Better You

Hati-Hati, 11 Gejala Fisik Ini Bisa Menandakan Stres

  by: Sky Drupadi       16/11/2017
  • Kata 'stres' biasanya digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak ideal (misalnya ketika lipstik favorit Anda tertinggal di rumah). Tapi stres yang sebenarnya —yang biasanya dipicu oleh berbagai hal, mulai dari pindahan rumah, pekerjaan baru, sampai melahirkan anak pertama— bisa memberikan dampak besar pada seseorang, bahkan secara fisik.

    Cosmo bertanya pada Brendan Street dari Nutfield Health, yang merupakan professional head dari CBT (cognitive behaviroal theraphy), dan memintanya untuk menjelaskan gejala fisik yang disebabkan oleh stres. Karena ketika Anda bisa mengidentifikasi stres, Anda juga dapat mengatasinya.

     



    Merasa Lelah

    "Stres memiliki efek psikologis terhadap tubuh Anda, di mana ia melepas hormon ke saluran darah yang kemudian meningkatkan detak jantung dan pernapasan. Hal ini tentunya membuat Anda selalu merasa lelah. Selain itu, stres juga menghalangi Anda dari tidur. Dalam sebuah penelitian, telah ditemukan bahwa stres mengaktivasikan area otak yang disebut dengan hypothalamic-pituitary-adrenal axis. Perannya adalah untuk meregulasi tidur. Kemungkinan, Anda akan mengalami kekurangan tidur, lalu menggunakan waktu luang tersebut untuk memikirkan masalah berulang kali. Otak Anda dipaksa bekerja overtime demi menemukan sebuah solusi.”

     

    Mengertakkan Gigi

    "Mengertakkan gigi adalah gejala stres yang berkaitan dengan kekurangan tidur karena sistem saraf Anda sedang meningkatkan aktivitasnya. Bila dilakukan secara non-stop, hal ini dapat mengakibatkan masalah pada gigi dan rahang, sehingga membuat Anda makin sengsara.”

     

    Sakit Kepala

    "Sakit kepala yang diakibatkan oleh rasa tegang merupakan bawaan dari stres. Berlangsung selama setengah jam sampai beberapa jam, Anda akan merasakan sakit pada bagian kanan atau kiri kepala, biasanya dilengkapi dengan rasa tegang pada leher dan bahu. Bila Anda sering mengalami sakit kepala seperti ini, kemungkinan Anda sedang menderita stres."

     

    [ BACA JUGA: Tips Hilangkan Stres Berdasarkan Tipe Karakter Anda ]

     

    Pusing

    "Pusing sering diasosiasikan dengan stres dan ketegangan. Seiring meningkatnya stres, pola napas Anda akan berubah sehingga memengaruhi tingkat CO2 dalam darah. Hal ini tidak membahayakan, namun dapat menyebabkan pusing. Saat mengalami pusing jangka panjang, pasti Anda pun jadi susah tidur."

     

    Sistem Pencernaan Bermasalah

    "Ketika stres, Anda mungkin akan mengalami sakit perut, kembung, konstipasi, atau diare. Jika Anda sudah memiliki penyakit Irritable Bowel Syndrome, stres akan memperburuk keadaan tersebut. Itu karena sistem pencernaan Anda dikontrol oleh sistem saraf. Hormon stres yang ada dalam tubuh bisa mengubah pencernaan secara kompleks, misalnya memperlambat proses (konstipasi) atau mendorong makanan keluar (diare).”

     

    Kehilangan Libido

    "Agar libido Anda dapat berfungsi, hormon Anda harus seimbang dan saraf-saraf Anda harus sinkron. Kacaunya hormon ketika Anda sedang stres akan berakibat hilangnya libido.”

     

    [ BACA JUGA: 5 Hal Mengejutkan Ini Ternyata Bisa Jadi Penyebab Stres ]



     

    Tidak Nafsu Makan

    "Dalam jangka pendek, seorang yang stres akan kehilangan nafsu makannya. Ini karena bagian otak yang disebut dengan hypothalamus akan memproduksi hormon yang menekan nafsu makan. Sebaliknya, orang yang stres kronis akan memproduksi kortisol, yang justru meningkatkan nafsu makan terutama untuk yang manis.”

     

    Rambut Rontok

    “Walaupun kerontokan rambut tidak akan berdampak pada kesehatan, ia pasti akan memengaruhi kualitas hidup dan kepercayaan diri Anda. Alopecia Areata adalah ketika rambut Anda rontok banyak sekaligus, misalnya segenggam. Telogen Effluvium adalah rontok biasa namun lebih banyak dari hari biasanya. Selain itu, ada kondisi bernama Trichotillomania, di mana seseorang menjambak rambutnya sendiri sebagai cara menghadapi stres.”

     

    Gampang Sakit

    "Stres memiliki efek nyata pada kesehatan Anda dengan menekan sistem imun. Ini karena hormon kortisol yang diproduksi ketika stres akan menghalangi hormon yang mendukung sistem imun. Pada akhirnya, sistem imun Anda tidak efisien, sehingga Anda lebih mudah terpengaruh oleh virus penyakit.”

     

    [ BACA JUGA: 5 Aroma Alami Penghilang Stres ]

     

    Detak Jantung Meningkat

    "Zat yang diproduksi ke dalam pembuluh darah akan meningkatkan detak jantung dan menyebabkan sesak napas. Hal ini biasa disebut sebagai panic attack dan biasanya berlangsung selama 10-15 menit. Dalam situasi seperti ini, biasanya Anda reflek mengambil napas secepat mungkin demi mendapatkan oksigen. Tapi lebih baik lagi Anda perlahan mengambil napas dari hidung, lalu keluarkan dari mulut. Lambat laun pola napas Anda akan kembali normal.”

     

    Mulut Kering

    "Respon tubuh Anda terhadap stress juga mengurangi produksi ludah dalam mulut, sehingga Anda akan merasa tidak nyaman ketika menelan makanan. Kondisi ini juga meningkatkan risiko infeksi bakteri. Mulut kering diakibatkan dari sesak napas dan kurangnya minum air putih.”

     

    Semua gejala ini memiliki koneksi dengan stres. Jika Anda mengalaminya, jangan dipendam ya, dear. Sampaikan pada seorang profesional agar ia bisa memberikan solusi paling tepat untuk menurunkan tingkat stres Anda. Get your health back!

     

    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com. Alih bahasa: Sky Drupadi. Foto: rawpixel.com / shutterstock / clickphotos)