Lifestyle

The 90's Festival: Ajang Nostalgia dan Pelepasan Rindu

  by: Sky Drupadi       29/11/2017
  • Apa Anda termasuk generasi 90an? Kalau iya, mungkin Anda setuju, bahwa era tersebut diwarnai dengan musik, mainan, dan makanan yang terbaik. Walau masa itu sudah lama berlalu, pergelaran The 90's Festival pada 25 November kemarin sukses mengobati rasa kangen bagi para 'anak 90an.' Diadakan di Gambir Expo, Kemayoran, festival yang berkolaborasi dengan Tokopedia dan Grab ini mengajak pengunjungnya untuk masuk ke dalam mesin waktu menuju salah satu dekade terbaik sepanjang masa. Yup, Cosmo tidak bercanda, lho! Pengunjung yang telah menukar tiketnya akan segera disambut oleh pintu “mesin waktu” raksasa yang berhias kertas crepe meriah. Just like magic, setelah melalui gerbang tersebut, Cosmo dikirim langsung ke area festival yang bawa banyak kenangan. Banyak sekali yang bisa dijelajahi!



    Pertama adalah marketplace yang menyediakan berbagai produk 90an untuk dibeli oleh pengunjung. Mulai dari camilan familier seperti permen kaki, ke coklat rokok, ke permen “kotoran” cicak. Selain itu, tersedia juga berbagai video game seperti Playstation dan Nintendo yang masih dalam kondisi prima. Tak lupa juga beberapa stand yang memamerkan koleksi vintage seperti rangkaian ponsel Nokia, figurine Power Ranger, dan juga Tamiya, mobil rakit yang sempat populer di kalangan anak sekolah.

    Berikutnya, Cosmo berkunjung ke “Zona Games” yang sejuk. Ruangan ini merupakan sebuah arkade gratis yang lengkap dengan mesin ding-dong, SEGA, NES, dan juga beberapa mainan handheld seperti Game Boy. Untuk menikmatinya, memang harus bersabar dan saling bergantian. But it's totally worth it. Cosmo sendiri sempat larut dalam keseruan pertandingan Mario Kart, Street Fighter, dan Pac-Man. Fun!

    Selain berbelanja dan bermain, tentu saja musik menjadi perekat ajang nostalgia ini. Dengan empat panggung yang tersebar di area festival, yaitu 90's Icon Stage, Viewmaster Stage, Hardtop Stage, dan Toped Stage, festival ini mengundang serangkaian musisi dan band yang berjaya di masa 90an. Tapi, karena jadwal yang padat dan permainan musik yang tiada hentinya, pengunjung pun harus pintar mengatur waktu agar bisa mengejar band favoritnya. Shaden, band remaja yang memopulerkan lagu Pacarku dan Dunia Belum Berakhir, bermain di Toped Stage pukul 16:20. Sedangkan Warna, grup vokal yang dikenal karena lagu Dalam Hati Saja, bermain pada waktu yang sama di panggung Viewmaster. Namun ini semua menjadi bagian dari pengalaman festival, melihat kerumunan orang berlari dari panggung ke panggung untuk menyaksikan penampilan TIC Band, Wayang, KLa Project, Potret, Stinky, Base Jam, dan masih banyak lagi.

     



    Toped Stage, yang merupakan panggung utama, merumahkan beberapa nama besar yang jadi highlight dari The 90's Festival. Reza Artamevia, salah satu diva Indonesia, mengambil alih panggung dengan penuh kepastian. Suaranya yang lantang menyanyikan Satu yang Tak Bisa Lepas, memanggil para pengunjung untuk mengerumuni area. Ketika pengiring band hendak membawakan sebuah lagu yang upbeat, wanita kelahiran 1975 tersebut seakan membaca pikiran para penggemarnya dan memutuskan untuk beralih ke lagu yang lebih lambat. Kemampuannya dalam mendeteksi suasana panggung menjadi salah satu kehebatan penyanyi legendaris ini.

    Datang jauh dari Amerika Serikat adalah pelantun lagu Don't Dream It's Over, Sixpence None the Richer. Mendengar alunan gitar familier dari lagu hits favorit, Kiss Me, hampir semua pengunjung mengeluarkan smartphone-nya demi merekam kesempatan emas tersebut. Leigh Nash, vokalis dari grup alternative rock ini, terkesima oleh para penonton yang menyanyikan tiap lirik tanpa hambatan. Ia pun terinspirasi untuk mengeluarkan ponselnya dan merekam momen yang sama. Awww....

    Berperan sebagai puncak acara adalah salah satu band terbesar di Indonesia, yaitu Dewa 19 bersama Ari Lasso. Benar saja, area panggung utama padat oleh para penggemar yang berasal dari berbagai macam generasi. Ada kaum millenial yang sibuk meng-update Instastory, dan ada juga 'anak 90an' yang datang membawa keluarganya untuk menyaksikan konser. Lagu-lagu dari band yang berdiri sejak 1986 ini memang tak kenal umur! Tiap lagu disambut dengan teriakan serta tepukan tangan, mulai dari Aku Milikmu, ke Satu Hati, lalu ke Elang, dan juga ke Cinta kan Membawamu Kembali. Walaupun tanpa Once yang merupakan vokalis dari band kenamaan ini, kelima anggota masih bermain dengan penuh chemistry. Ari Lasso melompat dari kiri ke kanan panggung dan mengundang penonton untuk berdansa. Suara gitar dari Andra Ramadhan dan keyboard dari Ahmad Dhani berpadu dengan harmonis, membuat mulut menganga. Tak lupa juga kelincahan Yuke Sampurna dan Agung Yudha. Malam yang sungguh spesial!

    image: Instagram @de19wa

    Dari ajang ini, terlihat betapa kuatnya komunitas 90an yang ingin merasakan kembali serunya kenangan dari 20 silam, bukan hanya dari sisi musik, tapi juga kuliner dan mainan. The 90's Festival menjadi sarana nostalgia yang sukses menorehkan senyuman di wajah para pengunjungnya. Masih banyak yang dapat dijelajahi dari dekade yang penuh warna tersebut. So, Cosmo harap bisa menemukan semuanya di ajang The 90's Festival berikutnya. See you there! (Sky Drupadi / SW / Image: Doc. Cosmopolitan Indonesia)