Better You

5 Trik Bilang “TIDAK” Tanpa Harus Merasa Bersalah

  by: Redaksi       22/11/2011
  • Mengiyakan ajakan dating dengan pria yang sebenarnya tidak Anda suka, terpaksa merelakan adik Anda memakai stiletto yang belum pernah Anda pakai, atau mengangguk ketika diberi pekerjaan tambahan saat sedang overload. Apakah ini terdengar sangat Anda? Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa mulut tiba-tiba terkatup rapat untuk mengucapkan kata “tidak”? Maka, lewat artikel ini Cosmo akan mengajarkan Anda bagaimana cara menolak secara halus, tanpa... merasa bersalah menyakiti perasaan orang lain.

    “Maaf tidak bisa janji ya. Masih ada urusan penting nih nanti.”

    Jika Anda sebenarnya tidak ingin menerima ajakan yang tidak diinginkan, maka kalimat ini bisa Anda aplikasikan, ladies. Kalimat ini akan memberi sinyal pada orang yang bersangkutan kalau Anda pun sedang terdesak oleh kegiatan lain yang juga menyita waktu Anda. Ia pasti mengerti.



    “Sekarang saya sibuk, nanti saya hubungi kembali.”

    Jika seorang kolega mengharapkan bantuan Anda di tengah-tengah deadline, Anda pun harus berani katakan padanya jika Anda pun perlu fokus menyelesaikan pekerjaan Anda yang juga punya deadline. Melihat kesibukan Anda yang padat, ia akan merasa segan untuk merepotkan Anda.


    “Coba saya pikirkan dulu ya.”

    Kalimat ini sebenarnya sedikit menyiratkan penolakan halus. Gunakan kata-kata ini apabila Anda tertarik untuk menolong, tapi sebenarnya hati berkata tidak. Meski sebenarnya Anda mengulur-ulur waktu agar ia tak bertanya lagi, namun Anda tetap harus memberikannya kepastian dengan rentang waktu yang sudah Anda tentukan pastinya. In other words, beri ia jawaban ketika Anda tak lagi sibuk.



    “Saya akan menghubungi Anda, jika membutuhkannya nanti.”

    Entah sudah ke berapa kalinya Anda dihubungi oleh salesman yang gemar memberi penawaran-penawaran di telepon. Ucapkan kalimat penolakan yang tepat sasaran, bukan kalimat harapan yang membuat percakapan jadi panjang dan semakin berbelit.

    “Bagaimana ya, barang ini harus saya pakai nanti malam...”

    Entah berapa kali Anda dibuat kecewa pada kelakuan housemate, atau adik Anda yang gemar mengambil barang Anda dari dalam lemari, lalu kembali tak utuh lagi. Kalau Anda mengucapkan kalimat ini, setidaknya, Anda menyelamatkan barang-barang koleksi Anda. Dengan begitu ia tahu kalau ia tak bisa menggunakan properti Anda.... seenaknya. Bila perlu, tambahkan lagi, “Habis sepatu yang kemarin baru saya beli, tak tahu ada di mana. Hanya ini deh yang cocok dengan baju saya nanti...”(Calvin Hidayat/SW/Gambar: Dok.Google)