Love & Sex

Berhenti Lakukan Ini Saat Bertengkar Dengan Si Dia

  by: Silvya Winny       22/11/2015
  • Hubungan Anda dan si dia belakangan ini sedang tidak baik? Well, dalam sebuah hubungan, pertengkaran merupakan sebuah hal yang biasa. Namun, saat Anda sedang marah atau kesal dengan si dia, ada baiknya untuk tidak menyebutkan hal-hal berikut ini dan memancing emosinya.

     

    “We're Done. It's Over”



    Yup, kata-kata itu merupakan “mantra” yang akan segera Anda sesali begitu Anda mengucapkannya, karena akibatnya justru akan jadi bumerang bagi Anda. Jika tidak benar-benar bermaksud untuk mengatakannya, ada baiknya untuk berpikir dua (atau mungkin tiga) kali sebelum mengucapkannya. Lagipula, kata-kata tersebut terkesan kekanak-kanakkan jika diucapkannya di tengah pertengkaran.

     

    Body Insult

    Perlu diingat untuk jangan pernah menyinggung keadaan tubuh si dia saat sedang bertengkar. Semisal menyinggung lemaknya yang mulai menumpuk karena sudah lama tidak menghabiskan waktu di gym, atau bentuk hidungnya yang tidak sempurna. Sama seperti Anda yang tidak mau dibilang menggendut, pria juga tidak suka jika kekurangannya diungkit-ungkit dalam hubungan.

     

    Membandingkan Dirinya



    Semisal membandingkannya dengan mantan Anda terdahulu. Well dear, setiap orang diciptakan berbeda-beda, dan tidak ada satupun yang sempurna. Lagipula logikanya, jika Anda begitu menyanjung mantan-mantan Anda, mengapa dulu memutuskan hubungan dengan mereka?

     

    Mengungkit Masa Lalu

    Hal lain yang sebaiknya tidak Anda bawa dalam pertengkaran dengan si dia adalah mengungkit masa lalu. Semisal menyangkutpautkan pertengkaran Anda dengan kesalahan si dia di masa lalu. Ugh! Tak peduli seberapa buruk kesalahannya kali ini, namun jika Anda memang sudah memaafkan kesalahannya di masa lalu, maka jangan mengungkitnya kembali. Bahkan jika Anda memang belum memaafkannya, tidak baik jika terus mengungkit-ungkit kesalahannya terus menerus. Everyone makes mistakes, darling. Stop blaming him for the past mistakes, and move on.

     

    Egois

    Kata-kata seperti “Stop, dengar penjelasanku dulu!” atau “Cukup, kamu terlalu berlebihan!” sebaiknya jangan pernah keluar dari mulut Anda. Hal tersebut justru akan memancing emosi si dia sehingga, percayalah, pertengkaran Anda justru akan berlangsung lebih lama dari yang seharusnya, dengan tingkat kemarahannya yang semakin menjadi-jadi tentunya. Ingat dear, jangan melawan api dengan api. Dengarkan argumennya (siapa tahu alasan si dia memang lebih masuk akal), tenangkan si dia jika memang terlalu berlebihan, baru setelah itu sampaikan alasan-alasan Anda dengan tenang. Minta si dia untuk tidak memotong pembicaraan Anda seperti Anda tidak memotongnya. Lalu, berikan solusi yang tepat untuk permasalahan kalian. (Alvin Yoga / VP / Image: Dok. Outnow.ch )