Lifestyle

Perjuangan Ibu Brani di Tengah Peperangan

  by: RedaksiCosmopolitan       8/11/2013
  • Setelah tiga kali urung dipentaskan, akhirnya Teater Koma mempersembahkan lakon Ibu untuk produksinya yang ke-131. Sebuah lakon yang menceritakan gigihnya perjuangan seorang ibu untuk menjaga anaknya dan tetap mencari untung dari barang dagangannya di tengah perang.

    Mengambil latar peperangan abad ke-17, dikisahkan ada dua kubu yang sedang berperang yaitu kubu Matahari Hitam dan Matahari Putih. Sang ibu yang tak pernah mau merugi membuatnya tak ingin berpihak kepada siapapun. Di atas gerobak yang setia menemaninya, ia selalu mengibarkan bendera matahari putih saat berada di lingkungan matahari putih begitupun sebaliknya.

    Ketiga anaknya yaitu Elip, Katrin, dan Fejos selalu menemani sang ibu. Hingga akhirnya Elip dan Fejos menjadi tentara, tinggalah Katrin yang bisu sendirian menemani Ibu Brani berjuang bersama gerobaknya. Menyadari sang anak memiliki kulit mulus, Ibu Brani tak ingin seorang tentara pun menyunting Katrin. Lantas ia melumuri wajah Katrin agar terlihat kotor dan tidak menarik. Perjuangan Ibu Brani pun terus berlanjut, sayangnya tidak berjalan mulus. Ibu bahkan harus kehilangan Katrin yang sangat ia sayangi.



    Sosok Ibu Brani yang diperankan oleh Sari Madjid berhasil membuat penonton berdecak kagum. Belum lagi dukungan dari para pemain lainnya dipadu dengan tata panggung, tata busana serta tata musik yang apik membuat pertunjukan teater ini membuat Anda terus berpikir sepanjang jalan cerita.



    Tak ada salahnya jika Anda mengajak si dia pergi menikmati pertunjukan Ibu yang akan terus digelar di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini mulai tanggal 1 lalu hingga 17 November 2013 mendatang ini. (Adhia Azka/VP/Image: Doc. Cosmopolitan)