Lifestyle

Review Justice League, Menghibur dan Tidak Mengecewakan

  by: Hana A. Devarianti       17/11/2017
  • Okay, kalau Anda merasa ragu untuk menonton film ini di bioskop... Jangan lagi. Sebagai film perdana bagi kelompok manusia super keluaran DC Comics, Justice League menawarkan tontonan yang menghibur. Ya, Justice League adalah angin segar setelah kegagalan film Batman V Superman: Dawn of Justice yang tayang dua tahun lalu.  

     

    [ BACA JUGA: Wonder Woman Selamatkan Batman v Superman ]



     

     

    "Apa jadinya dunia tanpa Superman?", itulah yang jadi tema dari film yang disutradarai oleh Zack Snyder ini. Film ini adalah kisah tentang kelahiran dari tim superhero terkuat di dunia, Justice League. Setelah kematian Superman (Henry Cavill) di film sebelumnya, bumi kini diserang oleh alien supervillain Steppenwolf. Bumi berada diambang kehancurannya, dan itulah yang membuat Batman (Ben Affleck) dan Wonder Woman (Gal Gadot) mencari superhero lainnya, The Flash (Ezra Miller), Aquaman (Jason Momoa), dan Cyborg (Ray Fisher) untuk bergabung dengan mereka. Tanpa Superman, kelima superhero tersebut harus bertarung habis-habisan demi menyelamatkan bumi.

     

     

    Bisa dibilang film berdurasi dua jam ini mampu menghadirkan apa yang gagal dicapai di film prekuelnya, Batman V Superman: Dawn of The Justice: plot yang menarik, adegan pertarungan yang seru, dan sisipan humor yang mengundang tawa. Lebih dari itu, film ini juga mampu menonjolkan setiap karakter superhero lewat porsi yang pas.

     

     

    Anda bisa mengenal lebih jauh lagi sosok Batman, yang pada film ini sudah menjadi superhero senior dan berpengalaman. Lalu, mengenal sosok si manusia tercepat di dunia, The Flash, yang banyol dan lugu. Juga bertemu dengan penguasa laut yang berjiwa rockstar, Aquamanserta manusia setengah mesin, Cyborg. Tidak ketinggalan pula melihat Wonder Woman kembali tampil fearless melawan musuh. Chemistry antar karakter tersebutlah yang jadi daya tarik dari film ini. 



     

    [ BACA JUGA: 6 Fakta Pemeran The Flash di Justice League ]

     

    Lewat Justice League, DC Comics dan Warner Bros. juga terlihat berusaha untuk menghadirkan tontonan yang dapat diterima oleh semua orang. Dibandingkan film DC Comics yang lain, film ini terlihat lebih sederhana dan "berwarna". Memang tone yang gelap masih ada di film ini, tetapi tidak sekental film Batman V Superman: Dawn of The Justice dan Man of Steal.

     

    [ BACA JUGA: Review Film: Wonder Woman, Lahirnya Superhero Wanita ]

     

    Mungkin ini terjadi berkat Joss Whedon, yang ditugaskan untuk merampungkan film setelah Zack Snyder mangkir di bulan May karena kematian tragis anaknya. Sentuhan Joss Whedon, yang sebelumnya lebih sering bekerja sama dengan Marvell Comics, membuat Justice League tidak lagi berkutat pada dimensi dark and deep ala Zack. Meskipun, hal ini juga membuat Justice League jadi kurang mengeksplor sisi yang lebih kompleks dari para superhero.

     

     

    Here's the deal: Cosmo suka Justice League. Ini adalah film "penebus dosa" dari Batman V Superman: Dawn of The Justice. Well, tentu saja kan DC Comics dan Warner Bros. tidak ingin menuai kesalahan yang sama. Dan, Justice League memang hadir sebagai tontonan yang lebih menghibur dan (yang paling penting) tidak mengecewakan. Meskipun tidak seapik Wonder Woman, Justice League sudah cukup menjadi pembuka yang menjanjikan untuk franchise ini. Juga, menjadi stepping stone kalau DC Comics dapat menghadirkan film superhero berkualitas dengan gaya mereka sendiri. (Hana Devarianti/SW/Image: outnow.ch)