Lifestyle

Review Film: Murder on The Orient Express!

  by: Silvya Winny       29/11/2017
  • Well, apa jadinya jika kereta yang Anda tumpangi selama berhari-hari ditimpa musibah pembunuhan mendadak? Tarik napas, karena dalam film ini Anda akan diajak bermain teka-teki dan menebak-nebak mencari seorang pembunuh dalam kereta cepat bernama Orient Express, yang merupakan kereta mewah untuk kalangan atas melintasi benua Eropa. Sedikit peringatan saja: jika Anda merasa tertantang dengan film memecahkan misteri, atau suka dengan film cerita-cerita detektif, maka film ini bakal membuat Anda merasa lebih pintar dari sejak 30 menit pertama!

     



     

    Bagi Anda yang belum tahu, film ini diangkat dari novel anyar karya Agatha Christie dengan judul sama, Murder on The Orient Express. Sudah beberapa kali diadaptasi ke layar perak, namun kini Anda bisa menikmati visualisasi sang sutradara (yang sekaligus memerankan pemeran utama), Kenneth Branagh, dalam film berdurasi 1 jam 54 menit ini di layar lebar. Dari mulai pemandangan indah kota Istanbul yang menjadi latar pembuka film sampai visual musim dingin yang tergambar sempurna seolah Anda sedang  jadi penumpang kereta dari Istanbul menuju London.



    Di sanalah perjalanan bermula. Hercule Poirot (Kenneth Branagh) yang baru saja menyelesaikan sebuah misi di Yerusalem (Siria jika dalam buku aslinya), dan baru saja ingin berlibur, tiba-tiba diminta segera kembali ke Inggris karena situasi darurat. Dengan bantuan teman lamanya, Tuan Buoc (Tom Bateman) yang seorang direktur pengelola Orient Express, Poirot bisa mendapatkan satu spot di dalam kereta tercepat dengan rute Istanbul menuju London yang sudah sebenarnya sudah penuh penumpang. Dalam perjalanan, Poirot didekati oleh Ratchett yang diperankan oleh aktor watak Johnny Depp yang meminta perlindungan karena ia baru saja mendapat ancaman pembunuhan dengan imbalan uang puluhan ribu dollar. Namun, demi mempertahankan kredibilitas detektif sukses dunia, Poirot membuang tawaran puluhan ribu dollar itu karena tak menyukai pribadi Ratchett. 

     

    Tak lama berselang setelah diskusi alot ini, sebuah pembunuhan terjadi di dalam kereta yang kala itu sedang melintasi badai salju. Seorang penumpang ditemukan terbunuh dalam kabinnya yang tertutup rapat. Berhubung hujan salju terjadi sangat hebat, kereta mewah ini pun terhimpit di tengah tumpukan salju. Berada di luar jangkauan polisi, akhirnya Tuon Buoc meminta bantuan Poirot yang juga the best detective in the world untuk membantu menemukan pelakunya.

     

    Selain Ratchett, dari awal sebenarnya Anda akan dikenalkan dengan karakter penumpang lainnya yang dimainkan oleh Penelope Cruz, Williem Dafoe, Judi Dench, Josh Gad, Leslie Odom, Jr., Michelle Pfeiffer, dan Daisy Ridley. Ya, sebanyak ini maka ini waktunya untuk mengaktifkan daya ingat, atau biarlah ini menjadi sebuah peringatan halus dari dilarang ngantuk. Karena sekalinya kehilangan konsentrasi, Anda gagal memecahkan misteri.

     



    Semua tokoh mampu mendalami karakter dengan gigih. Pahami rasa tertekannya Penelope Cruz, terimtimidasi oleh Judi Dench, bergairahnya Michelle Pfeiffer, semua jadi satu! Tak heran sih, karena beberapa pemainnya bertitel kalau bukan pemenang, tapi juga para nominator Oscar.

     

    Anyway kembali lagi, misteri pembunuhan di Orient Express hanya bisa diselesaikan dengan pengamatan jeli dan otak yang tajam milik Poirot. Sebuah percakapan dengan setiap tokoh penumpang bisa diubahnya menjadi clue penting. Pasang mata, pasang telinga! Kalau Anda familiar dengan permainan Cluedo, kira-kira seperti itulah menggambarkan jalan cerita film ini. Penonton diajak memecahkan misteri dari beberapa bukti yang sudah dikumpul. Cosmo salut pada sang sutradara yang mampu memvisualisasikan sebuah asumsi yang dideskripsikan dalam buku menjadi lebih mudah dipahami audiens.


     

    Sebagai novelis cerita kriminal, Agatha Christie sukses membuat alur cerita yang menyita perhatian dan menguras emosi. Dan sebagai media yang berkesempatan menonton film ini lebih dulu sebelum diluncurkan hari ini, 29 November, menurut Cosmo kerja keras sutradara untuk membawa emosi penonton jadi naik turun cukup sukses. Walaupun pada bagian tengah film Anda akan butuh amunisi seperti camilan, atau minuman, untuk membuat otak tetap segar dan bisa berpikir keras! Sekali lagi, jangan ngantuk.

     

    Nah, sanggupkah Anda menebak siapa pelaku pembunuhannya? Apakah ia salah satu penumpang kereta atau ada yang melarikan diri? Mungkin Anda bisa mengembangkan petunjuk yang ada di trailer filmnya, “Everyone is a suspect!”  Selamat berpikir keras! (Silvya Winny / Image: dok. 21Cineplex)