Lifestyle

Diiringi Orkestra, Film La La Land Jadi Makin Hidup!

  by: Sky Drupadi       6/11/2017
  • Selamat malam,” sapa Erik Ochsner, konduktor asal Amerika, dengan Bahasa Indonesia sebelum melanjutkan dalam bahasa Inggris. “Biasanya, dalam sebuah konser simfoni, penonton tidak diperkenankan untuk tepuk tangan,” jelasnya pada penonton yang memadati ruangan Ciputra Artpreneur tanggal 5 November kemarin. “Tapi ini adalah perfilman dan entertainment. Jadi, tertawalah, menangislah, dan tepuk tangan. Kami ingin merasakan energi Anda!”

     



     

    Selama hampir tiga jam, Erik memimpin seratus musisi orkestra untuk mendampingi pemutaran film drama-musikal ternama, La La Land. Kisah cinta Mia dan Sebastian telah menyentuh hati banyak orang sejak tayangnya di layar lebar tahun 2016 lalu. Kini, film yang merayakan seni dan musik tersebut “dihidupkan” kembali dalam format yang lebih spesial: a live-to-film. Bertajuk La La Land in Concert, semua scoring alias musik dalam film dibawakan secara live di hadapan penonton. Tidak seperti konser biasa, para pemain orkestra bermain secara real-time dan pastinya harus sinkron dengan jalannya film. Hypnotizing!

     

     

    Erik bekerja sama langsung dengan Justin Hurwitz, komposer dari film La La Land, yang berhasil menerima penghargaan Oscar untuk Best Original Score. Uniknya, ke manapun Erik membawa konser ini, pemain orkestra yang dilibatkan merupakan musisi lokal. Di Indonesia, orkes Singgih Sanjaya asal Yogyakarta menjadi pengiring film yang dibintangi Emma Stone dan Ryan Gosling tersebut.



     

     

    Another Day of Sun, Someone in the Crowd, The Fools Who Dream, dan tentu saja, City of Stars yang ikonis. Sulit dipercaya bahwa musik yang terdengar dibawakan secara langsung di atas panggung. Permainan film dan lagu berpadu dengan harmonis, tak beda jauh dengan audio rekaman studio. Karena sifatnya yang live, Erik pun membiarkan para musisi untuk improvisasi pada beberapa bagian, terutama adegan yang melibatkan musik jazz. Seperti perintah Erik di awal konser, penonton tidak ragu untuk memberikan tepukan tangan, bahkan sedikit siulan jika musisi orkes telah menyelesaikan sebuah lagu dengan sempurna.

     

     

    Suara alat musik gesek, piano, drum, sampai paduan suara yang menggema di aula Artpreneur memberikan pengalaman nonton yang jauh berbeda. Apalagi ditemani dengan gerakan Erik yang ekspreksif dan penuh jiwa, penonton dapat merasakan langsung emosi musik yang berperan penting dalam film yang disutradarai Damien Chazelle ini. La La Land in Concert berhasil buat bulu kuduk berdiri dan menghidupkan kembali konsep live music dalam perfilman yang biasanya hanya diasosiasikan dengan film bisu tempo dulu. Such an amazing experience! (Sky Drupadi / SW / Image: Doc. Rajawali Indonesia)