Beauty

Pilih Flat Brush, Oval Brush, atau Beauty Blender?

  by: Nina Natasya       16/11/2016
  • Ada banyak cara untuk mengaplikasikan base makeup. Bisa dengan flat brush, beauty blender, ataupun yang terbaru dan sedang hangat, oval brush. Sebenarnya, apa sih bedanya? Ketiga aplikator tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, ladies. Cindy Herin, Fashion & Beauty Reporter Cosmopolitan Indonesia, mencoba ketiga aplikator tersebut dan akan memberikan review-nya. Jadi, Anda dapat mengetahui mana yang paling cocok untuk kebutuhan Anda! (Nina Natasya/Cindy Herin/AP)

     

    Cosmo menggunakan beauty blender dan oval brush dari Lamica, flat brush dari Artistry, dan foundation Fit Me Matte + Poreless dari Maybelline.



     

    1. Beauty Blender

    Dari ketiga aplikator, beauty blender adalah yang paling memberikan light coverage dengan efek kulit seperti airbrushed. Dengan kata lain, kulit jadi terlihat halus! Karena fitur spons yang “menyerap”, beauty blender dapat mengambil sisa-sisa makeup sehingga terlihat natural. Penggunaan beauty blender harus diberi air atau disemprot sebelumnya, lalu squeeze dan aplikasikan foundation.

     

    Atas: Tekstur foundation setelah dibaurkan dengan beauty blender di tangan.

     Kiri: Sebelum, Kanan: Sesudah

     

    Berikut plus dan minusnya:

    + Sangat mudah diaplikasikan.

    + Hasil akhir terlihat natural, seperti kulit.

    + Nyaman di kulit.

    + Bagian lebih meruncing dapat digunakan untuk di sela-sela bagian mata.

    + Mudah dibawa kemana-mana.

    - Karena harus diberi air sebelumnya, penggunaannya tidak sepraktis brush.

    - Bakteri lebih mudah mengendap karena penggunaan air yang membuat lembap.

    - Pemakaian beauty blender sebaiknya hanya 3-4 bulan, tidak seperti brush yang masa pemakaiannya lebih lama.

     

    2. Oval Brush

    The new one in the gank, brush yang bentuknya seperti sikat gigi ini memiliki fiber brush yang lebih banyak dari brush lainnya. Sehingga Anda akan lebih cepat mengaplikasikan foundation ke kulit, karena ukurannya yang lebih besar. Brush ini terdiri dari berbagai macam ukuran. Hasil akhir nya pun terlihat merata.

     

    Atas: Tekstur foundation setelah dibaurkan dengan oval brush di tangan.

    Kiri: Sebelum, Kanan: Sesudah



     

    Plus minusnya adalah:

    + Karena bentuknya yang oval, pengaplikasian di area membulat seperti dahi dekat hair line dan rahang akan lebih merata.

    + Hasilnya tidak akan terlihat streaky dan lebih flawless dari brush biasa.

    + Multi purpose, dapat digunakan untuk aplikasi foundation, contour dan highlight.

    - Ukuran oval brush yang medium membuatnya sulit menjangkau daerah dekat mata dan hidung, sehingga Anda harus membaurnya lagi dengan brush berukuran kecil.

    - Bagi yang sering menggunakan flat brush, mungkin belum terbiasa menggunakannya.

    - Tidak praktis untuk dibawa.

     

    3. Flat Brush

    The good old classic brush, kuas ini masih menjadi favorit banyak wanita berkat coverage tinggi yang dapat diberikan. Namun, hasil akhirnya dapat terlihat tak begitu menyatu dengan kulit jika dibandingkan dengan blended brush dan oval brush. Triknya, kenakan satu layer untuk hasil akhir lebih natural. Namun, untuk acara formal yang butuh tampilan high coverage, berikan lagi satu layer untuk hasil maksimal. Foundation juga lebih mudah Anda atur dan baurkan dengan brush ini! 

     

    Atas: Tekstur foundation setelah dibaurkan dengan flat brush di tangan.

    Kiri: Sebelum, Kanan: Sesudah

     

    Plus minusnya yaitu:

    + Coverage nya tinggi.

    + Nyaman dipakai.

    + Dapat menjangkau semua area di wajah.

    + Lebih irit foundation.

    - Harus di set dengan bedak, untuk mengunci sisa foundation di atas kulit.

    - Hasil akhir dapat terlihat cakey dan tak natural apabila berlebihan.

    - Harus sering dicuci.