Fashion

10 Desainer Favorit Cosmo di IPMI Trend Show 2017

  by: Silvya Winny       19/11/2016
  • Setelah sebelumnya membahas mengenai pekan mode di benua Amerika, Eropa, dan Asia, kali ini Cosmo akan merangkum pekan mode yang baru-baru ini diadakan di tanah air. Yaitu IPMI Trend Show 2017! Fashion week yang diselenggarakan oleh Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) di The Hall Senayan City pada tanggal 8-11 November 2016 lalu ini menampilkan 18 show dari kurang lebih 24 desainer dan label ternama tanah air. Di tahun ke-30 nya, IPMI Trend Show 2017 mengambil tema “Love” sebagai bentuk kecintaan terhadap mode yang konsisten hingga sekarang. Cosmo memilih 10 show favorit yang harus Anda simak. Enjoy! (Nina Natasya/AP/Dok. Cosmo, Dok. IPMI)

     

    1. Ghea Panggabean



    Di hari pertama, Ghea Panggabean membuka pekan mode IPMI Trend Show 2017 dengan akar kebudayaan tanah air. Dengan tema “The Spice & Silk Route”, ia terinspirasi dari ragam cara berpakaian masyarakat dan saudagar di Sumatra dan Jawa.   Dari penggunaan kain Ulos Batak, Songket Emas Palembang yang terinspirasi dari Kerajaan Sriwijaya, hingga permainan kain Batik Parang dengan jaket beludru para raja di Keraton Jawa yang semuanya dibawa lebih modern.

     

    2. Mel Ahyar

    Kini Abadi, begitu tajuk koleksi milik Mel Ahyar kali ini. Sang desainer berkolaborasi dengan pelukis tanah air yaitu Jeihan yang memiliki ciri khas lukisan berupa figur manusia dengan mata hitam tajam, bermakna sikap melihat lebih dalam dan jauh. Hasilnya adalah kolaborasi seni adibusana dengan seni murni yang sangat indah. Siluet berpotongan longgar dipadukan dengan teknik layering menggunakan material ringan seperti silk organza dan silk tulle. Beberapa busana juga dilukis langsung oleh Jeihan, sisanya menggunakan teknik digital art dan couture yang detail. Bravo!

     

    3. ATS by Barli Asmara

    Menutup hari pertama, Barli Asmara menampilkan sesuatu yang berbeda di panggung IPMI. Yaitu koleksi streetwear yang pertama kali diluncurkan melalui label All The Horses atau ATS. Bersama parternya Kukuh Zuitton, mereka melansir koleksi bernuansa sedikit boheminan, feminin dengan edgy twist. Contohnya perpaduan lace dress dengan studded jacket ataupun leather jacket dengan rok see-through yang seksi.

     

    4. Stella Rissa

    Lalu di hari kedua, Stella Rissa yang merupakan anggota baru dari IPMI tahun ini, menampilkan koleksi Studio Collection yang bertajuk Rockandrolla. Dengan panggung yang dipenuhi lampu neon, para model memeragakan potongan yang memperlihatkan natural curve dari wanita, yang merupakan ciri khas sang desainer. Material mewah seperti leather, lace, silk dan tulle digunakan untuk beragam gaun seksi yang dihiasi aksen seperti fringe dan leather strap. Sexy!

     

    5. Yongki Budisutisna

    Terinspirasi dari kisah penciptaan alam, Yongki Budisutisna meluncurkan koleksi Spring/Summer 2017 yang diberi nama Genesis. Penggunaan teknik patchwork banyak terlihat, pada material see-through seperti organza. Palet warna putih, monokrom, emas dan perak terlihat mendominasi dan memberikan kesan minimalis modern. Semuanya muncul dalam ensembel kasual namun tetap memiliki kesan glamor.

     



    6. Votum

    Merayakan gaya berpakaian wanita dari era terdahulu hingga sekarang, Votum menampilkan sederet busana feminin yang terinspirasi dari Gibson Girl di abad ke-19 hingga tren mod di tahun 1960an. Penggunaan lace, motif floral, dan siluet vintage menguatkan nuansa feminin yang ingin dibangun.

     

    7. Yogie Pratama

    Sapuan emas menjadi kekuatan utama koleksi milik Yogie Pratama yang diberi tajuk GIlded. Efek shiny diwujudkan dalam berbagai kreasi seperti ball gown, evening dress, mini dress ataupun rok see-through. Permainan dekorasi juga menjadi ramuan khususnya, seperti aplikasi bulu ostrich ataupun barisan kristal yang ditata dengan nuansa art deco. Seluruh koleksinya hadir dengan ciri khas garis rancang miliknya yaitu fitted, sharp, and clean.

     

    8. Hian Tjen

    Hian Tjen adalah penutup di hari ke-3. Cairan yang merupakan elemen esensial kehidupan menjadi inspirasinya dalam koleksi “Osmosis”. Hasilnya adalah sederet koleksi yang mencerminkan alur air, dengan material mewah seperti tulle, satin, dan organza berefek shiny. Gaya feminin dan provokatif muncul melalui see-through coat & top, patents pants, hingga metallic dress. Semuanya hadir dalam palet modern yaitu hitam, putih, abu-abu, silver, dan maroon. Love it!

     

    9. Austere by Tri Handoko

    Dalam koleksi Spring/Summer 2017 label Austere yang berjudul rec-ti-tude, Tri Handoko yang juga merupakan Ketua IPMI Trend Show 2017 sekali lagi berhasil menuangkan ciri khas nya. Yaitu structured tailoring dengan nuansa maskulin berpotongan klasik. Penggunaan material katun, linen dan semi-wool dalam warna putih, hitam dan abu-abu masih menjadi favoritnya. Dan model extra-long sleeves juga turut memberikan napas masa kini yang juga menjadi alasan Cosmo menyukai koleksi sang desainer!

     

    10. Andreas Odang

    Satu lagi desainer yang memulai debut show nya sebagai anggota terbaru IPMI tahun ini, yaitu Andreas Odang melalui koleksi “Black Magnolia”. Koleksi demi couture ini dipresentasikan dengan megah lewat eksplorasi warna hitam sebagai tanda kekalutan namun juga ketegasan. Arsitektur masa art deco menjadi pengaruh utama, sang desainer menerapkan teknik layering untuk menunjukkan dimensi dari warna hitam. Sebuah penutupan yang sempurna untuk IPMI Trend Show tahun ini!