Better You

4 Langkah Hilangkan Rasa Bersalah

  by: Redaksi       12/11/2013
  • Penelitian pada fungsi otak mengatakan kalau wanita lebih sensitif dibandingkan pria. Tak peduli sepele atau beratnya kasus yang Anda alami, rasa bersalah tak langsung hengkang begitu saja. Malah terkadang, membuat tidur pun tak tenang. Hei ladies, tarik napas dan hembuskan semua rasa bersalah dari diri Anda bersama Cosmo!

    Pikirkan Ulang
    Ada kalanya Anda memang merasa bersalah karena melakukan sesuatu berdasarkan pemikiran Anda sendiri, bukan tuduhan orang lain. Jadi coba ingat-ingat kembali kejadiannya. Jika kejadian tersebut melibatkan orang lain, kumpulkan semua keberanian dan katakan dengan tulus kalau Anda benar-benar menyesal.

    Ambil Kendali
    Pernahkah Anda berada dalam posisi merasa tuntutan dari sekitar “mengontrol” Anda untuk selalu tampil luar biasa. Hingga akhirnya Anda kerja ekstra keras hanya untuk menyenangkan mereka, bukan diri Anda sendiri. Saat semua tak berjalan sesuai yang mereka inginkan Anda pun mulai merasa bersalah. Stop it, dear. Mereka tak punya hak untuk menghakimi. Boleh saja kok egois untuk mengejar sesuatu yang sesungguhnya Anda inginkan, bukan orang lain. Ingat:  You're in charge of your own happiness.



    Seharusnya...
    Kata ini selalu jadi tanda awal penyesalan saat rasa bersalah mulai kembali menghantui. Padahal ini hanya akan membuat Anda semakin dalam menyesali apa yang sudah terjadi. Selain itu, Anda hanya akan membuat ekspektasi yang tidak realistis dalam diri. Berhenti berandai-andai bahwa yang terjadi berbeda dari kenyataan yang ada. Anda tidak bisa membalikkan waktu, tapi Anda bisa berusaha menjadi lebih baik di kesempatan berikutnya.



    Terima Kenyataan
    Anda tidak perlu jadi rendah diri setelah melakukan kesalahan. Tapi Anda harus menerimanya agar semua tak jadi berlarut-larut. Ya, mungkin saja memang itu salah Anda. Tapi lebh baik jadikan “mimpi buruk” yang tak menyenangkan ini sebagai pengalaman berharga. Cara terbaik adalah melapangkan dada, menerima kenyataan, dan belajar dari kesalahan. (Muhtar Rais/FT/Image: iStock/Thinkstock)