Better You

5 Macam Cedera Saat Lari dan Cara Mencegahnya

  by: Redaksi       10/11/2017
  • Anda suka berlari? Hati-hati ya ladies, karena berbagai macam cedera mungkin dapat menimpa Anda. Lisa Callahan, co-director Women's Sports Medicine Center Hospital, memberikan beberapa tips untuk mencegah cedera kaki yang diakibatkan oleh aktivitas berlari.

     

    1. Cedera Lutut



    Cedera ini terjadi karena adanya iritasi pada tulang rawan di bawah tempurung lutut sehingga membuat otot di area tersebut tegang. Kadang ketegangan otot tersebut dapat terhubung ke otot pinggul. Untuk mencegahnya, Anda dapat mengencangkan otot pinggul dengan melakukan gerakan pemanasan yang tepat: berbaring menghadap ke samping, luruskan kedua kaki, dan rapatkan. Lalu, angkat dan turunkan kaki bagian atas selama beberapa kali. Lakukan juga pada sisi yang berbeda.

     

    2. Tulang Kering

    Cedera ini terasa di luar tulang kering kaki - Anda biasanya akan merasakannya saat baru mulai berlari.  Untuk itu, sebaiknya Anda menggunakan bantalan sepatu yang empuk yang disebut orthotic, lalu tambahkan jarak pacu lari secara bertahap.

     

    3. Achilles Tendinitis

    Ketika Anda merasa sakit di bagian punggung kaki dekat tumit, berarti Anda mengalami cedera achilles tendinitis. Agar tidak menderita cedera ini, Anda hanya perlu melakukan pemanasan dengan menjinjitkan kaki dan tahan hingga hitungan keenam. Lakukan 12-15 kali.



     

    4. Plantar Fasciitis

    Rasa sakit yang akan timbul dari cedera ini berasal dari bawah lutut dekat tumit di tengah-tengah telapak kaki. Biasanya, Anda akan merasakan sakit di pagi hari setelah bangun tidur. Anda dapat menghindari cedera ini dengan mengurangi pemakaian sepatu hak tinggi atau sandal yang keras.

     

    5. Pirifomis Syndrome

    Rasa sakit yang dirasakan di area punggung diakibatkan karena otot piriformis menekan saraf skiatik. Anda akan merasa sakit ketika menaiki tangga atau sedang duduk. Oleh sebab itu, Anda perlu menghindari tidur di alas yang tidak rata atau lakukan pemanasan dengan gerakan yang dapat mengencangkan otot pinggul (lihat poin 1).

     

    (Aulia Meidiska / Kezia Calesta / SW / Image: doc. Shutterstock / Clickphotos)