Love & Sex

Menurut Ahli, Ini Cara Menyembuhkan Patah Hati Setelah Putus Cinta

  by: Alvin Yoga       29/10/2021
  • Salah satu sisi negatif yang tak terhindarkan dari menjadi seorang manusia adalah putus cinta (selain itu, tentunya membayar tagihan dan cicilan setiap bulan). Tak peduli bagaimana caramu putus cinta, rasanya pasti menyebalkan. Apalagi tak ada cara ajaib atau obat-ampuh untuk menyembuhkan patah hati.

    Namun hanya karena kamu tidak dapat melambaikan tongkat sihir dan mengucapkan mantra untuk menghilangkan semua rasa sakit tersebut, kamu tidak mengambil saran dari para pakar kencan dan hubungan di bawah ini. Mereka benar-benar memberikan tip yang bagus mengenai cara memperbaiki hatimu yang hancur.

    Yang perlu kamu ingat adalah bahwa penyembuhan tersebut tidaklah linier, dan tidak apa-apa jika kamu telah melakukan semua yang ada di daftar ini dan masih merasa hancur. Nasihat yang mereka berikan bukanlah akhir dari segalanya, tapi saran tersebut bisa menjadi titik awal yang sangat baik untuk move on.



    Presenting, tujuh cara solid untuk membuat patah hatimu tidak terlalu menyakitkan:



    1. Berdukalah pada hubungan tersebut

    Biarkan dirimu merasa sedih atas hubungan cinta yang berakhir tersebut—dan jangan terburu-buru dalam prosesnya. "Selama proses berduka, biarkan emosimu berposes dan merasa dihargai," ujar terapis berlisensi Mac Stanley Cazeau, pemilik Therapy Is For Everyone PLLC.

    Jika perlu, dengarkan beberapa lagu patah hati (hello, Adele), tonton acara realitas televisi yang mengerikan itu (hai "Squid Game"), pesan piza favoritmu, dan tuangkan segelas wine untuk dirimu sendiri, saran Mac. Kamu harus membiarkan dirimu memproses emosimu dan tidak perlu merasa bersalah atas perasaanmu yang sebenarnya. Terutama karena menekan perasaan ini dapat memperburuknya dalam jangka panjang.


    2. Tetapkan batasan yang sehat

    Dengarkan saran ini: sulit untuk mengatasi rasa patah hatimu jika kamu terus menerus kembali pada sumber yang menyebabkannya—entah itu berupa terus mengirimkan pesan teks pada orang ini atau mengecek media sosial mereka setiap beberapa waktu sekali.

    Untuk alasan ini, Mac menyarankan untuk menetapkan batasan dengan berjanji pada diri sendiri bahwa kamu tidak ingin lagi berkomunikasi dengan orang tersebut setelah putus. "Batas-batas ini akan memungkinkanmu untuk memproses emosimu dan memberi kamu rasa aman yang kamu butuhkan untuk move on," lanjutnya.

    Sangat disarankan bagimu untuk mengubah nama mereka di ponselmu, memblokir media sosial mereka, menghapus foto, dan menghubungi teman-teman terdekatmu untuk mendapatkan dukungan. Aturan no-contact hadir karena alasan yang jelas.


    3. Berinvestasilah pada dirimu sendiri

    Sekarang ini adalah waktu terbaik untuk fokus pada diri sendiri lagi. "Ketika kamu berinvestasi pada dirimu sendiri, apa yang kamu peroleh dapat kamu gunakan, entah apakah kamu lajang dan/atau berada dalam sebuah hubungan lagi nantinya," ujar psikoterapis Nicholas Hardy. “Ini juga membantu membangun kembali identitasmu sebagai seorang individu.”

    Jadi, pilihlah kegiatan atau hobi yang membuatmu bahagia. Entah itu berarti kamu jadi punya rutinitas olahraga, atau justru memanggang beberapa hidangan favorit. Apapun yang kamu pilih, lakukan hal-hal yang menurut kamu tidak sempat kamu lakukan untuk diri sendiri ketika kamu menjalin hubungan.

    Selain meningkatkan kesehatan fisik, fokuslah pada kesehatan mentalmu juga. Mencari terapis melalui aplikasi seperti Riliv adalah cara yang baik bagimu untuk memproses perasaan dan rasa sakit pasca putus cinta di lingkungan yang sehat.


    4. Tuliskan perasaanmu

    "Saya tidak tahu siapa yang perlu mendengar hal ini, tetapi membuat jurnal adalah salah satu cara termudah dan paling efektif untuk memproses emosimu," ujar Tatyana Dyachenko. Kalau kamu tidak tahu apa yang harus ditulis, coba mulai dengan petunjuk berikut: Apa yang kamu pelajari tentang dirimu dalam hubungan ini? Apa saja hal-hal yang membuatmu tidak bahagia dalam hubungan ini? Apa saja pengalaman membahagiakan dalam hubungan tersebut?



    Dan jangan khawatir, jika menulis menggunakan pena bukanlah hal yang kamu sukai, coba tuliskan pemikiranmu di Notes ponsel atau ketikkan ke dalam dokumen Word. Keduanya merupakan pilihan yang sangat terapeutik jika kamu memiliki banyak hal untuk dikatakan.

    Coba lakukan ini sekali sehari, selama lima menit, dan saya janji kamu akan merasa lebih baik, atau paling tidak memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perpisahan itu dan mengapa kamu merasakan hal itu.


    5. Tuliskan sebuah surat untuk mantanmu tanpa benar-benar mengirimkannya

    "Mirip dengan menulis jurnal, menulis surat kepada mantanmu tanpa berniat untuk benar-benar mengirimnya juga bisa menjadi terapi yang luar biasa," ujar pakar kencan Krysta Monet. "Dalam surat untuk mantanmu, kamu dapat secara terbuka mengungkapkan semua emosi dan kemarahanmu. Semua hal yang ingin kamu katakan tapi tidak pernah kamu katakan bisa kamu curahkan di sini," kata Krysta. "Ini adalah waktumu untuk melakukan perjalanan kembali ke semua omong kosong yang kamu alami, dan mengakui semua red flags yang mungkin kamu lewatkan ketika kamu terjerat dalam cinta. Ini adalah sebuah surat terbuka versimu dari awal sampai akhir."

    Setelah kamu menulis surat itu, segel lalu letakkan di suatu tempat yang tidak terlihat selama beberapa bulan. Ketika kamu menemukannya lagi nanti, kemungkinan besar kamu sudah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang mengapa hubungan itu harus berakhir, ujar Krysta. Inilah kejelasan yang kita inginkan dan kita butuhkan, my friend.


    6. Jangan mencari atau menunggu "penutupan"

    Maaf saja, tapi penutupan dalam sebuah hubungan itu tidak ada. Dan kenyataannya adalah, kamu tidak akan pernah menemukan apa yang kamu cari dengan mengharapkan sebuah "akhir". "Penutupan datang dari dalam diri dan seringkali membutuhkan waktu," ujar Krysta. "Beri dirimu waktu untuk memahami diri sendiri dan cari tahu mengapa situasi ini tidak berhasil. Penutupan diri adalah satu-satunya jenis penutupan yang layak kamu cari."

    Dengan kata lain, stalking Instagram mantanmu atau menelepon mereka di Sabtu malam sambil mengatakan bahwa kamu memerlukan sebuah penutupan tidak akan menghasilkan apapun selain menghambat kemajuanmu untuk move on.


    7. Sibukkan dirimu dengan berbagai distraksi

    Listen, kamu tak perlu mengabaikan perasaanmu. Kalau kamu sedih, sedihlah. Jika kamu marah, marahlah. Tapi apapun yang kamu lakukan, cobalah untuk tidak duduk diam dan merajuk sepanjang hari sendirian. "Semakin banyak waktu yang kamu miliki untuk duduk-duduk dan memikirkan hubungan masa lalumu, semakin banyak hal itu memengaruhimu. Berusahalah agar pikiranmu tetap sibuk," ujar Krysta.

    Jangan takut untuk memulai hobi baru atau mencoba sesuatu yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Anggap ini sebagai rebranding dirimu sendiri karena, sebagai seorang manusia, kamu seharusnya mengkhawatirkan dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum memikirkan orang lain.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / Image: Dok. Cosmopolitan US)