Beauty

Inilah Perbedaan Dark Circle, Eye Bags, dan Puffy Eyes

  by: Kissy Aprilia       30/11/2018
  • Kulit mata memiliki jaringan yang paling tipis dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Maka, tidak heran jika kamu akan lebih dulu melihat tanda penuaan di area tersebut, termasuk dark cirlce, eye bags, dan puffy eyes. Yes, ketiganya merupakan jenis masalah kulit yang berbeda, bahkan membutuhkan penanganannya masing-masing. Yuk, kita simak lebih lanjut!


    Dark Circle

    Penyebab: Faktor genetik dan warna kulit berpengaruh besar terhadap tingkat kegelapan si mata panda. Jika lingkaran hitam cenderung keunguan atau kebiruan, hal itu disebabkan oleh minimnya ketebalan kulit sehingga memperlihatkan pembuluh darah lebih jelas. Kondisi ini lebih sering terjadi pada kulit pucat, kulit yang kekurangan lemak subkutan di area mata, dan semakin memburuk saat kekurangan waktu istirahat. 



    Selain itu, anatomi bentuk wajah berperan penting dalam menentukan tampilan dark circle. Struktur mata yang menonjol bisa membuat bayangan gelap terlihat nyata. Berkurangnya jaringan lemak saat fase penuaan juga membuat mata panda semakin memburuk. Oh, no!


    Cara Mengatasi: Perawatan retinoid topikal dapat mengurangi mata panda dengan cara menebalkan lapisan kulit sekaligus memperbaiki regenerasi sel. Pilih produk serum atau eye cream yang mengandung hyaluronic acid, ceramides, dan peptides, untuk meningkatkan hidrasi, stimulasi kolagen, serta produksi kolagen. Ladies bisa menambahkan formula antioksidan, seperti vitamin A, C dan E, yang mampu mencerahkan lebih optimal. 


    Eye Bags

    Penyebab: Kantung mata seringkali dikaitkan dengan masalah dark circle atau puffy eyes. Pada kenyataanya, kondisi ini disebabkan oleh kombinasi herniasi lemak pada jaringan kulit yang normal. Biasanya, eye bags muncul dalam fase penuaan di atas usia 35 tahun, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. 


    Cara Mengatasi: Kantung mata tidak dapat dihilangkan dengan menggunakan produk skincare. Namun, prosedur injeksi filler bisa membantu mengembalikan elastisitas kulit yang mulai mengendur. Secara teknis, filler akan ‘mengisi’ volume kulit, sehingga teksturnya kembali halus dan kencung. Selain itu, prosedur radiofrekuensi juga bekerja efektif menginduksi pembentukan kolagen untuk memberikan hasil serupa. Saran Cosmo, mulailah melakukan perawatan mata saat memasuki usia 25 tahun, girls!




    Baca juga: 12 Bahan Alami untuk Menghilangkan Kantung Mata


    Puffy Eyes

    Penyebab: Masalah ini terjadi karena kondisi yang mengakibatkan pembengkakan temporer, seperti terlalu banyak mengonsumsi garam atau alkohol, alergi, dan infeksi. Hal tersebut membuat tubuh dehidrasi dan memicu pengumpulan cairan di area yang membutuhkan. Pada umumnya, puffy eyes terlihat lebih buruk di saat bangun tidur, tetapi akan hilang dengan sendrinya setelah cairan itu mengalir ke bagian tubuh lainnya.


    Cara Mengatasi: Mengingat puffy eyes hanya terjadi sementara, memperbaiki waktu tidur dapat meminimalkan tampilannya. Ladies juga dapat menggunakan produk skincare berformulasikan cooling effect, sebab suhu dingin mampu mengurangi inflamasi dan melancarkan peredaran darah. Cosmo merekomendasikan kamu memiliki roller ball metal untuk mengaplikasikan eye cream atau serum, lalu gunakan mulai dari bagian sudut mata ke arah luar. 


    (Image: puhhhaC123RF.com, Layout: S. Dewantara)