Career

Ini Bahasa Tubuh yang Baik Saat Wawancara Kerja

  by: Alvin Yoga       29/11/2017
  • Tak cuma penampilan, bahasa tubuh juga wajib diperhatikan ketika sedang wawancara kerja. Beberapa gerakan mengandung arti tertentu yang tentunya akan memengaruhi peluang Anda untuk diterima di perusahaan tersebut. Berikut adalah beberapa bahasa tubuh yang harus Anda perhatikan ketika sedang wawancara kerja.

     

    Jabat Tangan Dengan Tegas



    Berdirilah ketika Anda harus berjabat tangan, dan jabat tangan sang pewawancara dengan tegas – tidak terlalu lemah, namun juga tidak terlalu erat. Tanpa Anda sadari, jabatan tangan bisa mencerminkan karakter atau kepribadian seseorang. Jabatan tangan yang terlalu lemah mengindikasikan bahwa Anda kurang percaya diri atau kurang bersemangat. Di sisi lain, jabatan tangan yang terlalu erat menandakan bahwa Anda memiliki sifat agresif atau terlalu percaya diri.

    Oh ya, jangan lupa juga untuk memberi senyuman yang ramah atau memberi salam ketika berjabat tangan, dan dengarkan dengan baik siapa nama sang pewawancara. Setelah selesai, sebaiknya tunggu hingga Anda dipersilahkan duduk, atau duduklah ketika sang pewawancara mulai bergerak ke kursinya.

     

    Jaga Kontak Mata

    Tak apa jika Anda merasa sedikit gugup, ini artinya Anda memang menginginkan jabatan tersebut. Namun jangan biarkan rasa gugup tersebut membuat Anda sulit fokus menatap lawan bicara, dan alih-alih malah menunduk, menghindari pandangan mata, atau membuang pandangan ke berbagai penjuru ruangan.

    Jika Anda tidak nyaman menatap mata pewawancara terlalu lama, Anda boleh sesekali melirik ke sisi lain ketika sedang memikirkan jawaban. Trik lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan tidak menatap mata sang pewawancara, namun ke hidung, alis atau lemparkan pandangan Anda sesekali ke pewawancara lain jika Anda diwawancara oleh lebih dari satu orang.

    Sama halnya dengan berjabat tangan, menatap mata sang pewawancara terlalu lama juga akan membuatnya gelisah atau tidak nyaman. Berikan tatapan yang memancarkan antusiasme Anda terhadap jalannya wawancara. Dan sesekali liriklah ke samping untuk menghindari kontak mata yang terlalu lama.

     



    Menganggukkan Kepala Ketika Menyimak

    Menganggukkan kepala merupakan respons yang ideal ketika sedang mendengarkan sang pewawancara. Namun, anggukan yang berlebihan dan bukan pada saat yang tepat justru akan menjadi bumerang bagi Anda.

    Jangan pernah asal mengangguk sebagai formalitas, karena anggukan sejujurnya menunjukkan bahwa Anda sudah mengerti dan setuju dengan semua yang dibicarakan. Apabila ada pesan yang kurang Anda pahami, jangan segan untuk bertanya – tentunya tidak dengan memotong ucapannya, ya.

     

    Jangan Terlalu Banyak Menggerakkan Tangan

    Menyilangkan kedua tangan di dada memberi kesan defensif atau menantang lawan bicara. Maka dari itu, letakkan saja tangan Anda di atas pangkuan, atau taruh pergelangan tangan Anda di atas meja. Hal ini akan membatasi gerakan tangan yang berlebihan.

    Selain itu, perhatikan juga gerakan tangan Anda. Berbicara sambil menggerakkan tangan memang membantu Anda dalam mengekspresikan diri atau memperjelas ucapan. Akan tetapi, jika tidak dikendalikan, sikap ini justru akan mengganggu suasana wawancara. Konsentrasi pewawancara bisa hilang karena gerakan tangan Anda yang tidak perlu. Good luck, dear!

    (Alvin Yoga / SW / Image: Dok. / Shutterstock / Clickphotos)