapi, kamu tidak disarankan untuk melakukannya berlebihan karena justru berisiko memicu masalah kulit lainnya.


    Jadi apakah frekuensimu membersihkan wajah sudah tepat? Dalam artikel ini, Cosmo akan menjelaskan tanda-tanda kalau kamu sudah berlebihan dalam membersihkan wajah.




    1. Kulit terasa tertarik



    Salah satu kesalahan terbesar dalam perawatan kulit adalah: mencuci wajah sampai terasa kencang dan tertarik, berarti kondisi kulit sudah benar-benar bersih. Faktanya, hal ini menandakan bahwa kulit mengalami kerusakan karena formula produk pembersih wajah yang digunakan menyebabkan dehidrasi.

    So first, pastikan kamu menggunakan pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit. Hal ini akan membuat kulit kamu terasa lebih bersih, segar, dan lembap. Perhatikan pula suhu air yang kamu gunakan untuk mencuci wajah hanya sebatas air suam kuku. Suhu yang terlalu panas berisiko menyebabkan kulitmu semakin kering.


    2. Muncul ruam


    Berlebihan dalam mencuci wajah dapat menghilangkan minyak alami kulit dan merusak penghalang kulit (skin barrier). Jika mengalami masalah ini, maka kulit tidak lagi memiliki perlindungan dari paparan residu negatif, seperti sinar UV serta radikal bebas, dan semakin mudah sensitif alias mengalami jerawat bahkan eksim.

    Lantas, bagaimana memperbaiki skin barrier yang sudah terlanjur rusak? Kamu dapat mencoba menggunakan produk skincare yang mengandung ceramide, hyaluronic acid, dan niacinamide untuk membantu memacu reproduksi lipid pada kulit.


    3. Timbul jerawat


    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, membersihkan wajah secara berlebihan dapat menghilangkan minyak alami pada kulit. Kondisi ini akan memicu kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak sebum dibanding sebeumnya. Dan produksi minyak berlebih tentu saja dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan menjadi penyebab utama timbulnya jerawat.


    So, seberapa sering mencuci wajah yang diperbolehkan?


    American Academy of Dermatology merekomendasikan untuk membersihkan wajah, dua kali sehari, pada saat pagi dan malam hari—meskipun tidak memakai riasan wajah atau wajah tidak terlihat kotor. Rutinitas ini juga dapat membantu menghilangkan kotoran dan debu yang menempel pada permukaan kulit.

    Akan tetapi, menurut Loretta Ciraldo, dokter kulit bersertifikat, menambahkan bahwa kamu mungkin perlu membersihkan wajah lebih dari dua kali sehari, khususnya setelah melakukan aktivitas berkeringat atau berenang. Ini karena, keringat dapat mengiritasi kulit. Bersihkan wajah dengan pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit, gentle dan non-abrasif.

    Gunakan jari untuk mengaplikasikan pembersih wajah (face wash), pijat wajah secara perlahan dengan gerakan melingkar ke atas — jangan menggosok wajah terlalu kasar. Menggosok wajah terlalu kasar dapat merusak skin barrier, yang bisa menyebabkan ruam.

    Bilas wajah dengan air suam kuku, karena suhu air yang ekstrim justru dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit. Keringkan wajah dengan handuk lembut, dan lanjutkan dengan sisa skincare routine kamu. Hindari penggunaan spons loofah kasar karena dapat mengiritasi kulit.

    Itulah tiga tanda kamu sudah berlebihan dalam membersihkan wajah. Mengetahui tanda-tanda over-cleansing, atau berlebihan dalam membersihkan wajah dapat mencegah akibat yang lebih serius. Cari tahu cara membersihkan wajah yang benar : Do’s & Dont’s: Kebiasaan Saat Membersihkan Kulit Wajah 

    Dengan mengetahui cara membersihkan wajah yang benar dapat membantu kamu mendapatkan kulit yang bersih, sehat, dan glowing.





    (Fariza Rahmadinna/ Kis / Image: Doc. Miriam Alonso on Pexels)