Beauty

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Hiperpigmentasi

  by: Ainjia Phioltia Paat       28/11/2017
  • Selain tampilan kulit wajah kusam, hal yang tentu bisa mengganggu penampilan adalah kehadiran bintik hitam atau hiperpigmentasi pada wajah. Nah, dari mana asalnya dan cara apa untuk mengurangi produksi melanin yang berlebihan tersebut? Relax, we've got you covered. Berikut Cosmo jabarkan semua yang perlu Anda ketahui tentang hiperpigmentasi. Selamat membaca!

     

    Apa penyebab hiperpigmentasi?

    Well, pada dasarnya, kulit kita memang sudah memiliki melanin. Tapi, jumlah serta tipe melanin dari masing-masing individu memang bervariasi. Contohnya, orang yang memiliki warna kulit kecokelatan pasti akan memproduksi melanin berwarna cokelat kehitaman jauh lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berkulit lebih cerah.



    Tapi sebenarnya, apa sih fungsi dari melanin ini? Jadi, melanin diproduksi oleh melanocytes sebagai cara untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari. Saat paparan sinar UV atau inflamasi menghampiri kulit, maka melanin akan langsung terstimulasi untuk menghasilkan hormon yang mengaktivasi enzim tyrosinase. Lalu, setelah enzim tersebut aktif, maka melanocytes akan memproduksi pigmen yang nantinya tersebar pada area tertentu pada wajah (biasanya akan terfokus pada bagian yang sering terpapar sinar UV atau terdapat inflamasi). Warna dari pigmentasi kulit ini juga bisa beragam, mulai dari pink, kemerahan, cokelat, hingga hitam.


    Baca juga: 6 Makeup Terbaik untuk Menyamarkan Noda Gelap di Wajah

     

    Jenis hiperpigmentasi berdasarkan warna kulit:

    Ada dua jenis pigmentasi yang musti Anda ketahui!

    Eumelanin

    Orang dengan warna kulit gelap akan memproduksi eumelanin, yang merupakan pigmen berwarna cokelat untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat terpaan sinar UV. Eumelanin akan berubah menjadi lebih gelap saat terekspos sinar matahari sebagai caranya untuk melindungi kulit Anda. Tipe melanin ini juga akan lebih mudah menghitam saat kulit mengalami luka atau inflamasi. Oleh karenanya, masalah pigmentasi merupakan masalah yang lebih sering terjadi pada orang berkulit kecokelatan atau gelap.

    Pheomelanin

    Untuk Anda yang memiliki kulit yang terang, maka pigmen di dalam kulit akan didominasi warna kuning hingga merah. Biasanya, pigmen warna ini tidak memiliki proteksi yang baik terhadap sinar UV. Hal ini lah yang membuat kulit berwarna terang akan lebih rentan terhadap sunburns, kerusakan kulit akibat sinar matahari, hingga kanker kulit.

     



    Sedangkan ini beberapa tipe diskolorasi kulit:

    Freckles

    Berukuran kecil dan warnanya cukup terang, freckles adalah tanda-tanda pertama dari pigmen tak wajar. Freckles seringkali muncul pada anak kecil dan merupakan akibat dari paparan sinar matahari.

    Melasma

    Pigmentasi berwarna cokelat yang patchy atau menyebar ini biasanya muncul saat wanita tengah hamil karena hormon yang berlebihan. Namun birth control dan suplemen estrogen juga dapat menjadi penyebabnya.

    Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)

    Pigmentasi ini muncul akibat dari luka atau peradangan yang diakibatkan oleh jerawat, eksim, atau beberapa obat. PIH meninggalkan bekas diskolorasi kecil yang kemerahan atau merah muda.

    Sunspots

    Lebih besar dari freckles, sunspots adalah DNA yang bermutasi akibat paparan sinar matahari terus menerus. Semakin terang kulit Anda, semakin mudah noda ini muncul. Jadi, jangan pernah lupa mengenakan sunblock!


    Baca juga: Ini Dia Dampaknya Bila Tak Merawat Kulit Dengan Benar!


    Cara merawat dan mencegah hiperpigmentasi:

    Kadang masih saja ada orang yang kurang peduli dengan munculnya pigmentasi pada kulit. Bukannya mengatasinya dengan aplikasi produk atau pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih profesional, tapi malah menunggu bintik hitam atau perbedaan warna kulit untuk memudar dengan sendirinya. Memang sih pigmentasi yang ringan, seperti bekas jerawat bisa memudar dengan sendirinya. Tapi, hal tersebut saja membutuhkan waktu yang lama. Bisa berbulan-bulan, atau lebih lama lagi. Nah, terbayang tidak kalau Anda memiliki pigmentasi yang dalam, tapi tidak dirawat dengan baik. Ugh... malas kan kalau melihatnya malah jadi memburuk seiring waktu?

    Jadi, cara paling efektif untuk mencegah pigmentasi untuk kembali adalah dengan memberikan perlindungan maksimal dari paparan sinar UV dan juga polusi. Selain mengaplikasikan sunscreen yang punya proteksi tinggi terhadap sinar UV, gunakan juga produk yang berlabel anti-polusi. Sedangkan untuk di malam hari, jangan lupa untuk selalu membersihkan wajah dengan baik menggunakan produk berformula lembut agar meminimalisir inflamasi pada kulit, serta aplikasikan retinol yang bisa membantu mengontrol munculnya pigmen gelap pada wajah.

    (Arinda Christy/AP/Image: Irina Bg/Shutterstock/Clickphotos)