Better You

Apakah Sebenarnya Kita Bisa Menunda Sakit? Ini Jawaban Ahli!

  by: Giovani Untari       25/10/2021
  • Saya bisa merasakan akan jatuh sakit sejak beberapa hari sebelumnya. Oh tentu saja lewat munculnya beberapa gejala seperti: tenggorokan gatal, hidung berair, dan sakit kepala yang mengerikan.

    Namun saya memutuskan bahwa tidak memiliki waktu untuk sakit paling tidak sampai akhir pekan nanti (apakah para kuman, virus, dan bakteri ini tidak bisa melihat bahwa saya memiliki banyak deadline, uhm?). Lalu saya terbangun di hari sabtu pagi, dan yeah.. saya resmi jatuh sakit dengan gejala demam yang dialami oleh banyak orang akhir-akhir ini.




    Tetapi apakah sebenarnya memungkinkan bagi kita untuk 'menunda' sakit? Dan mengapa sepertinya banyak sekali dari kita yang lebih sering jatuh sakit pada hari libur, ketika sedang liburan santai, atau bahkan saat libur panjang di akhir tahun?



    Setelah mengunggah di Instagram mengenai fenomena aneh ini, saya mendapat banyak sekali pesan dari orang-orang yang bercerita bahwa mereka juga mengalami hal yang sama. Seorang teman saya bahkan mengatakan bahwa ia pernah merasa tubuhnya seperti ditimpa sebuah serangga besar saat sedang melakukan presentasi besar di tempat kerjanya. Hal ganjil tersebut membuat tubuhnya merasakan 'teror' yang memicu adrenalin sekaligus rasa rasa lemas seperti akan sakit.


    Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita saat berhadapan dengan situasi rumit ini?


    "Sesungguhnya kita tidak bisa menunda untuk tidak sakit. Namun sangat mungkin bagi kamu untuk tidak merasakan sakit sampai kamu mendapat waktu istirahat, terutama ketika ada banyak hal yang harus kamu kerjakan," ujar Dr Luke Powles, seorang Clinical Director dari Bupa Health Clinics. Sang dokter juga menambahkan bahwa terkadang apa yang kita rasakan juga bisa berubah tergantung lingkungan sekitar.

    Logikanya adalah semakin banyak distraksi yang kita rasakan, akan semakin sedikit gejala dan rasa sakit yang dirasakan. Sedangkan saat waktu luang dan libur membuat kita lebih peka untuk bisa merasakan kondisi tubuh yang kurang sehat.


    "Beberapa orang juga jauh lebih sibuk dan mengejar semua deadline-nya sebelum memasuki waktu cuti atau liburan, inilah waktu yang sangat rentan memicu stres. Hal tersebut jelas memengaruhi sistem imun tubuh dan membuat transisi yang sulit dari waktu bekerja ke waktu senggang. Ini berpotensi membuat kamu merasa lebih sakit terhadap infeksi yang ada."



    Dr Powles juga menjabarkan bahwa rasa stres yang dialami seseorang bisa membuat tubuh memproduksi hormon tertentu, seperti adrenalin dan hormon kortisol. Di mana kedua homon tersebut bekerja dengan cara yang berbeda.

    "Adrenalin berfungsi untuk meningkatkan sistem imun tubuh, sedangkan kortisol justru menekannya," terang sang dokter. "Saat tekanan kerja berkurang dan kamu merasa lebih rileks, tubuh akan berhenti memproduksi adrenalin dan meningkatkan kadar kortisol yang melemahkan imun tubuh. Inilah yang membuat tubuh lebih rentan mengalami infeksi."


    Sama halnya dengan ketika kita selesai mengalami waktu yang penuh tekanan dan stres, kamu juga akan merasakan efek 'let-down' setelahnya. Fase ini bisa mengakibatkan munculnya berbagai gejala kesehatan mental seperti anxiety, depresi, dan mudah marah. Apabila kamu merasakan gejala ini sebenarnya tanda bahwa imun tubuhmu sedang berada dalam kondisi lemah dan akhirnya membuat kamu mudah terserang sakit.


    Sepertinya melalui pengalaman ini, kita juga jadi lebih menyadari betapa kuatnya hubungan antara otak dan tubuh kita. "Ada koneksi yang erat antara pikiran dan tubuh kita yang tentu saja tidak bisa diremehkan begitu saja," tutur Dr Becky Spelman, seorang psikolog dan Clinical Director dari Private Therapy Clinic, saat saya bertanya apakah mungkin bagi kita semua menunda agar tidak sakit.


    Dr Becky pun menambahkan bahwa masa kecil seseorang juga ikut berperan saat menghadapi rasa sakit. "Pendekatan dari orangtua untuk menjaga kondisi tubuh saat penting. Mereka yang diajarkan untuk mendengarkan tubuhnya, meluangkan waktu sejenak dan beristirahat ketika sakit agar cepat sembuh sering kali merespon dan menyadari rasa sakit lebih baik dari mereka yang diajarkan bahwa penyakit adalah suatu kelemahan dan kita harus mengabaikan serta terus melanjutkan aktivitas yang ada."




    Dr Spelman juga menekankan bahwa sangat penting bagi kita untuk memberikan waktu bagi tubuh beristirahat saat sedang sakit. Di masyarakat modern seperti saat ini, memiliki banyak aktivitas dan selalu sibuk terkadang dianggap sebagai suatu hal yang membanggakan. Padahal beberapa aktivitas yang terlalu berlebihan juga membuat kesehatan fisik dan emosional kita memburuk. Konsekuensinya kita justru memerlukan waktu lebih lama dalam proses penyembuhan, yang mana ini jelas bukan sesuatu yang kita inginkan.



    Menjaga sistem imun dengan sebaik mungkin seharusnya masuk kedalam prioritas utama kita, tambah Dr Powles. So, ini waktunya berhenti untuk melewatkan kelas yoga demi duduk membalas semua email pekerjaan.

    "Sistem imun yang kuat juga bergantung bagaimana cara kita memerhatikan kesehatan fisik dan mental," sarannya. "Meningkatkan sistem imun jelas bukan sebuah hal yang bisa dilakukan dalam waktu semalam, tetapi kamu bisa lebih menjaga sistem imun di minggu-minggu sebelum mengambil cuti / liburan, ini akan membuat suatu perbedaan yang besar."


    Caranya pun sebenarnya cukup sederhana: pastikan kamu mendapat tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, dan mengonsumi makanan dengan gizi seimbang serta melengkapinya dengan sayur dan buah. Rutinitas ini akan membantu tubuh memproduksi lebih banyak hormon bahagia dan memberi kita nutrisi untuk melawan infeksi." Dr Powles juga memberi saran agar kita mendapat dosis vitamin D harian, entah itu melalui suplemen atau paparan sinar matahari. Vitamin ini akan membantu tubuh dalam melawan infeksi.


    Sedangkan untuk aspek kesehatan mental, Dr Powles menyarankan agar kamu berbicara kepada orang yang dipercaya soal kekhawatiran yang kamu rasakan. Journaling juga membantu mengatasi rasa khawatir tersebut (tetapi jika kamu merasa mood yang buruk dan anxiety yang berkepanjangan hingga menggangu aktivitas harianmu, ini saatnya untuk meminta bantuan kepada pihak profesional seperti dokter umum, psikolog / psikiater atau organisasi kesehatan mental).



    "Kenali bagaimana tanda-tanda stres bisa muncul dari tubuh kita," Dr Powles menyimpulkan. "Apabila kamu merasa lebih waspada dan sering sakit dari biasanya, lalu diikuti dengan tanda seperti jantung berdebar kencang dan otot yang terasa tegang, pastikan untuk mengambil waktu sejenak untuk berisitirahat agar badan lebih rileks. Fokuskan pada metode pernapasan sesering yang bisa kamu lakukan.


    Jadi jika saat ini kamu sedang sakit, maka jangan lupa untuk minum obat dan beristirahat sejenak sambil berbaring lalu menonton series kesukaanmu. Yang terpenting, beristirahat!




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh penulis / Alih bahasa: Giovani Untari / Images: Dok.  Polina Tankilevitch from Pexels, Andrea Piacquadio from Pexels, cottonbro from Pexels, Karolina Grabowska from Pexels).