Lifestyle

Dideportasi, Agency Lee Jong Suk Kini Ambil Jalur Hukum

  by: Alvin Yoga       25/11/2018
  • Aktor terkenal asal Korea Selatan, Lee Jong Suk, akhirnya sukses bertemu dengan para penggemarnya di Indonesia lewat acara jumpa penggemar atau fanmeeting di Jakarta pada 3 November 2018 kemarin. Sayang, acara meet and greet bertemakan 2018 Lee Jong Suk Fanmeeting Tour "Crank Up" in Jakarta tersebut berakhir kurang baik. Selama kurang lebih dua hari, Lee Jong Suk dan timya ditahan oleh pihak imigrasi setelah fanmeeting. Alasan utamanya? Persoalan visa. Dua hari setelah ditahan, Jong Suk dan tim pun dikabarkan dideportasi ke Korea Selatan karena masalah izin. Hal ini membuat pihak agensi Jong Suk, A-Man Project, kecewa, dan rencana untuk mengambil jalur hukum pun akhirnya diumumkan di sosial media.

    Dimulai pada 5 November 2018 kemarin, dua hari setelah fanmeeting-nya di Jakarta, Jong Suk sempat mengunggah sebuah foto lewat akun Instagram miliknya (kini sudah dihapus, atas saran dari agensi A-Man Project) lengkap dengan penjelasan: "Saya berhasil menyelesaikan fan meeting dengan bahagia. Namun sekarang saya dan seluruh staf tertahan di Jakarta. Kami telah berada di sini sejak kemarin..." Unggahannya tersebut menjawab pertanyaan banyak orang mengenai benarkah Lee Jong Suk ditahan di Jakarta. Pertanyaan lainnya: mengapa ia ditahan?




    Sebuah berita pun muncul tak lama kemudian. Promotornya dari Indonesia, Yes24, dikabarkan memberi laporan keuntungan pada pihak Direktorat Jenderal Pajak dengan jumlah yang lebih sedikit dari yang sebenarnya mereka dapatkan. "Meski saya dan rekan staf tidak ada hubungan apapun dengan masalah ini, paspor kami diambil dan (hingga Jong Suk menulis hal ini) sampai saat ini masih belum dikembalikan. Saya harap Yes24, dan agensi mereka The Cre8tive Lab serta Yumetomo bisa menyelesaikan permasalahan ini secepatnya," tulis Lee Jong Suk. Di akhir caption, Jong Suk menutup dengan, "Saya tak pernah berada di situasi ini sebelumnya, dan saya tak tahu apa yang harus dilakukan... (Mom, I'm coming home late today...)"

    Menurut berita yang dikeluarkan oleh Soompi, seorang sumber dari agensi Jong Suk mengatakan, "Awalnya Jong Suk dan tim direncanakan untuk meninggalkan Jakarta pada 4 November. Namun, masalah antara pemerintah Indonesia dan Yes24 semakin rumit. Pihak Yes24 melaporkan jumlah tiket yang terjual lebih sedikit dari yang sebenarnya, dan hal ini menjadi masalah. Kami dari agensi percaya bahwa paspor mereka ditahan karena perihal tersebut. Hari ini (5 November lalu), kami selaku tim dari Korea Selatan berusaha untuk ikut menangani masalah di Jakarta. Kami juga berusaha untuk mengatur kembali jadwal Jong Suk karena sebenarnya ia sudah memiliki jadwal syuting untuk drama terbarunya, serta beberapa jadwal lain yang tak bisa kami sebutkan sekarang."

    Malam hari, 5 November 2018, beberapa jam setelah Jong Suk menulis caption tersebut, muncul video-video mengenai kepulangan Jong Suk dan timnya di sosial media. Yang mengejutkan, Lee Jong Suk dikabarkan dideportasi ke negara asalnya.

    Beberapa sumber bahkan memberitakan bahwa Jong Suk sempat menitikkan air mata sebelum masuk ke dalam pesawat. Jika hal itu memang benar terjadi, well, tak mengejutkan sebenarnya. Lee Jong Suk adalah duta pariwisata Korea Selatan. Dideportasi ke negara asal pasti menjadi suatu hal yang mengejutkan baginya.

    Mengikuti berita tersebut, agensi Jong Suk, A-Man Project, akhirnya merilis suatu pernyataan lewat akun Instagram mereka, @amanproject2018. Kurang lebih, ini tulisnya:



    "Halo. Kami A-Man Project. Kami minta maaf karena telah menyebabkan kekhawatiran bagi banyak orang karena kembalinya aktor Lee Jong Suk ke Korea Selatan tertunda setelah fan meeting di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kekurangan agensi dan promotor lokal Indonesia, Yes24, dalam mengurus bisnis. Ini merupakan kali pertama kami mendapatkan pengalaman tersebut, sehingga kami pun masih sedikit terkejut. Dan dibanding memikirkan dirinya sendiri, Jong Suk terus bertanya bagaimana hal tersebut mempengaruhi jadwal syutingnya yang sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya. Untungnya, ia bisa kembali ke Korea atas bantuan dari pemerintah Indonesia dan pihak kedutaan Indonesia, dan kini ia sedang berada di perjalanan pulang."

    "Saat ini kami terus mencari penyebab sebenarnya dari masalah ini, namun penjelasan dari agensi dan Yes24 di Indonesia terus menerus berubah. Yang pertama, kami mendengar bahwa perwakilan dari Yes24 di Indonesia mengambil paspor Jong Suk dan segenap staf tanpa alasan apapun, kemudian menghilang tanpa kabar. Beberapa jam kemudian, perwakilan lokal tersebut ditahan oleh pejabat pajak Indonesia karena mereka tidak membayar pajak sesuai jumlah yang seharusnya. Pernyataan dari mereka kemudian berubah, dan mereka mengatakan bahwa paspor dari Jong Suk dan para staf diambil oleh pihak pemerintah ketika proses penahanan terjadi. Beberapa jam kemudian, sebuah media Indonesia kemudian mengabarkan bahwa Yes24 tidak mengajukan izin untuk bekerja (bagi Jong Suk dan tim) dan masalah visa pun diangkat ke permukaan. Seluruh pernyataan tersebut benar-benar membingungkan dan tak bisa dipercaya, sehingga kami pun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan alasan apa yang akan Yes24 berikan ke depannya."

    "Kami berencana untuk mengajukan proses hukum untuk menuntut agensi dan promotor lokal yang menyebabkan masalah ini melalui firma hukum Yulchon (dengan pengacara yang bertugas Ahn Jung Hye) dan semua tindakan kami ke depannya akan diatur oleh firma hukum tersebut. Kami akan hanya menerima dukungan dan cinta dari pada penggemar lokal di Indonesia. Kami minta maaf sekali lagi untuk perusahaan yang saat ini sedang menangani produksi drama Lee Jong Suk, untuk seluruh anggota staf kami, serta seluruh orang yang terkena dampak dari masalah tersebut. Kami, agensi dan [Lee Jong Suk] sendiri akan membayar kerinduan dan cinta yang kalian tunjukkan selama ini," tulisnya.

    FYI, Lee Jong Suk sendiri memang sedang sibuk mondar mandir di layar kaca. Ia dikabarkan akan bermain dalam drama terbaru SBS berjudul Death Song, yang tayang mulai 27 November mendatang. Ia juga akan tampil dalam drama terbaru tvN berjudul Romance Supplement yang kabarnya akan dirilis tahun depan.

    Beberapa jam setelah A-Man Project menulis pernyataan tersebut, agensi event Yumetomo merilis sebuah statement lewat media sosial mereka sehubungan dengan penahanan sang aktor di Jakarta. Agensi tersebut mengatakan bahwa mereka akan meminta penjelasan selengkapnya dari promotor lokal Yes24. dan menambahkan bahwa mereka akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk masalah tersebut, sekaligus meminta maaf pada Lee Jong Suk, agensinya, serta seluruh penggemar sang aktor. Baca pernyataan lengkapnya:





    "Halo, ini Yumemoto. Pertama-tama kami ingin meminta maaf karena telah membuat setiap orang khawatir sehubungan dengan situasi di mana Lee Jong Suk dan anggota stafnya ditahan di Jakarta. Sehubungan dengan kurang berpengalamannya cabang Yes24 di Indonesia dalam mengurus bisnis ini, paspor Lee Jong Suk dan anggota stafnya harus disita. Karena hal tersebut, Lee Jong Suk dan anggota agensinya tidak bisa terbang ke Korea Selatan sesuai dengan waktu yang ditentukan, dan alih-alih malah kembali sehari lebih terlambat dari yang sudah dijadwalkan."

    "Sebagai agensi yang menangani, kami akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk setiap masalah yang disebabkan pada sang aktor dan staf yang telah mempercayakan diri untuk bekerja bersama. Sehubungan dengan insiden yang tidak bisa dibayangkan ini, kami dari Yumemoto dan The Cre8tive Lab menginginkan penjelasan selengkap dan secepatnya dari Yes24 mengenai masalah ini. Kami juga akan segera mengambil langkah cepat sehubungan dengan insiden tersebut."

    "Bagi Lee Jong Suk dan A-Man Project, yang tentu saja paling dirugikan dari situasi di mana mereka tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kami sekali lagi meminta maaf sedalam-dalamnya. Kami juga meminta maaf untuk para penggemar Lee Jong Suk, yang tentu saja sedang mencemaskan dirinya."

    Menyambut pernyataan tersebut, Yes24 akhirnya memberikan penjelasan. Berikut tulis mereka:

    "Ini adalah Yes24. Kami betul-betul minta maaf pada Lee Jong Suk, juga pada seluruh stafnya, serta pada semua orang yang terlibat dalam insiden sehubungan dengan fan meeting Lee Jong Suk di Jakarta lewat cabang kami, Yes24 Indonesia. Agen yang mengurus visa sebetulnya sempat memberi kabar pada Yes24 Indonesia bahwa terdapat masalah mengenai izin visa, sehingga event tersebut seharusnya tidak bisa diadakan. Namun beberapa waktu kemudian, mereka kemudian menyatakan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan dan tak ada masalah lagi terkait dengan visa. Yes24 telah mempercayai agen yang mengurus visa tersebut dan fan meeting pun berjalan sesuai rencana."

    "Ketika Lee Jong Suk dan stafnya tiba di Jakarta, mereka kemudian baru menyadari bahwa visa yang mereka dapatkan adalah visa turis dan bukan visa untuk bekerja sementara. Kami pun langsung meminta agensi lokal Indonesia untuk mengurus masalah tersebut. Namun, hingga fan meeting telah berjalan, masalah visa tersebut belum terselesaikan. Kami diberi informasi mengenai masalah visa tersebut oleh kantor imigrasi setelah event selesai, namun kami percaya bahwa masalah tersebut tetap dapat kami tangani sehingga kami tak mengabarkan tim dari Lee Jong Suk mengenai permasalahan tersebut. Kami meminta maaf mengenai ketidaknyamanan yang harus dihadapai oleh Lee Jong Suk dan segenap tim karena kepulangan mereka ke Korea Selatan harus tertunda dikarenakan isu tersebut."

    "Namun kami ingin membenarkan, bahwa berita yang muncul mengenai masalah pajak tidaklah benar. Kami minta maaf telah menimbulkan kesalahpahaman pada pihak Lee Jong Suk karena minimnya fakta yang kami berikan sehubungan dengan bisnis tersebut."

    "Yes24 telah datang secara personal dan meminta maaf pada agensi Lee Jong Suk dan timnya. Kami juga berencana akan menyelesaikan masalah ini lewat diskusi dengan pihak Lee Jong Suk dan tim."

    "Sekali lagi kami meminta maaf telah menyebabkan banyak pihak khawatir."


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Instagram. Ilustrasi: Severinus Dewantara)